Kenali 9 Jenis Sakit Kepala yang Sering Terjadi Beserta Penyebabnya

Kenali 9 Jenis Sakit Kepala yang Sering Terjadi Beserta Penyebabnya

Gheyna Sabila Z - detikJabar
Minggu, 10 Mei 2026 20:00 WIB
asian woman in bed late trying to sleep suffering insomnia, sleepless or scared in a nightmare, looking sad worried and stressed. Tired and headache or migraine waking up in the middle of the night.
Ilustrasi sakit kepala. Foto: Getty Images/Nuttawan Jayawan
Bandung -

Sakit kepala kerap dianggap sebagai keluhan sepele yang bakal sirna dengan sendirinya usai beristirahat. Padahal, rasa nyeri di kepala bisa menjadi sinyal bahwa tubuh tengah mengalami gangguan tertentu, mulai dari stres, kurang tidur, dehidrasi, hingga masalah kesehatan yang lebih serius.

Banyak orang juga keliru mengira semua sakit kepala adalah migrain. Faktanya, dunia medis mengenal berbagai jenis sakit kepala dengan lokasi nyeri, pemicu, dan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Ada yang terasa seperti kepala diikat kencang, ada pula yang berdenyut hebat di satu sisi kepala.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, sakit kepala termasuk salah satu keluhan kesehatan yang paling umum dialami masyarakat. Jenisnya dapat berupa sakit kepala primer seperti migrain, tension-type headache, dan cluster headache, maupun sakit kepala sekunder akibat penyakit lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengapa Kepala Bisa Terasa Sakit

Menariknya, jaringan otak sebenarnya tidak memiliki saraf perasa nyeri. Rasa sakit yang muncul di kepala terjadi karena adanya gangguan pada pembuluh darah, saraf, serta otot di sekitar kepala dan leher yang mengalami ketegangan atau peradangan.

Penjelasan ini juga kerap disampaikan oleh dr Tirta. Ia menjelaskan bahwa pola tidur yang berantakan, kurang minum, stres, hingga telat makan dapat memicu penyempitan pembuluh darah kecil di area kepala sehingga menimbulkan sensasi nyeri hebat.

ADVERTISEMENT

Kebiasaan sehari-hari seperti begadang karena pekerjaan, tugas kuliah, atau terlalu lama menatap layar elektronik juga menjadi faktor yang sering memicu sakit kepala.

Jenis-jenis Sakit Kepala

1. Tension-Type Headache (TTH)

Tension-type headache (TTH) merupakan jenis sakit kepala yang paling sering terjadi. Nyerinya biasanya terasa seperti kepala diikat kuat atau ditekan dari berbagai sisi.

Kurang tidur, stres emosional, postur tubuh buruk, dan kelelahan menjadi pemicu paling umum sakit kepala ini. dr Tirta menyebut pola tidur kacau dapat meningkatkan risiko TTH karena tubuh tidak memiliki ritme istirahat yang stabil. Kondisi ini membuat otot leher dan kepala lebih mudah tegang.

Gejala umumnya meliputi:

- Nyeri di bagian belakang kepala

- Leher terasa tegang

- Kepala terasa berat

- Nyeri ringan hingga sedang

2. Migrain

Berbeda dengan sakit kepala biasa, nyeri migrain cenderung berdenyut dan sering hanya terjadi pada satu sisi kepala. Migrain dapat berlangsung selama beberapa jam bahkan berhari-hari jika tidak ditangani. Faktor pemicunya sangat beragam, mulai dari stres, perubahan hormon, kurang tidur, dehidrasi, hingga telat makan.

Dalam beberapa kasus, penderita migrain memilih berdiam di ruangan gelap karena cahaya dan suara dapat memperparah nyeri. Kondisi ini sering mengganggu aktivitas belajar maupun pekerjaan.

Gejala migrain meliputi:

- Nyeri berdenyut di satu sisi kepala

- Sensitif terhadap cahaya dan suara

- Mual atau muntah

- Pandangan kabur atau muncul aura

3. Sakit Kepala Cluster

Cluster headache dikenal sebagai salah satu jenis sakit kepala paling menyakitkan. Nyeri biasanya muncul di sekitar mata dan datang secara berulang dalam periode tertentu. Intensitas sakit kepala *cluster lebih berat dibanding migrain.

Gejalanya antara lain:

- Nyeri tajam di sekitar mata

- Mata berair

- Hidung tersumbat

- Serangan datang mendadak

4. Sakit Kepala Hipertensi

Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan sakit kepala, terutama di bagian belakang kepala. Rasa nyeri sering disertai pusing dan leher terasa berat.

Meski tidak selalu muncul, sakit kepala akibat hipertensi perlu diwaspadai jika terjadi terus-menerus, terutama pada usia dewasa dan lanjut usia.

5. Sakit Kepala Sinus

Sakit kepala sinus muncul akibat peradangan atau infeksi sinus. Nyeri biasanya terasa di sekitar dahi, pipi, dan area mata. Kondisi ini sering muncul saat flu atau infeksi saluran pernapasan.

Keluhan lain yang sering menyertai:

- Hidung tersumbat

- Demam ringan

- Wajah terasa penuh

- Nyeri saat menunduk

6. Sakit Kepala Pasca-Trauma

Jenis sakit kepala ini muncul setelah benturan atau cedera pada kepala. Nyeri dapat terjadi beberapa jam bahkan beberapa hari setelah kejadian.

Jika sakit kepala setelah benturan disertai muntah, pingsan, gangguan bicara, atau penglihatan kabur, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.

7. TMJ Headache

TMJ atau temporomandibular joint headache berkaitan dengan gangguan sendi rahang. Nyeri biasanya terasa di sekitar telinga, rahang, dan pelipis.

Pemicu umumnya:

- Kebiasaan menggertakkan gigi

- Stres

- Posisi rahang tidak normal

8. Sakit Kepala Karena Kelelahan

Aktivitas berat tanpa istirahat cukup dapat memicu sakit kepala akibat kelelahan. Kondisi ini sering dialami pekerja dengan jam kerja panjang maupun mahasiswa yang kurang tidur saat mengerjakan tugas. Tubuh sebenarnya memberi sinyal bahwa energi dan cairan mulai berkurang.

9. Thunderclap Headache

Thunderclap headache merupakan sakit kepala mendadak dengan intensitas sangat tinggi. Nyeri muncul secara tiba-tiba seperti disambar petir.

Jenis ini perlu diwaspadai karena bisa berkaitan dengan kondisi serius seperti pecah pembuluh darah otak. Pemeriksaan medis darurat diperlukan jika nyeri muncul sangat mendadak dan ekstrem.

Cara Mengurangi dan Mencegah Sakit Kepala

Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi risiko sakit kepala, antara lain:

- Tidur cukup dan teratur

- Minum air putih yang cukup

- Mengelola stres

- Rutin melakukan peregangan

- Membatasi paparan layar

- Menghindari telat makan

Selain itu, penggunaan kompres hangat di area leher dan belakang kepala juga efektif membantu meredakan ketegangan otot.

Namun, jika sakit kepala terjadi berulang, terasa sangat berat, disertai lemas atau melemahnya anggota tubuh, hingga gangguan bicara, pemeriksaan ke dokter saraf perlu segera dilakukan.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads