Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang selama hampir dua jam dan menyebabkan banjir hampir di 18 Kecamatan. Aktivitas warga dan lalu lintas di sana pun terganggu.
Pantauan detikSumbagsel, Minggu (5/40/2026) hujan deras yang mengguyur Bumi Sriwijaya dari pukul 14.00 hingga pukul 16.00 WIB menyebabkan genangan di sejumlah titik hingga membuat arus lalu lintas macet. Bahkan sejumlah kendaraan roda dua mengalami mogok di tengah jalan.
Beberapa titik utama yang dilaporkan mengalami genangan cukup tinggi antara lain kawasan Kambang Iwak, Kapten A Rivai, Simpang Lima DPRD Sumsel, Angkatan 45, Sudirman, Angkatan 66, Jol H Barlian, kawasan Dempo, MP Mangkunegara, Plaju, Kertapati hingga sejumlah ruas jalan protokol lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini membuat banyak pengendara memilih berhenti sementara atau mencari jalur alternatif karena khawatir kendaraan terjebak banjir. Genangan air ini juga menyebabkan lambat arus kendaraan sebab air hujan tergenang hingga setinggi ban mobil.
Salah satu wilayah yang terdampak POM IX dan Jalan Kapten Anwar Sastro, dimana genangan air terlihat setinggi lutut orang dewasa.
Salah seorang warga di kawasan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Rika mengatakan hujan deras yang terjadi dari pukul 14.00 WIB membuat rumahnya kebanjiran. Ia bersama anak-anaknya terpaksa harus membersihkan rumahnya karena air yang sudah menggenang di rumahnya.
"Kalau hujan deras pasti kawasan ini banjir dan air masuk dari belakang rumah yang diduga selokannya sudah tidak bisa menampung curah hujan yang begitu tinggi," tuturnya.
Senada dengan Feni, curah hujan yang begitu deras membuat rumahnya kebanjiran. Air susah mengenangi teras dan ruang tamunya.
"Banjir jarang tapi kalau intensitas hujannya cukup deras pasti banjir. Padahal rumahnya berada di dataran tinggi tapi masih saja kebanjiran," ungkapnya.
Menurut Feni, kondisi banjir yang berulang setiap hujan deras turun harus segera mendapat perhatian serius karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
"Kalau begini terus, warga rugi karena kendaraan banyak mogok dan aktivitas terganggu. Harus ada solusi cepat," ungkapnya.
