Niat Puasa Syawal: Hukum, Tata Cara, dan Keutamaannya

Niat Puasa Syawal: Hukum, Tata Cara, dan Keutamaannya

Mutiara Helia Praditha - detikSumbagsel
Senin, 30 Mar 2026 22:00 WIB
Ilustrasi buka puasa Ramadan
Ilustrasi Puasa Syawal (Dok. Gemini AI)
Palembang -

Setelah perayaan Idul Fitri, umat Islam memasuki bulan Syawal yang penuh keutamaan. Di bulan ini, berbagai amalan ibadah dianjurkan untuk terus ditingkatkan, salah satunya adalah puasa Syawal. Puasa enam hari di bulan Syawal termasuk ibadah sunah yang sangat dianjurkan dan memiliki pahala besar.

Mengutip buku Fikih Puasa karya Ali Musthafa Siregar, puasa Syawal memiliki keistimewaan berupa pahala yang setara dengan puasa selama satu tahun penuh. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:

Ω…ΩŽΩ†Ω’ Ψ΅ΩŽΨ§Ω…ΩŽ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ«ΩΩ…Ω‘ΩŽ أَΨͺΩ’Ψ¨ΩŽΨΉΩŽΩ‡Ω Ω…ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ§ مِنْ Ψ΄ΩŽΩˆΩ‘ΩŽΨ§Ω„ΩŽ ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽ ΩƒΩŽΨ΅ΩΩŠΩŽΨ§Ω…Ω Ψ§Ω„Ψ―Ω‘ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: Barang siapa yang berpuasa Ramadan, lalu mengikutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun. (HR Muslim)

Keutamaan ini berlandaskan konsep bahwa setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Puasa Ramadan selama sebulan bernilai seperti sepuluh bulan, sementara enam hari puasa Syawal setara dua bulan. Jika digabungkan, totalnya sama dengan satu tahun penuh.

ADVERTISEMENT

Hal tersebut juga ditegaskan dalam hadis lain:

Ψ΅ΩΩŠΩŽΨ§Ω…Ω Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ بِعَشَرَةِ Ψ£ΩŽΨ΄Ω’Ω‡ΩΨ±Ω ΩˆΩŽΨ΅ΩΩŠΩŽΨ§Ω…Ω سِΨͺΩ‘ΩŽΨ©Ω Ψ£ΩŽΩŠΩ‘ΩŽΨ§Ω…Ω Ψ¨ΩΨ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±ΩŽΩŠΩ’Ω†Ω ΩΩŽΨ°ΩŽΩ„ΩΩƒΩŽ Ψ΅ΩΩŠΩŽΨ§Ω…Ω Ψ§Ω„Ψ³Ω†Ψ©.

Artinya: Puasa Ramadan sama dengan sepuluh bulan, dan puasa enam hari di bulan Syawal setara dua bulan, sehingga menjadi puasa satu tahun. (HR An-Nasai)

Niat Puasa Syawal

Niat menjadi salah satu hal penting dalam menjalankan ibadah puasa. Berikut bacaan niat puasa Syawal:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω Ψ΄ΩŽΩˆΩ‘ΩŽΨ§Ω„ΩŒ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω‹ Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma shahri syawwāla sunnatan lillāhi ta'ālā.

Artinya: Saya niat puasa bulan Syawal, sunnah karena Allah ta'ala.

Tata Cara Puasa Syawal

Secara umum, tata cara puasa Syawal tidak berbeda dengan puasa lainnya. Berikut langkah-langkahnya:

  • Membaca niat puasa
  • Makan sahur
  • Menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa
  • Menyegerakan berbuka saat waktu Maghrib

Perlu diketahui, untuk puasa sunah seperti puasa Syawal, niat tidak wajib dilakukan pada malam hari. Niat masih boleh dilakukan di siang hari selama belum makan atau minum sejak terbit fajar.

Ketentuan Puasa Syawal

1. Dilaksanakan Berturut-turut

Cara paling utama adalah mengerjakan puasa Syawal secara berurutan mulai tanggal 2 Syawal selama enam hari tanpa jeda.

2. Tidak Harus Berurutan

Jika tidak mampu melakukannya secara berturut-turut, puasa Syawal tetap sah meski dilakukan secara terpisah selama masih dalam bulan Syawal.

3. Digabung dengan Qadha Ramadan

Bagi yang memiliki utang puasa Ramadan, sebagian ulama membolehkan menggabungkan niat qadha dengan puasa Syawal. Namun, ada juga pendapat yang menyarankan untuk mendahulukan qadha agar keutamaan puasa Syawal bisa diperoleh secara maksimal.

Puasa Syawal menjadi salah satu amalan ringan namun berpahala besar yang sayang untuk dilewatkan setelah Ramadan. Selain sebagai bentuk penyempurna ibadah, puasa ini juga menjadi tanda konsistensi seorang Muslim dalam beribadah.

Itulah penjelasan lengkap mengenai niat puasa Syawal, hukum, tata cara, hingga keutamaannya ya detikers. Semoga bermanfaat dan bisa diamalkan, ya!

Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads