Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Trisnawarman menyebut uang Rp 350 ribu untuk anak yang divaksin dengue merupakan dana kompensasi. Dana itu diberikan oleh Takeda, selaku pemberi hibah vaksin.
Hal itu disampaikan Trisnawarman usai mendapat penjelasan dari FK Universitas Sriwijaya dan Dinas Kesehatan Palembang.
"Setelah dicek dan koordinasi ke Dinkes Kota Palembang dan FK UNSRI, kompensasi ini artinya anak yang divaksin mendapatkan uang Rp 350.000 dari Takeda sebagai pemberi hibah. Bukan diminta uang (sebaliknya)," ujar Trisnawarman kepada detikSumbagsel, Senin (6/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menyebut, orang tua siswa mendapat kompensasi selain anaknya yang telah divaksin.
"Dapat Rp 50 ribu saat mengikuti sosialisasi," katanya.
Untuk vaksin itu, dia menyebut terdapat dua perlakuan. Anak yang diambil darah dan yang tidak diambil darah. Sementara untuk pemantauan, pihaknya melakukan selama tiga tahun ke depan.
"Jadi bisa dibandingkan, yang dapat vaksin dan tidak mendapat vaksin. Kompensasinya dapat 350.000," jelasnya.
"Anak yang mendapatkan vaksin DBD dan tidak mendapatkan vaksin serta bersedia di pantau 3 tahun ke depan," sambungnya.
Ditambahkan Kabid P2P Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, vaksinasi DBD di Sumsel telah dimulai sejak November 2025 dan terus berjalan hingga saat ini.
"Vaksinasi DBD di Sumsel sudah mulai dilakukan dari bulan November 2025 kemarin, sudah di launching juga oleh pak gubernur di awal tahun," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemberian uang transportasi kepada peserta merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program vaksinasi.
"Setiap anak akan mendapatkan uang transportasi, uang ini di dapat dari para pemberi hibah," katanya.
Menurutnya, insentif tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan vaksinasi.
"Tujuannya adalah sebagai bentuk kompensasi atas tenaga dan waktu karena sudah meluangkan waktu untuk datang ikut kegiatan tersebut," jelasnya.
Dinas Kesehatan Sumsel menaruh harapan besar terhadap pelaksanaan vaksinasi DBD sebagai langkah efektif dalam mengendalikan penyebaran penyakit.
"Dinkes Provinsi Sumatera Selatan memiliki harapan besar terhadap vaksin DBD (Dengue Hemorrhagic Fever) untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini," ungkapnya.
Untuk mendukung keberhasilan program, Dinkes Sumsel juga menggandeng berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan sektor swasta.
"Kami berkolaborasi dengan UNSRI, UI, dan Takeda untuk mewujudkan program pengendalian DBD yang efektif," tambahnya.
Ia berharap, melalui program ini, Sumatera Selatan dapat menjadi contoh nasional dalam pengendalian DBD serta menciptakan generasi muda yang lebih sehat.
"Harapannya, Sumatera Selatan dapat menjadi contoh nasional dalam pengendalian DBD dan menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan terlindungi," pungkasnya.
(dai/dai)











































