11 Pemimpin Dunia yang Pernah Dikudeta atau Diserang Amerika Serikat

11 Pemimpin Dunia yang Pernah Dikudeta atau Diserang Amerika Serikat

Bagus Nugroho - detikSumbagsel
Senin, 23 Mar 2026 17:41 WIB
Gedung Putih mengunggah video terbaru Presiden Venezuela Nicolás Maduro usai penangkapan. (X/RapidResponse47)
Foto: Presiden Venezuela Nicolás Maduro (X/RapidResponse47)
Palembang -

Sejarah politik dunia tidak pernah lepas dari pengaruh-pengaruh negara adidaya, terutama Amerika Serikat. Negeri Paman Sam tersebut kerap disebut terlibat dalam berbagai operasi militer maupun intervensi politik di sejumlah negara.

Terbaru, AS bersama Israel memulai serangan gabungan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan-serangan tersebut mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Peristiwa di Iran ini menambah panjang daftar intervensi AS terhadap pemegang kekuasaan di berbagai belahan dunia. Lantas, siapa saja pemimpin dunia yang pernah mengalami nasib serupa dalam catatan sejarah?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut detikSumbagsel rangkum deretan pemimpin dunia yang pernah terguling atau diserang oleh Amerika Serikat dilansir dari laman Newsweek.

Daftar Pemimpin Dunia yang Dikudeta atau Diserang AS

1. Mohammad Mossadegh - Iran (1953)

Pemimpin dunia pertama yang dikudeta oleh CIA dengan bekerja sama dengan Inggris adalah Perdana Menteri Iran, Mohammad Mosaddegh. Tujuan kudeta tersebut adalah untuk memperkuat kekuasaan Raja Mohammad Reza Pahlavi.

ADVERTISEMENT

AS dan Inggris kala itu melabeli Mossadegh sebagai diktator. Padahal, ia merupakan pemimpin yang terpilih secara demokratis. Langkah berani Mossadegh yang menasionalisasi industri minyak Iran yang sebelumnya dijalankan perusahaan Inggris menjadi pemicu utama kudeta ini. Akibatnya, kekuasaan otoriter Shah kembali pulih demi mengamankan kepentingan minyak di wilayah tersebut.

2. Jacobo Árbenz - Guatemala (1954)

Satu tahun berikutnya pada Juni 1954, Presiden Guatemala yang telah terpilih secara demokratis, Jacobo Árbenz. juga digulingkan melalui operasi yang didukung CIA.

Kudeta dirinya dilakukan setelah para pejabat AS khawatir mengenai kebijakannya yang berhaluan kiri. Setelah Árbenz jatuh, ia digantikan oleh diktator militer Carlos Castillo Armas, yang kemudian memicu periode kekerasan politik berdarah selama puluhan tahun di negara tersebut.

3. Fidel Castro - Kuba (1961)

Mantan presiden Kuba, Fidel Castro meninggal dunia. Presiden terlama Kuba itu meninggal pada usia 90 tahun.Mantan presiden Kuba, Fidel Castro meninggal dunia. Presiden terlama Kuba itu meninggal pada usia 90 tahun. Foto: Reuters

Selanjutnya AS pernah mencoba untuk mengkudeta pemerintahan sebuah negara namun berakhir gagal. Kegagalan Amerika Serikat terjadi saat mereka mencoba menggulingkan Fidel Castro di Kuba melalui peristiwa yang dikenal sebagai Invasi Teluk Babi (Bay of Pigs).

Karena berakhir gagal, Castro tetap berkuasa hingga menyerahkan kekuasaan kepada penggantinya pada tahun 2006 karena sakit.

4. Abd al-Karim Qasim - Irak (1963)

Februari 1963, CIA mendukung kudeta kekuasaan yang dilakukan sayap militer Partai Ba'ath di Irak terhadap pemerintahan berhaluan kiri yang dipimpin oleh Abd al-Karim Qasim.

Dukungan kudeta tersebut didasarkan pada kebijakan pro-komunis dan anti-Baratnya yang dianggap sebagai sesuatu yang dapat mengancam AS. Akibatnya pasca kudeta dan terbunuhnya Qasim memberikan jalan pada pemerintahan otoriter dari Partai Ba'ath selama bertahun-tahun.

