Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyayangkan aksi vandalisme yang merusak mural di kawasan Simpang Charitas. Padahal, mural tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat yang diharapkan menjadi bagian dari keindahan kota.
Dewa menegaskan bahwa tindakan vandalisme tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. Ia menilai aksi tersebut bukan bentuk kreativitas, melainkan perusakan fasilitas publik yang melanggar aturan.
"Perlu kami tegaskan, vandalisme bukanlah bentuk kreativitas. Ini adalah perusakan fasilitas umum yang melanggar ketentuan," katanya kepada detikSumbagsel, (26/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewa mengungkapkan, mural yang dirusak tersebut merupakan karya bersama yang seharusnya dijaga oleh seluruh elemen masyarakat. Ia pun mengingatkan pentingnya rasa memiliki terhadap fasilitas publik yang telah dibangun.
"Ini hasil kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Seharusnya dijaga, bukan justru dirusak," tegasnya.
Dewa memastikan Pemerintah Kota Palembang tidak akan mentolerir tindakan serupa. Ia menyatakan pelaku vandalisme akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.
"Pemkot tidak akan tinggal diam. Kami akan menindak tegas pelaku sesuai ketentuan hukum," katanya.
Untuk itu, Dewa juga telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang untuk melakukan penelusuran dan mencari pelaku perusakan mural tersebut.
"Saya minta Satpol PP segera melakukan pencarian terhadap pelaku vandalisme ini," ujarnya.
Meski demikian, Dewa menegaskan pemerintah tetap membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menyalurkan kreativitas, khususnya di bidang seni. Ia menyebut Pemkot Palembang akan terus memperluas ruang-ruang ekspresi seni yang legal agar tidak disalurkan melalui cara yang melanggar aturan.
"Kami tetap membuka ruang bagi kreativitas warga. Ke depan, ruang ekspresi seni yang legal akan terus kami perluas," katanya.
Dewa minta seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik yang ada di Kota Palembang. Ia menilai kota adalah cerminan warganya, sehingga perlu dirawat dengan rasa tanggung jawab.
"Kota ini adalah wajah kita bersama. Mari kita rawat dengan rasa memiliki dan tanggung jawab," tutupnya.
(dai/dai)











































