Kebiasaan menyimpan makanan sisa atau menyetok bahan makanan untuk satu bulan ke depan kini menjadi tren di kalangan masyarakat, termasuk di Sumatera Selatan. Alasannya jelas karena efisiensi waktu dan penghematan anggaran rumah tangga.
Namun, niat hemat bisa berubah jadi sial jika makanan yang disimpan justru cepat basi, berjamur, atau busuk sebelum waktunya. Menyimpan makanan ternyata tidak sesederhana memasukkannya ke dalam lemari es.
Ada teknik, aturan suhu, hingga pemilihan wadah yang harus diperhatikan agar nutrisi makanan tetap terjaga dan keluarga terhindar dari risiko keracunan. Simak panduan lengkap yang telah dirangkum detikSumbagsel berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa Makanan Bisa Basi?
Sebelum membahas teknik penyimpanan, detikers perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi pada makanan kita. Dilansir dari perpusda.bantulkab.go.id penyebab utama pembusukan adalah aktivitas mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan ragi.
Makhluk kecil tersebut sangat menyukai lingkungan yang lembab, hangat, dan terpapar oksigen. Bakteri dapat membelah diri setiap 20 menit pada suhu antara 5Β°C hingga 60Β°C (sering disebut sebagai Danger Zone).
Inilah alasan mengapa makanan yang dibiarkan di atas meja makan dalam waktu lama sangat rentan basi. Selain faktor biologis, paparan cahaya matahari langsung juga memicu reaksi kimia (oksidasi) yang merusak warna dan aroma makanan.
Strategi Menyimpan Makanan Sisa
Seringkali kita memasak terlalu banyak atau tidak habis saat makan malam. Jangan langsung dibuang! Makanan sisa bisa dinikmati kembali asal disimpan dengan cara yang tepat. Berikut rangkuman cara menyimpan makanan sisa yang praktis.
1. Kecepatan adalah Kunci
Salah satu kesalahan umum adalah membiarkan makanan dingin di atas meja hingga berjam-jam. Aturannya jangan biarkan makanan berada di suhu ruang lebih dari 2 jam. Jika udara sedang sangat panas (di atas 32Β°C), batas waktunya berkurang menjadi hanya 1 jam. Jika sudah terlanjur lama di luar, sebaiknya panaskan kembali hingga mendidih (75Β°C) sebelum akhirnya dimasukkan ke kulkas.
2. Wadah Kecil dan Kedap Udara
Jangan menyimpan sisa opor ayam atau rendang dalam panci besar langsung ke kulkas. Pindahkan ke beberapa wadah plastik BPA-free atau kaca berukuran kecil. Mengapa? Wadah kecil membantu makanan dingin lebih cepat dan merata. Selain itu, detikers cukup mengeluarkan satu porsi kecil saat ingin makan lagi, tanpa harus memanaskan seluruh sisa makanan berkali-kali yang bisa merusak gizinya.
Manajemen Kulkas: Jangan Asal Tumpuk!
Kulkas bukan sekadar kotak pendingin, melainkan ekosistem penyimpanan yang memiliki aturan zona suhu. Berikut penempatan rak yang benar.
1. Rak Atas dan Tengah
Ini adalah area dengan suhu yang paling stabil. Cocok untuk makanan siap saji, keju, yoghurt, susu, dan sisa makanan matang.
2. Rak Bawah
Simpan produk susu (jika rak atas penuh) dan daging yang sedang dicairkan (thawing). Pastikan daging berada di dalam wadah agar cairannya tidak menetes ke makanan lain (kontaminasi silang).
3. Laci (Crisper Drawer)
Dirancang khusus untuk menjaga kelembaban sayuran hijau seperti sawi dan bayam, serta buah-buahan. Jangan mencampur buah dan sayur dalam satu laci karena beberapa buah mengeluarkan gas etilen yang membuat sayur cepat menguning.
4. Pintu Kulkas
Ini adalah area paling hangat. Hindari menyimpan susu atau telur di sini. Gunakan pintu kulkas hanya untuk bumbu botolan, sirup, atau minuman ringan.
Suhu Ideal
Pastikan suhu kulkas detikers selalu berada di bawah 4Β°C atau 5Β°C. Untuk freezer, suhu idealnya adalah -18Β°C. Pada suhu ini, pertumbuhan mikroba akan melambat drastis sehingga makanan tetap aman dikonsumsi lebih lama.
Bahan yang Justru Jangan di Masukan ke Kulkas
Percaya atau tidak, ada beberapa bahan makanan yang justru lebih cepat rusak jika masuk lemari es. Detikers sebaiknya menyimpan bahan-bahan berikut di rak dapur yang kering:
1. Kentang
Suhu dingin mengubah pati menjadi gula, membuat teksturnya berpasir dan rasanya terlalu manis.
2. Bawang Merah & Putih
Kulkas yang lembab membuat bawang cepat bertunas atau membusuk. Simpan di tempat gelap dengan sirkulasi udara baik.
3. Tomat
Udara dingin merusak membran di dalam tomat, membuatnya lembek dan kehilangan rasa aslinya.
4. Roti
Menyimpan roti di kulkas justru membuatnya lebih cepat kering dan keras. Jika ingin awet lama, simpan di freezer dalam keadaan terbungkus rapat.
Membaca Label: Best Before vs Use By
Seringkali kita membuang makanan hanya karena tanggal yang tertera sudah lewat, padahal makanan tersebut mungkin masih layak. Mari kita bedah istilahnya:
1. Best Before (Baik Digunakan Sebelum)
Ini bicara soal kualitas. Setelah tanggal lewat, makanan mungkin tidak se-renyah atau se-wangi sebelumnya, tapi masih aman dimakan. Contoh: biskuit, sereal, atau makanan kaleng.
2. Use By (Gunakan Sebelum)
Ini bicara soal keamanan. Tanggal ini biasanya ditemukan pada makanan yang mudah busuk seperti daging kemasan atau salad siap pakai. Jika sudah lewat tanggalnya, jangan dikonsumsi meski tampilannya masih bagus, karena risiko keracunan bakteri sangat tinggi.
Kebersihan adalah Pondasi
Semua tips di atas akan sia-sia jika tempat penyimpanannya kotor. Jamur dari satu buah jeruk yang busuk bisa dengan cepat menyebar ke buah lainnya melalui udara di dalam kulkas.
Lakukan pembersihan rutin minimal sebulan sekali. Gunakan campuran air hangat dan sedikit sabun atau cuka untuk mengelap rak kulkas. Pastikan tidak ada remah-remah makanan yang tertinggal di pojokan rak yang bisa menjadi sarang bakteri.
Selain itu, jangan meletakkan bahan makanan langsung di atas lantai dapur. Gunakan rak minimal 15 cm dari lantai untuk menghindari gangguan serangga atau tikus.
Menyimpan makanan dengan benar adalah investasi kesehatan sekaligus langkah nyata dalam mengurangi limbah makanan (food waste). Dengan memperhatikan suhu, pemilihan wadah, dan penempatan yang tepat, detikers tidak hanya menghemat uang belanja, tetapi juga memastikan nutrisi terbaik tersaji di meja makan keluarga.
Ingat, selalu lakukan pengecekan manual sebelum mengonsumsi. Lihat, Cium, dan Rasakan. Jika ada perubahan warna yang tidak wajar, bau asam yang menusuk, atau tekstur yang berlendir, jangan ragu untuk membuangnya demi kesehatan. Selamat mencoba tips ini di rumah, ya!
Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
Simak Video "Video Prabowo Sebut Pemulihan Aceh Sangat Cepat: Di Tenda Sudah Gak Ada Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)











































