Peluncuran CFD di Jembatan Ampera 18 April 2026 Ditunda, Ini Alasannya

Sumatera Selatan

Peluncuran CFD di Jembatan Ampera 18 April 2026 Ditunda, Ini Alasannya

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Selasa, 14 Apr 2026 12:01 WIB
Jembatan Ampera yang jadi ikon Kota Palembang. (Foto: Prima Syahbana)
Foto: Jembatan Ampera Palembang (Prima Syahbana)
Palembang -

Pemerintah Kota Palembang semula berencana akan meluncurkan Car Free Day (CFD) di Jembatan Ampera pada 18 April 2026. Namun karena saat uji coba di Minggu (12/4/2026) terjadi kemacetan parah di Jembatan Musi IV dan VI, maka rencana tersebut pun dikaji ulang.

Kini, rencana launching CFD tersebut ditunda hingga waktu tak ditentukan, sembari Pemkot Palembang menyiapkan skema baru. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Agus Supriyanto.

Dia menyebut saat uji coba, pihaknya mengakui kekurangan personel di lapangan sehingga terjadi kemacetan di jalur alternatif tersebut. Karena itu, diputuskan launching CFD pada Minggu (18/4/2026) ditunda sementara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami kekurangan personel yang siaga di lokasi alternatif Jembatan Musi IV dan VI, CFD kemarin, saat Jembatan Ampera dilakukan penutupan. Maka dari itu, untuk launching CFD kita tunda dulu," kata Agus.

Diakui Agus, saat jembatan Ampera ditutup, maka arus kendaraan dialihkan ke Jembatan Musi IV dan VI, namun ternyata di sana pihaknya kekurangan personel yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang tak terkendali.

ADVERTISEMENT

"Ke depan kami akan lakukan penambahan (personel), khususnya di titik-titik rawan kemacetan saat CFD dilaksanakan," ujarnya.

Menurut Agus, jumlah personel saat uji coba masih belum memadai. Total personel yang dikerahkan saat uji coba 100 personel. Sebagian personel difokuskan di Jalan Jenderal Sudirman dan Ampera. Sedangkan di Jembatan Musi VI hanya terdapat dua regu dengan total 6 hingga 10 personel.

Sementara itu, Asisten II Setda Kota Palembang yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Pariwisata, Isnaini Madani, menilai uji coba CFD yang berlangsung di kawasan Jembatan Ampera, Cinde hingga Jalan Sudirman berjalan cukup baik. Meski demikian, masih diperlukan sejumlah evaluasi untuk penyempurnaan pelaksanaan ke depan.

"Secara umum sudah berjalan baik, tetapi masih ada yang perlu dibenahi agar tidak menimbulkan persoalan baru," jelasnya.

Isnaini menambahkan, salah satu fokus pembenahan adalah pengaturan kantong parkir. Pemerintah kota juga akan memastikan tidak dan pungutan liar serta mengatur keberadaan pedagang kaki lima agar lebih tertib.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Palembang, AKBP Finan Sukma Radipta mengatakan pihaknya bersama pemerintah kota akan menggelar rapat lanjutan dengan berbagai elemen masyarakat untuk mematangkan konsep pelaksanaan berikutnya.

"Sesuai arahan Wali Kota Palembang, CFD tetap akan dilaksanakan uji coba (Minggu, 18 April 2026), dengan pola berbeda. Dalam dua hari ke depan, kami akan kembali rapat bersama stakeholder dan elemen masyarakat," ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi Satlantas bersama pihak terkait, kemacetan saat CFD sebelumnya dipicu oleh tingginya volume kendaraan di jalur pengalihan, khususnya menuju Jembatan Musi IV dan Musi VI yang menjadi poros utama lalu lintas.

Selain itu, sejumlah faktor lain juga menjadi perhatian, seperti penataan parkir kendaraan masyarakat,perilaku pengendara di lapangan,hingga respons publik di media sosial.

"Ini menjadi atensi kami, mulai dari parkir, perilaku pengendara hingga berbagai tanggapan masyarakat baik positif maupun negatif," jelasnya.

Ruas Jalan Nagaswidak dan Sultan Mansyur juga menjadi titik fokus pembenahan karena dinilai berkontribusi terhadap kepadatan lalu lintas. Satlantas bersama Dinas Perhubungan Kota Palembang tengah menyiapkan langkah-langkah untuk mengurai kemacetan kawasan tersebut.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads