Pengelola Pasar Buah Induk Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, akhirnya angkat bicara mengenai kondisi infrastruktur pasar yang kian memprihatinkan. Pengelola mengakui perbaikan akses jalan yang hancur dan becek terkendala oleh kondisi keuangan yang tidak stabil.
Ketua Koperasi Al-Hidayah selaku pengelola pasar, Abu menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang berupaya mencari sumber bantuan dana untuk memperbaiki kerusakan jalan di kawasan tersebut. Ia menyebut, pendapatan koperasi sangat bergantung pada karakteristik komoditas yang dijual para pedagang.
"Kita sedang berusaha mencari bantuan keuangan untuk perbaikan jalan. Karena sifatnya buah ini musiman, dalam satu tahun itu masa yang agak banyak (pendapatan) paling 10 bulan," ujar Abu kepada detikSumbagsel, Senin (13/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abu memaklumi jika selama ini pedagang mengeluh dan terpaksa patungan sendiri untuk mengecor jalan. Menurutnya, kondisi ini kontras dengan status awal pasar yang dicanangkan sebagai percontohan nasional.
"Kami memaklumi jika pedagang mengeluh, karena awalnya pasar buah ini percontohan nasional. Kami tetap berusaha yang terbaik," tambahnya.
Terkait masalah sampah yang menumpuk, Abu mengklaim pengangkutan dilakukan rutin setiap hari. Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Keindahan (DKK) Palembang untuk pengerahan armada.
"Masalah sampah, tiap hari kita angkut dua truk, kita sudah dibantu DKK juga," jelasnya.
Sebelumnya, kondisi jalan di Pasar Induk Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, sempat viral di media sosial karena kondisinya yang hancur dan becek menggenang saat hujan.
Pedagang berharap pengelola segera merealisasikan perbaikan permanen agar omzet mereka tidak terus anjlok akibat pembeli yang enggan masuk ke area pasar.
Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(csb/csb)











































