Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Palembang masih menjadi perhatian serius. Hingga 13 Maret 2026, Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 286 kasus tersebar di berbagai kecamatan, dengan Kecamatan Seberang Ulu (SU) II mencatatkan jumlah kasus tertinggi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, mengungkapkan bahwa SU II mencatat 44 kasus, disusul Kecamatan SU I dengan 29 kasus dan Sukarami dengan 28 kasus.
"Seberang Ulu II mencatat 44 kasus sebagai kecamatan tertinggi per 13 maret 2026, lalu disusul dengan SU I dengan 29 kasus dan Sukarami 28 kasus," ujarnya, Jumat (27/3/2026)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, fluktuasi kasus cukup tajam dengan puncak tertinggi terjadi pada minggu kedua Februari sebanyak 44 kasus dalam satu pekan, angka yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Katanya, kelompok usia 5-14 tahun menjadi yang paling banyak terpapar dengan 155 kasus, disusul kelompok usia 15-44 tahun sebanyak 103 kasus.
"Anak-anak sekolah pada rentang usia 5 hingga 14 tahun adalah kelompok yang paling rentan terkena gigitan nyamuk, saat ini usai tersebut tercatat ada 155 kasus," ujarnya
Sementara itu, dari sisi jenis kelamin, penderita laki-laki tercatat 153 orang, sedikit lebih tinggi dibanding perempuan yang berjumlah 133 orang.
"Dari data kami, penderita laki-laki memang sedikit lebih tinggi, yakni 153 orang, dibandingkan perempuan yang berjumlah 133 orang," ujarnya.
Yudhi menjelaskan, jika dilihat dari Angka Insiden Rate (IR) per 100.000 penduduk, Kecamatan SU II kembali berada di posisi teratas dengan angka 40,8.
Di tingkat puskesmas, Puskesmas 7 Ulu mencatatkan IR tertinggi sebesar 55,8, diikuti Puskesmas Nagaswidak (41,4) dan Puskesmas Taman Bacaan (40,5). Sementara dari jumlah kasus murni, Puskesmas Taman Bacaan mencatatkan angka tertinggi dengan 28 pasien.
"IR tertinggi ada di Puskesmas 7 Ulu dengan angka 55,8, disusul Nagaswidak 41,4 dan Taman Bacaan 40,5. Kalau dari jumlah kasus, Puskesmas Taman Bacaan yang paling tinggi dengan 28 pasien," jelasnya.
Ia mengatakan bahwa Dinkes Palembang telah bergerak di lapangan. Seluruh 286 lokasi kasus sudah dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) sekaligus pemberian larvasida untuk memutus rantai perkembangbiakan jentik nyamuk.
"Saat ini, kami telah bergerak, jadi ada 286 lokasi sudah kami lakukan Penyelidikan Epidemiologi dan pemberian larvasida," tuturnya
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(dai/dai)











































