Fasilitas Pasokan Air dan Energi Iran Rusak Usai Diserang AS-Israel

Internasional

Fasilitas Pasokan Air dan Energi Iran Rusak Usai Diserang AS-Israel

Rolando Fransiscus Sihombing - detikSumbagsel
Minggu, 22 Mar 2026 20:31 WIB
Sebuah gambar menunjukkan pemandangan fase 12 fasilitas ladang gas South Pars di dekat kota Kangan di selatan Iran, di tepi Teluk, pada 22 Januari 2014. Harga minyak melonjak setelah serangan Israel menghantam fasilitas Iran di ladang gas utama Teluk pada 18 Maret 2026, yang mendorong Teheran untuk menyerukan serangan balasan terhadap infrastruktur energi. Serangan tersebut menghantam ladang gas raksasa South Pars/North Dome, cadangan gas terbesar yang diketahui di dunia, yang memasok sekitar 70% gas alam domestik Iran.
Foto: Sebuah gambar menunjukkan pemandangan fase 12 fasilitas ladang gas South Pars di dekat kota Kangan di selatan Iran, di tepi Teluk, pada 22 Januari 2014. (AFP/BEHROUZ MEHRI)
Jakarta -

Konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel makin memanas. Infrastruktur air dan energi Iran yang sangat penting telah mengalami kerusakan parah akibat serangan AS dan Israel.

Dilansir detikNews dari AFP, Minggu (22/3/2026), AS dan Israel menargetkan fasilitas transmisi, pengolahan air, dan jaringan pasokan air Iran. Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, menewaskan pemimpin tertinggi republik Islam tersebut dan memicu perang yang sejak itu menyebar ke seluruh Timur Tengah.

"Infrastruktur air dan listrik vital negara itu telah mengalami kerusakan berat menyusul serangan teroris dan siber oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis," kata Menteri Energi Abbas Aliabadi, menurut kantor berita ISNA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Serangan tersebut menargetkan puluhan fasilitas transmisi dan pengolahan air dan menghancurkan sebagian jaringan pasokan air yang penting," katanya, menambahkan bahwa upaya sedang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Sebelumnya pada Minggu (22/3), Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika gagal membuka kembali Selat Hormuz yang strategis dalam waktu 48 jam.

ADVERTISEMENT

Sementara, lalu lintas melalui selat vital tersebut-yang biasanya dilalui oleh 20% minyak mentah dan gas alam cair dunia-hampir terhenti sejak dimulainya perang.

Pasukan Iran juga telah menyerang beberapa kapal, dengan mengatakan bahwa mereka gagal mengindahkan "peringatan" untuk tidak melintasi jalur air tersebut.

Beberapa hari terakhir ini, Iran telah mengizinkan beberapa kapal dari negara-negara yang dianggapnya bersahabat untuk lewat, sementara memperingatkan akan memblokir kapal dari negara-negara yang menurutnya telah bergabung dalam "agresi" terhadapnya.

Sebagai tanggapan terhadap Trump, Iran mengancam akan menargetkan infrastruktur energi dan pabrik desalinasi di seluruh wilayah tersebut.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads