Bapanas Tinjau Pasar Lubuklinggau, Harga Cabai dan Daging Sapi Naik

Sumatera Selatan

Bapanas Tinjau Pasar Lubuklinggau, Harga Cabai dan Daging Sapi Naik

M Rizky Pratama - detikSumbagsel
Sabtu, 14 Mar 2026 15:20 WIB
Bapanas lakukan pengecekan harga pasar di Lubuklinggau
Foto: Bapanas lakukan pengecekan harga pasar di Lubuklinggau (M Rizky Pratama)
Lubuklinggau -

Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan pengecekan harga pangan di pasar Lubuklinggau jelang hari raya lebaran. Hasilnya, ditemukan harga komoditas cabai dan daging sapi meningkat.

Peninjauan yang dilakukan bersama Disperindag, Bulog, dan Pidsus Polres Lubuklinggau tersebut dilakukan di Pasar Bukit Sulap dan Pasar Inpres pada Jumat (13/3/2026) dan Sabtu (14/3/2026).

Direktur Stabilisasi dan Cadangan Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono mengatakan dari hasil pengecekan lapangan, hampir pasokan dan harga pangan di Kota Lubuklinggau tergolong aman. Namun ada kenaikan pada harga cabai dan daging sapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita melakukan pengecekan dan melihat tentang ketersediaan pasokan dan harga pasar. Karena sudah mau lebaran kita mengecek kondisi lapangan. Kita lihat hampir semua pasokan pangan masih tergolong aman. Namun ada kenaikan pada cabai dan daging," katanya saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Sabtu (14/3/2026).

Diketahui untuk harga cabai merah besar Rp 37.000/kg, cabai hijau besar Rp 30.000/kg, cabai rawit merah Rp 75.000/kg, dan cabai rawit hijau Rp 48.000/kg. Sementara harga daging sapi mencapai Rp 150.000 hingga 155.000/kg.

ADVERTISEMENT

"Kalau cabai harganya meningkat karena cuaca hujan, jadi hasil petikannya berkurang sehingga pasokan berkurang. Namun dari segi produksi sudah dicek dan aman, cuman petikan yang berkurang," ungkapnya.

"Kalau daging ada kenaikan juga tapi masih batas yang normal. Dari informasi para pedagang, kenaikan ini karena stoknya terbatas dan permintaannya meningkat. Mereka juga mengatakan agak susah sekarang mencari stoknya," sambungnya.

Selain itu, Maino menjelaskan adanya harga distribusi pengangkutan sapi juga menjadi penyebab meningkatnya harga daging sapi.

"Sapi di ternak pengembangan itu cukup, namun tidak semua daerah itu ada. Jadi contohnya untuk distribusi dari daerah Lampung ke Palembang itu ada cost distribusi dan pengangkutan. Hal tersebut juga jadi faktor meningkatnya harga daging sapi," ungkapnya.

Selain dari kedua barang tersebut, Maino mengatakan semua pangan masih tergolong aman.

"Kita pastikan masyarakat tidak perlu panik, pemerintah, distributor, produsen pangan itu stoknya sudah cukup," ujarnya.

Hingga lebaran nanti, Maino mengaku pihaknya akan berfokus pada harga jual MinyaKita di pasaran nanti.

"MinyaKita harga HET-nya Rp 15.700/liter, jadi kita akan fokus yang tidak dipasok oleh Bulog karena harganya biasanya lebih tinggi," tuturnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads