Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) menyebut wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih berada pada periode puncak musim hujan kedua. Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau waspada, mengingat potensi bencana hidrometeorologi masih dapat terjadi.
"April ini masih puncak hujan kedua di Sumsel. Walaupun saat ini curah hujan terlihat tidak terlalu tinggi, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih bisa terjadi sewaktu-waktu," ujar Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sumsel Wandayantolis, Kamis (2/4/2026).
Katanya, puncak hujan kedua di Sumsel terjadi sejak Maret. Kondisi ini akan berlangsung hingga akhir April, karena awal Mei beberapa daerah di Sumsel telah memasuki musim kemarau yang bertahap terjadi hingga akhir bulan tersebut secara keseluruhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, puncak musim hujan kedua terjadi sejak Maret. Puncak musim hujan pertama terjadi pada Desember-Januari yang lalu. Curah puncak hujan pada periode pertama akumulasinya berkisar 300-400 mm," katanya.
Dia menyebutkan bahwa kisaran curah hujan di wilayah Sumsel pada periode ini berkisar antara 200 hingga 400 milimeter. Kondisi tersebut dinilai masih cukup signifikan untuk memicu berbagai bencana, seperti banjir, genangan, hingga tanah longsor, terutama di daerah rawan.
"Puncak hujan kedua, relatif rendah berkisar 200-400 mm," tambahnya.
Wandayantolis mengimbau pemda dan masyarakat tidak boleh lengah hanya karena beberapa hari terakhir cuaca tampak lebih kering dan cuaca panas.
"Potensi bencana hidrometeorologi basah tetap ada. Pola hujan saat ini cenderung fluktuatif, sehingga bisa terjadi peningkatan curah hujan secara tiba-tiba," katanya.
Pihaknya juga meminta seluruh pihak untuk terus memantau kondisi cuaca serta memastikan kesiapsiagaan peralatan dan perlengkapan penanggulangan bencana. Selain itu, masyarakat di daerah bantaran sungai dan wilayah dataran rendah diminta meningkatkan kewaspadaan.
"Langkah antisipasi penting dilakukan sejak dini, seperti membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta memantau informasi cuaca terkini dari instansi resmi," tambahnya.
(dai/dai)











































