Polda Sumsel dan Bulog Gencarkan GPM, 135 Ton Beras Disalurkan

Sumatera Selatan

Polda Sumsel dan Bulog Gencarkan GPM, 135 Ton Beras Disalurkan

A Reiza Pahlevi, Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Jumat, 13 Mar 2026 13:30 WIB
Pelaksaanan pasar murah di Palembang yang digelar Polda Sumsel dan Bulog Sumsel Babel
Foto: Pelaksaanan pasar murah di Palembang yang digelar Polda Sumsel dan Bulog Sumsel Babel (Dok. Istimewa)
Palembang -

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Polda Sumsel menggelar Gerakan Pangan Murah Polri secara serentak di 47 titik di Sumsel. Sebanyak 135,5 ton beras disalurkan kepada kurang lebih 20.325 warga di seluruh wilayah Sumsel.

Polda Sumsel bersama Perum Bulog serta pemerintah daerah menggelar acara tersebut sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Gerakan Pangan Murah tersebut di Pusatkan di halaman Gudang Bulog Sukamaju, Kecamatan Sako, Kota Palembang pada Jumat (13/3/2026) pagi.

Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho mengatakan keterjangkauan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri menjadi faktor penting, dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Menurutnya, pangan merupakan isu strategis nasional, yang memiliki hubungan langsung dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketahanan pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan bahan pokok, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial masyarakat. Karena itu Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau," katanya dalam sambutan.

Pada pelaksanaan di tahun 2026 ini, Polda Sumsel menyalurkan beras melalui 47 titik distribusi yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Sumsel. Dengan pemusatan di Gudang Bulog Sukamaju Palembang, Perum Bulog menyediakan sekitar 10 ton beras yang dikemas dalam puluhan ribu paket untuk masyarakat.

ADVERTISEMENT

Setiap pembelian beras juga disertai bonus bahan kebutuhan rumah tangga seperti minyak goreng, gula atau kecap, sebagai bentuk dukungan tambahan bagi masyarakat. Program Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari dukungan Polri, terhadap program prioritas pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

Sementara itu, Bulog juga tengah menjalankan penugasan dari Badan Pangan Nasional (BPN) untuk menyalurkan bantuan pangan kepada 968.499 penerima manfaat di Sumatera Selatan, dengan total alokasi sekitar 19.369 ton beras pada periode Februari hingga Maret 2026. Sementara untuk alokasi MinyaKita ada sebanyak 3.873 juta liter.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumsel Babel Mersi Windrayani mengatakan penyaluran bantuan pangan ini dilakukan berdasarkan surat penugasan dari Badan Pangan Nasional Nomor 204. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

"Setiap PBP akan menerima bantuan beras sebanyak 20 kg dan Minyakita 4 liter untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026," ujar Mersi.

Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut bertujuan untuk membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat serta menjaga daya beli, khususnya bagi keluarga yang tergolong rentan secara ekonomi.

Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menstabilkan pasokan dan harga pangan pada momen Idulfitri 2026.

"Kami berharap bantuan pangan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di daerah," katanya.

Saat ini, cadangan beras pemerintah yang dikuasai Bulog Sumsel dan Babel sebanyak 90.097 ton. Stok ini berasal dari pengadaan dalam negeri, yang pada tahun ini telah menyerap 95.147 ton di tingkat petani.

"Stok ini salah satunya dipergunakan untuk penyaluran beras SPHP, di mana pada tahun 2026 ini telah disalurkan sebanyak 7.667 ton," katanya.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut kegiatan ini dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Menurutnya, Bulog Sumsel Babel memiliki tugas menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 3.000 ton per bulan sehingga diperlukan kerja sama banyak pihak agar distribusi berjalan lancar.

Ia menilai Gerakan Pangan Murah sangat membantu masyarakat, terutama karena menyangkut kebutuhan pokok. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga mendapat tambahan bonus seperti gula atau minyak goreng saat membeli beras.

"Begitu banyak masyarakat yang terbantu karena ini kebutuhan pokok. Apalagi ada 'gula-gula' (hadiah), yaitu beli beras gratis gula atau minyak," katanya.

Deru juga mengimbau berbagai lembaga untuk membantu penyaluran beras SPHP melalui kegiatan serupa dengan distribusi minimal dua ton setiap kegiatan. Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan panic buying menjelang Hari Raya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads