Banggar DPRD Sumsel Janji Batalkan Pengadaan Nyeleneh Rumdis Pimpinan

Sumatera Selatan

Banggar DPRD Sumsel Janji Batalkan Pengadaan Nyeleneh Rumdis Pimpinan

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Jumat, 13 Mar 2026 08:00 WIB
Anggota DPRD Sumsel Yansuri.
Anggota DPRD Sumsel Yansuri (Foto: A Reiza Pahlevi)
Palembang -

DPRDSumatera Selatan memastikan akan membatalkan sejumlah pengadaan di rumah dinas (rumdis) pimpinan. Pemilahan akan dilakukan hingga akhirnya nanti diputuskan paket pengadaan mana saja yang akan dihapus.

"Pada prinsipnya anggaran (pengadaan fasilitas rumah pimpinan dewan) ini, akan dibatalkan," ujar Anggota DPRD Sumsel Yansuri usai menerima puluhan massa aksi dari Generasi Muda Institut, Kamis (12/3/2026).

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel ini berkilah dan enggan memastikan anggaran kemewahan rumah dinas pimpinan itu bersumber dari sekretariat atau dari ketua dan para wakil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itukan anggarannya tidak untuk anggota. (Indikasinya dari pimpinan) Iya, lihat saja itu kan bukan untuk gedung DPRD, tapi (untuk rumah) pimpinan. Tapi, saya sebagai anggota banggar (Badan Anggaran DPRD Sumsel) bisa mengusulkan itu, dilakukan pembatalan. Ini (pertemuan dengan massa aksi), saya tidak mewakili pimpinan dewan, tapi sebagai anggota DPRD," jelasnya.

Politisi dari Partai Golkar ini menyebut, pembatalan pengadaan item-item paket rumah dinas tidak akan dilakukan seluruhnya.

ADVERTISEMENT

"Tidak seluruh dibatalkan, hal-hal yang nyeleneh saja yang dibatalkan. Yang kira-kita tidak bermasalah, tidak kita batalkan. Seperti kebutuhan rumah tangga, yang wajar-wajar saja. Kalau rumah kan harus pakai gorden, rumah pimpinan kan harus ada kursi, lampu-lampu juga harus ada. Yang wajar-wajar saja," ungkapnya.

Yansuri yang pernah menjabat sebagai pimpinan dewan juga mengungkapkan bahwa pengadaan yang dilakukan saat ini belum dilakukan pembelian. Pengadaan ini masih tahap perencanaan dan tender di SIRUP LKPP.

"Ini belum, kalau lolos sudah dibelanjakan. Baru masuk rencana saja, ini kita upayakan jegal. Belum sempat dibelanjakan, ini kemudian ketahuan dan banyak mendapat penolakan," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, dilihat dari data SIRUP LKPP per 12 Maret 2026, beberapa pengadaan untuk rumah dinas dibatalkan. Di antaranya adalah meja biliar dan heat pump yang dibatalkan.

Meski membatalkan beberapa pengadaan, DPRD Sumsel masih merencanakan penganggaran fasilitas mewah untuk rumah dinasnya. Tak tanggung-tanggung, anggaran pengadaan dari data SIRUP LKPP mencapai Rp 8,68 miliar untuk 11 item. Tertinggi untuk pembelian perabot rumah tangga (meubelair) yang mencapai Rp 4,6 miliar.

Pengadaan meubelair hanya untuk dua rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel. Yakni, untuk rumah dinas Wakil Ketua I Raden Gempita dari Partai Gerindra senilai Rp 2,29 miliar dan Wakil Ketua III Ilyas Panji Alam dari PDIP sebesar Rp 2,3 miliar.

Selain meubelair, pengadaan yang bernilai fantastis adalah pembangunan aula di rumah dinas Wakil Ketua II DPRD Sumsel Nopianto dari Partai NasDem yang mencapai Rp 1,87 miliar.

Sementara untuk pengadaan dua meja biliar yang sempat bikin heboh untuk Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie dan Wakil Ketua III Ilyas senilai Rp 486,9 juta, telah dibatalkan.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads