Puasa Syawal 2026: Jadwal, Niat, dan Tata Caranya

Puasa Syawal 2026: Jadwal, Niat, dan Tata Caranya

Bagus Rahmat Nugroho - detikSumbagsel
Minggu, 22 Mar 2026 20:00 WIB
Ilustrasi puasa sunah Senin.
Ilustrasi puasa (Foto: ChatGPT)
Palembang -

Momen Idulfitri yang jatuh pada 1 Syawal merupakan waktu yang dinantikan oleh umat Muslim. Tapi tahukah detikers, jika ada salah satu amalan sunah yang kadang terlupakan, yaitu puasa Syawal.

Puasa Syawal merupakan puasa yang dianjurkan Rasulullah SAW karena memiliki keutamaan yang besar, yakni seolah seperti berpuasa setahun penuh. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka seolah ia telah berpuasa setahun penuh." (HR. Bukhari dan Muslim)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut detikSumbagsel sajikan informasi tentang puasa Syawal mulai dari jadwal, niat, hingga tata caranya. Yuk, simak!

Jadwal Puasa Syawal 2026

Dilansir dari laman resmi Baznas, puasa Syawal dilaksanakan selama 6 hari pada bulan Syawal, yang dimulai sejak 2 Syawal (setelah Idulfitri) hingga akhir bulan Syawal.

ADVERTISEMENT

Meski dapat dilakukan antara 2 hingga 30 Syawal, idealnya puasa Syawal dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut mulai dari tanggal 2 hingga 7 Syawal.

Perlu diketahui juga jika puasa ini dapat digabungkan dengan puasa sunnah lainnya seperti puasa qadha Ramadan, puasa Senin-Kamis, atau puasa ayyamul bid.

Berikut jadwal puasa Syawal jika dimulai pada 2 Syawal dan dilakukan secara berturut-turut:

Versi Pemerintah/NU

1 Syawal (Idulfitri): Sabtu, 21 Maret 2026

Puasa Syawal (mulai 2 Syawal): Minggu, 22 Maret 2026
Rentang utama 6 hari: 22-27 Maret 2026

Versi Muhammadiyah

1 Syawal (Idulfitri): Jumat, 20 Maret 2026
Puasa Syawal (mulai 2 Syawal): Sabtu, 21 Maret 2026
Rentang utama 6 hari: 21-26 Maret 2026
Niat Puasa Syawal

1. Niat puasa Syawal yang dibaca sejak malam hari serta puasanya berurutan selama enam hari

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ سِΨͺΩ‘ΩŽΨ©Ω مِنْ Ψ΄ΩŽΩˆΩ‘ΩŽΨ§Ω„Ω للهِ ΨͺΨΉΨ§Ω„Ω‰

Nawaitu shauma ghadin 'an adai sittatin min syawwal lillahi ta'ala

Artinya, "Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta'ala."

2. Niat puasa Syawal yang dilafalkan dari malam hari, tetapi puasanya tidak secara berurutan

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω Ψ§Ω„Ψ΄Ω‘ΩŽΩˆΩ‘ΩŽΨ§Ω„Ω لِلّٰهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Nawaitu shauma ghadin 'an adΓ’'i sunnatis SyawwΓ’li lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’

Artinya, "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta'ala."

3. Niat puasa Syawal yang dibaca di siang hari

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ω‡ΩŽΨ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω Ψ§Ω„Ψ΄Ω‘ΩŽΩˆΩ‘ΩŽΨ§Ω„Ω لِلّٰهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Nawaitu shauma hΓ’dzal yaumi 'an adΓ’'i sunnatisy SyawwΓ’li lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’

Artinya, "Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah ta'ala."

Tata Cara Puasa Syawal

Dilansir dari buku Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa karya Nursolikhin, pada dasarnya tata cara puasa Syawal sama seperti puasa pada umumnya.

1. Berniat

Sebelum berpuasa, hendaknya membaca niat terlebih dahulu. Niat tersebut dapat dibaca pada malam hari maupun ketika sahur.

2. Sahur

Setelah membaca niat puasa, umat Islam kemudian melakukan sahur. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:

"Sahurlah kalian, maka sesungguhnya dalam sahur itu ada berkahnya." (HR. Bukhari Muslim).

3. Berpuasa

Saat tiba waktu imsak, maka puasa Syawal siap untuk dimulai. Artinya, sudah tidak diperbolehkan untuk makan dan minum, serta mengerjakan hal lain yang dapat menyebabkan batalnya puasa.

4. Menyegerakan berbuka

Jika telah tiba waktu berbuka, maka disunnahkan bagi umat muslim yang mengerjakan puasa Syawal untuk menyegerakan berbuka. Rasulullah SAW bersabda:

"Allah SWT telah berfirman, 'Hamba-hamba-Ku yang lebih aku cintai ialah mereka yang paling segera berbukanya." (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)

Demikian informasi seputar puasa Syawal 2026 mulai dari jadwal, niat, hingga tata caranya. Semoga bermanfaat ya.

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads