Program vaksinasi dengue di Palembang terus berjalan sejak dimulai pada November 2025. Hingga kini, sebanyak 4.000 anak dari 38 sekolah telah menerima vaksin dalam program tersebut.
Ketua Program Pemantauan Aktif Kejadian dan Vaksinasi Dengue Palembang dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri), dr. Ariesti Karmila, MKes, SpA. Subsp mengatakan program ini sudah berjalan sejak November 2025 dan sampai sekarang masih berlangsung.
"Saat ini sebanyak 4.000 anak dari 38 sekolah dasar telah menerima vaksin dalam program vaksin dengue," katanya kepada detikSumbagsel, Senin (6/4/2026).
dr Karmila menjelaskan dalam pelaksanaannya, orang tua peserta menerima kompensasi sebesar Rp350 ribu. Dana tersebut disebut sebagai pengganti biaya transportasi bagi anak yang mengikuti kegiatan pemantauan DBD.
"Untuk vaksin dengue yang digunakan merupakan hibah dari perusahaan farmasi Takeda. Sementara dana kompensasi Rp 350 ribu diberikan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)," ungkapnya.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara beberapa institusi, yakni FKUI, FK Unsri, dan FK ULM.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Trisnawarman, sebelumnya menyebut terdapat dua perlakuan dalam program ini. Yakni kelompok anak yang diambil sampel darahnya dan yang tidak.
"Jadi bisa dibandingkan antara yang mendapat vaksin dan yang tidak mendapat vaksin," jelasnya.
Ia menambahkan, baik anak yang menerima vaksin maupun yang tidak tetap akan dipantau selama tiga tahun ke depan. Peserta yang bersedia mengikuti pemantauan tersebut juga mendapatkan kompensasi yang sama.
"Anak yang mendapatkan vaksin DBD dan tidak mendapatkan vaksin serta bersedia dipantau selama tiga tahun ke depan akan mendapatkan kompensasi Rp 350 ribu," katanya.
Simak Video "Video: Pengemudi Ojol Tewas Tertimpa Pohon di Palembang"
(dai/dai)