5. Ngo Dinh Diem - Vietnam Selatan (1963)

Ngo Dinh Diem, merupakan pemimpin otoriter Vietnam Selatan yang pernah dianggap AS sebagai benteng pertahanan melawan komunisme di wilayah tersebut.

Akan tetapi pada akhirnya dirinya digulingkan dan dibunuh dalam kudeta militer yang didukung CIA setelah kepercayaan terhadap kemampuannya dalam melanjutkan Perang Vietnam berkurang.

6. Hudson Austin - Grenada (1983)

Berbeda dengan operasi rahasia lainnya, penggulingan Jenderal Hudson Austin di Grenada dilakukan melalui Operasi Urgent Fury. Langkah ini ditempuh AS hanya berselang enam hari setelah Austin mengkudeta dan mengeksekusi Perdana Menteri Maurice Bishop. Operasi tersebut berhasil mengakhiri pemerintahan militer miliknya.

7. Jean-Claude "Baby Doe" Duvalier - Haiti (1986)

Diktator Haiti yang dijuluki "Baby Doc" ini melarikan diri dari negaranya setelah hampir 15 tahun berkuasa dengan tangan besi. Berbeda dengan invasi militer, kejatuhan Duvalier dipicu oleh meletusnya protes massal rakyat Haiti yang dibarengi dengan langkah Amerika Serikat menarik seluruh dukungan politik dan militernya.

Kepergiannya mengakhiri dinasti Duvalier, yang telah memerintah Haiti sebagai rezim diktator selama hampir tiga dekade.

8. Manuel Noriega - Panama (1989)

Tiga tahun berselang, Manuel Noriega, seorang jenderal militer yang memimpin Panama dan mantan informan intelijen AS, dikudeta dari kekuasaannya setelah Presiden AS kala itu, George W.H. Bush melakukan Operasi Just Cause ke Panama pada Desember 1989.

Noriega ditangkap oleh pasukan AS dan dibawa ke Amerika Serikat, di mana ia diadili dan dipenjara atas tuduhan perdagangan narkoba.

9. Saddam Husssein - Irak (2003)

Saddam HusseinSaddam Hussein Foto: Istimewa

Salah satu penggulingan pemimpin dunia yang paling menghebohkan dan berdampak luas adalah jatuhnya Saddam Hussein. Setelah memerintah Irak dengan tangan besinya selama 25 tahun, kekuasaan tersebut jatuh pasca invasi besar-besaran yang dipimpin AS.

Pasukan koalisi yang terdiri dari AS, Inggris, Australia, dan Polandia menyerbu Irak dengan tuduhan kepemilikan senjata pemusnah massal. Saddam sendiri ditangkap dalam Operasi Red Dawn pada Desember 2003.

Hingga akhir hayatnya klaim senjata tersebut tidak terbukti, dan memicu konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.

10. Muammar Gaddafi - Libya (2011)

Pemimpin dunia yang digulingkan berikutnya adalah Muammar Gaddafi. Pada akhirnya Gaddafi harus tewas di tangan para pemberontak Sirte pada 20 Oktober 2011 dan mengakhiri kekuasaanya yang telah berjalan selama 42 tahun.

AS memiliki peran penting dalam kejatuhan sang Singa Padang Pasir tersebut di mana dukungan kekuatan udara dan intelijen AS sangat penting dalam runtuhnya rezim Gaddafi.

11. Nicolás Maduro - Venezuela (2026)

Terbaru, pada awal tahun 2026 dunia digemparkan oleh ditangkapnya pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya, Cilia Flores, atas perintah langsung dari Presiden AS, Donald Trump dalam Operasi Absolute Resolve.

Operasi ini resmi mengakhiri kepemimpinan Maduro yang penuh kontroversi selama lebih dari satu dekade. Selama masa jabatannya, Venezuela mengalami krisis ekonomi hebat dengan penyusutan PDB hingga 80% dan eksodus besar-besaran penduduk.

Demikian deretan pemimpin dunia yang pernah terguling atau diserang oleh AS.

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads