Tata Cara Ziarah Kubur yang Benar Beserta Doa-doanya

Tata Cara Ziarah Kubur yang Benar Beserta Doa-doanya

Widia Ardhana - detikSumbagsel
Selasa, 17 Mar 2026 18:01 WIB
Umat Islam berdoa di sisi makam keluarganya saat tradisi ziarah kubur menjelang bulan suci Ramadhan di Pemakaman Muslim Wanasari, Denpasar, Bali, Senin (16/2/2026). Menurut pengurus Yayasan Muslim Wanasari Maruti Tiga Belas, sejak Jumat (13/2) sudah
Foto: Ilustrasi ziarah kubur (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Palembang -

Ziarah kubur merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah mendahului kita, ziarah kubur juga menjadi pengingat bahwa setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah SWT.

Dilansir dari detikHikmah, Islam tidak melarang umatnya untuk berziarah kubur. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam hadits, bahwa beliau pernah melarang ziarah kubur di masa awal Islam, namun kemudian membolehkannya karena ziarah kubur dapat mengingatkan manusia akan kehidupan akhirat.

Ziarah kubur biasanya dilakukan menjelang Ramadhan maupun saat Lebaran sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan kepada orang-orang terkasih yang telah tiada. Lantas, bagaimana tata cara ziarah kubur yang benar?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tata Cara Ziarah Kubur yang Benar

1. Berwudhu Terlebih Dahulu

Sebelum memasuki area pemakaman, dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Wudhu bertujuan untuk menyempurnakan dan menyucikan niat sebelum melakukan ziarah kubur, sehingga amalan yang dilakukan menjadi lebih khusyuk dan bermakna.

2. Mengucapkan Salam

Setelah tiba di area pemakaman, ucapkan salam kepada para penghuni kubur. Hukum mengucapkan salam ini adalah sunnah. Adapun bacaannya adalah sebagai berikut:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ القُبُورِ ، يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ ، أَنْتُمْ سَلَفُنَا ، وَنَحْنُ بِالأَثَرِ

Latin: Assalamualaikum ya ahlal quburi, yaghfirullahu lana wa lakum, antum salafuna, wa nahnu bil-atsar

Artinya: "Salam sejahtera semoga terlimpah kepada kalian wahai penghuni kubur, semoga Allah mengampuni (dosa) kami dan kalian. Kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul kalian."

3. Berzikir Menghadap Kiblat

Setelah mengucap salam, berzikirlah sambil menghadap kiblat. Zikir yang dibaca bisa berupa tasbih, takbir, dan tahmid. Salah satu lafaz zikir yang bisa diamalkan adalah:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَة

Latin: Assalaamu 'alaikum 'ahlad diyaari minal mu'miniina wal muslimiina wa innaa in syaa Allahu bikum lahiquun, asalu Allahu lanaa wa lakumul 'aafiyah

Artinya: "Keselamatan kepada penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin, kami InsyaAllah akan menyusul kalian semua. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian semua." (HR Muslim)

4. Membaca Surah Pendek

Membaca surah pendek sangat dianjurkan ketika berziarah kubur. Berdasarkan riwayat Al-Marwazi dari Ahmad bin Hanbal, ketika memasuki area pemakaman dianjurkan untuk membaca surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, dan Al-Mu'awwidzatain, dengan menghadiahkan pahalanya kepada penghuni kubur. Para ulama menegaskan bahwa pahala bacaan tersebut akan sampai kepada mereka yang telah meninggal dunia.

Imam Nawawi dalam kitab Raudhatut Thalibin juga menjelaskan bahwa orang yang sudah meninggal itu seperti orang yang masih hadir, sehingga masih membutuhkan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Membaca Al-Quran di kuburan menjadi salah satu cara untuk mendoakan dan memohonkan rahmat bagi mereka yang telah tiada, sekaligus mendatangkan manfaat bagi orang yang membacanya.

5. Mendoakan Orang yang Telah Meninggal

Mendoakan mayat merupakan inti dari ziarah kubur itu sendiri. Rasulullah SAW pernah menziarahi makam para sahabat dan memohonkan ampunan untuk mereka. Ini menjadi teladan bagi umat Islam bahwa ziarah kubur bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan momen untuk mendoakan orang-orang yang telah mendahului kita.

6. Tidak Duduk atau Berjalan di Atas Kuburan

Salah satu adab penting yang wajib diperhatikan saat ziarah kubur adalah tidak duduk atau berjalan di atas kuburan. Rasulullah SAW menegaskan dalam sebuah hadits bahwa duduk di atas bara api hingga membakar pakaian dan menembus kulit lebih baik daripada duduk di atas kuburan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menghormati penghuni kubur.

7. Menyiramkan Air di Atas Kuburan

Menyiramkan air di atas kuburan termasuk sunnah yang pernah dilakukan Rasulullah SAW. Beliau pernah menyiramkan air di atas kubur putranya, Ibrahim, dan meletakkan kerikil di atasnya sebagaimana diriwayatkan dalam hadits riwayat Abu Daud.

Doa Ziarah Kubur

Dikutip dari NU Online, selain zikir dan surah pendek, ada beberapa doa khusus yang bisa dibaca saat ziarah kubur, dilansir dari kitab Al Adzkar oleh Imam Nawawi:

Doa Pertama

السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ أنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ

Latin: Assalaamu 'alaikum 'ala ahlid diyaari minal mu'miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun, antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba'un

Artinya: "Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum mukminin dan kaum muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Kalian adalah pendahulu kami, dan kami akan mengikuti kalian." (HR Nasa'i & Ibnu Majah)

Doa Kedua

السَّلَامُ علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ

Latin: Assalaamu 'ala ahlid diyaari minal mu'miniina wal muslimiin, wa yarhamullahu almustaqdimiina minna wal musta'khiriina, wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun

Artinya: "Salam atas penghuni pemukiman yang terdiri dari orang-orang mukminin dan muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kita dan orang-orang belakangan. Sungguh kami insya Allah benar-benar akan menyusul kamu." (HR Muslim, dari Aisyah)

Doa Ketiga

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, waghsìlhu bìl maa'ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì. Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

Artinya: "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR Muslim)

Membaca Tahlil Bersama

Selain doa-doa di atas, salah satu amalan yang lazim dilakukan masyarakat Indonesia saat ziarah kubur adalah membaca tahlil secara bersama-sama. Tahlil biasanya dilakukan secara berkelompok bersama keluarga, tetangga, atau masyarakat setempat di sekitar kuburan dalam suasana yang khusyuk dan penuh ketenangan.

Hal ini selaras dengan penjelasan para ulama bahwa doa orang yang masih hidup sangat bermanfaat bagi orang yang sudah meninggal. Doa tersebut diyakini dapat membantu meringankan beban di alam kubur dan memberikan ketenangan bagi mereka yang telah tiada.

Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads