Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang menyebabkan banjir merendam permukiman warga di RT 07, Kelurahan Talang Aman Kecamatan Kemuning Palembang. Ketinggian air dilaporkan mencapai selutut orang dewasa, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan merendam sejumlah rumah.
Warga setempat menyebut banjir yang terjadi kali ini lebih parah dibandingkan sebelumnya. Selain curah hujan tinggi, kondisi diperburuk oleh sistem drainase yang tidak memadai serta adanya penimbunan lahan di kawasan rawan banjir, khususnya di belakang kampus STISIPOL Candradimuka yang kini dialihfungsikan menjadi perumahan komersial.
Ironisnya, kawasan tersebut berada tidak jauh dari Waduk Talang Aman yang seharusnya dapat menjadi penampung air saat hujan deras. Namun, warga menilai kapasitas waduk saat ini tidak lagi mampu menampung debit air yang tinggi, sehingga air tetap meluap ke permukiman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arif, salah seorang warga sekitar mengungkapkan kekesalannya atas kondisi yang terus berulang setiap kali hujan deras turun.
"Setiap hujan deras, air pasti masuk ke rumah. Sekarang ini sudah sedengkul orang dewasa. Kami sangat terganggu, aktivitas jadi lumpuh. Apalagi kalau malam hari, air cepat sekali naik," katanya kepada detikSumbagsel, Minggu (5/4/2026).
Ia juga menyoroti perubahan kondisi lingkungan di sekitar permukiman yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama banjir semakin parah.
"Dulu tidak separah ini. Tapi sejak daerah belakang itu ditimbun dan dijadikan perumahan, air jadi tidak punya tempat mengalir. Ditambah lagi drainase di sini kecil dan banyak yang tersumbat," ungkapnya.
Selain itu, Arif juga menyinggung kondisi waduk yang dinilai tidak lagi optimal.
"Padahal dekat dengan waduk Talang Aman, tapi kalau hujan deras air tetap tidak tertampung. Akhirnya meluap ke sini, jadi rawan tergenang banjir," keluhnya.
Hal senada disampaikan oleh Zainal, mantan Ketua RT 07, yang menilai bahwa kurangnya perencanaan dalam pembangunan kawasan menjadi pemicu utama meningkatnya risiko banjir.
"Ini jelas dampak dari penimbunan daerah resapan air. Dulu area itu jadi tempat tampungan air alami, sekarang sudah jadi bangunan. Otomatis air meluap ke permukiman warga," kata Zainal.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan waduk seharusnya bisa menjadi solusi, namun perlu penanganan serius.
"Kalau waduknya berfungsi maksimal dan drainase diperbaiki, banjir seperti ini bisa dikurangi. Tapi sekarang kondisinya tidak mampu menampung air saat hujan deras," jelasnya.
Ia pun berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
"Kami berharap ada normalisasi drainase, pengerukan waduk, dan evaluasi pembangunan di daerah rawan banjir. Kalau tidak segera ditangani, kondisi ini akan terus berulang dan makin parah setiap tahunnya," tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan akan melakukan pengecekan di lokasi tersebut.
"Kita akan cek lokasi banjir itu, kita juga baru mendapatkan info ini," katanya.
(dai/dai)











































