5 Daerah Sumsel Jadi Tujuan Investasi, OKI dan Palembang Tertinggi

Sumatera Selatan

5 Daerah Sumsel Jadi Tujuan Investasi, OKI dan Palembang Tertinggi

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Kamis, 26 Mar 2026 06:31 WIB
Ilustrasi Investasi
Foto: Ilustrasi investasi (Shutterstock)
Palembang -

Lima daerah di Sumatera Selatan berkontribusi tinggi terhadap realisasi investasi sepanjang 2025. Kelimanya menyumbangkan Rp 48,26 triliun dari total realisasi investasi Sumsel yang mencapai Rp 62,67 triliun.

Kelima daerah itu adalah Ogan Komering Ilir (OKI) yang berkontribusi Rp 12,34 triliun, Palembang Rp 11,45 triliun, Musi Banyuasin Rp 10,06 triliun, Muara Enim Rp 8,8 triliun, dan Lahat Rp 5,61 triliun.

Besaran realisasi itu bersumber dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Realisasi PMDN terbesar berada di Palembang yang tercatat sebesar Rp 10,36 triliun. Kemudian Musi Banyuasin Rp 9,7 triliun, Muara Enim Rp 6,85 triliun, Lahat Rp 5,56 triliun, dan Ogan Ilir Rp 4,1 triliun.

Sedangkan realisasi PMA terbesar di Sumsel berada di Ogan Komering Ilir (OKI) Rp 9,27 triliun. Kemudian Muara Enim Rp 2 triliun, Palembang Rp 1,09 triliun, Banyuasin Rp 797 miliar, dan Musi Rawas Rp 631 miliar.

ADVERTISEMENT

"Investasi PMA terbesar berasal dari Singapura yang mencapai Rp 10,27 triliun. Disusul Tiongkok Rp 1,88 triliun, Jepang Rp 1,18 triliun, Malaysia Rp 700 miliar, dan Inggris Rp 509 miliar," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel Lusapta Yudha Kurnia.

Sepanjang 2025, realisasi investasi terbesar berasal dari sektor pertambangan yang mencapai Rp 12,5 triliun. Disusul, industri kimia dan farmasi Rp 8,1 triliun dan industri kertas dan percetakan Rp 7,52 triliun.

Lalu, sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan sebesar Rp 6,41 triliun. Dan sektor listrik, gas, dan air Rp 5,79 triliun.

Diketahui, total realisasi investasi di Sumsel pada 2025 turun 11,63% dibandingkan 2024. Pada 2024 realisasi investasi mencapai Rp 70,91 triliun, sedangkan 2025 Rp 62,67 triliun.

Realisasi itu juga tak sesuai capaian target nasional sebesar Rp 78,85 triliun atau hanya 79,48%.

"Meski turun, realisasi investasi tersebut telah melampaui target RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 42,5 triliun," ungkap Lusapta.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads