Tren Kasus ISPA Turun, Warga Palembang Diminta Waspadai Penularan

Sumatera Selatan

Tren Kasus ISPA Turun, Warga Palembang Diminta Waspadai Penularan

Nadiya - detikSumbagsel
Sabtu, 14 Mar 2026 09:01 WIB
Jangan Anggap Sepele! Ini 6 Tanda Bahaya ISPA pada Anak Menurut Dokter
Foto: Ilustrasi ISPA (Getty Images/Dimensions)
Palembang -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mencatat tren kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir. Meski demikian, masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik tetap diimbau mewaspadai potensi penularan di titik-titik keramaian.

Kabid P2P Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan menyebutkan, total kasus ISPA pada Januari tercatat sebanyak 14.368 kasus. Angka tersebut mengalami penurunan menjadi 11.514 kasus pada Februari, dan hingga pertengahan Maret ini belum menunjukkan adanya lonjakan signifikan.

"Sejauh ini belum ada peningkatan kasus yang signifikan dibandingkan bulan lalu. Meskipun secara akumulasi menurun, pola penyebaran virus ini tetap harus diantisipasi," ujarnya kepada detikSumbagsel, Kamis (12/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kewaspadaan ini perlu ditingkatkan mengingat tingginya mobilitas warga di pusat-pusat transportasi menjelang Idulfitri. Dinkes menilai pergerakan massa yang besar menjadi faktor risiko meskipun tren penyakit sedang melandai.

Menariknya, data Dinkes menunjukkan bahwa kasus ISPA saat ini tidak lagi didominasi oleh kelompok rentan seperti anak-anak atau lansia. Mayoritas pasien yang terpapar justru berada pada kelompok usia produktif atau dewasa.

ADVERTISEMENT

"Untuk jumlah kasus ISPA terbanyak saat ini berada pada kategori umur dewasa, yakni rentang usia 19 hingga 59 tahun," jelasnya.

Terkait risiko penularan selama arus mudik, Yudhi mengingatkan bahwa area publik dengan kepadatan pengunjung tinggi menjadi lokasi paling rawan. Titik-titik seperti pusat perbelanjaan, pasar, stasiun, terminal, hingga bandara menjadi zona merah persebaran virus melalui udara.

Pemerintah Kota Palembang pun mengimbau pemudik untuk tetap menjaga kondisi fisik dan menerapkan protokol kesehatan sederhana saat berada di kerumunan. Langkah ini diperlukan agar masyarakat dapat menjalani momen lebaran dalam kondisi sehat tanpa gangguan pernapasan.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads