Remaja pria penyandang disabilitas tuli dan bisu di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, berinisial FK (16) tewas usai tertemper kereta api. Korban tertemper saat berjalan di rel kereta api tersebut.
Diketahui kejadian tersebut terjadi di Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ketua RT-01, Kelurahan Mesat Seni, Dedi Irawan mengatakan saat kejadian korban sedang berjalan dari rumahnya hendak menuju ke warung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warung itu lokasinya memang dekat dengan rel kereta api. Dari rumah korban ke warung itu berjarak sekitar 50 meter," katanya, Minggu.
Dedi mengatakan saat itu korban berjalan di tengah rel kereta api dan tidak menyadari adanya kereta yang hendak melintas di belakangnya lantaran kondisi korban yang tuli.
"Pas kejadian korban terseret sekitar 150 meter. Waktu itu kereta sudah sangat dekat, jadi warga yang melihat tidak sempat untuk menarik korban saat berjalan di rel," ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, korban langsung tewas seketika dengan kondisi mengenaskan.
Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP M Kurniawan Azwar mengatakan korban sudah dibawa ke rumah sakit Siti Aisyah Lubuklinggau dan anggota sedang melakukan olah TKP.
"Benar, korban dinyatakan meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah sakit. Saat ini anggota masih di lokasi untuk melakukan olah TKP," katanya.
(csb/csb)











































