Rusli (70), warga Kampung Nelayan 1 Sungailiat, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung (Babel) dilaporkan hilang saat melaut. Tim SAR gabungan telah turun selama 3 hari hingga kini nelayan paruh baya tersebut belum ditemukan.
"Memasuki hari ketiga, operasi pencarian terhadap Rusli (70), nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Sungailiat masih terus dilakukan Tim SAR Gabungan. Hingga saat ini, keberadaan korban beserta perahu kolek miliknya belum kunjung ditemukan," kata Kepala Basarnas Babel Mikel Rachman Junika, Selasa (10/3/2026).
Mikel menegaskan operasi SAR di hari ketiga ini tim terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban. Termasuk, mempersempit area pencarian berdasarkan evaluasi pergerakan arus dan titik terakhir korban diketahui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operasi hari ketiga ini, fokus pencarian kami arahkan ke kawasan karang di sekitar lokasi kejadian. Kami mengoptimalkan pengerahan dua unit perahu karet (rubber boat) untuk menyisir area tersebut," tegasnya.
"Kita berharap keberadaan korban beserta perahunya dapat segera ditemukan," timpalnya.
Rusli berangkat melaut pada 7 Maret 2026 pukul 03.00 WIB, dari Dermaga Nelayan 1 Sungailiat, menuju perairan Karang Berindu, seorang diri. Korban biasanya kembali ke dermaga pada pukul 12.00 WIB di hari yang sama.
"Biasanya pukul 12.00 di hari yang sama pulang, namun hingga sore korban tak kunjung terlihat. Ada seorang saksi, tetangga korban sempat melihat perahunya berada di area antara Karang Kranas dan Karang Berindu," terangnya.
"Anak korban sempat melakukan pencarian mandiri bersama nelayan setempat, namun hasilnya nihil. Mengingat stok BBM cadangan korban hanya tersisa sekitar 5 liter, pihak keluarga memutuskan melaporkan kejadian ini ke Kantor SAR Pangkalpinang," sambungnya.
Terima laporan, Basarnas memberangkatkan tim rescue menuju lokasi kejadian bersama tim SAR gabungan, tepatnya di Pantai Teluk Uber. Upaya pencarian dua unit perahu karet milik Basarnas dan Laskar Sekaban untuk menyisir area tersebut, namun hingga hari ketiga pencarian korban belum bisa ditemukan.
(dai/dai)











































