DPRDSumatera Selatan menganggarkan membeli meja biliar untuk di rumah dinas pimpinan dan wakil ketua III. Penganggaran itu pun mendapat sentilan darii Wakil Menteri Dalam Negeri BimaArya.
Bima menyebut alokasi anggaran sebaiknya tetap pada prinsip kebermanfaatan dan mengutamakan prinsip urgensi.
"Semestinya alokasi anggaran tetap didasarkan pada prinsip urgensi dan kebermanfaatan," kata Bima Arya dilansir detikNews, Selasa (10/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Bima, seharusnya anggaran tersebut digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat. Dirinya berharap anggaran tersebut direalokasi untuk hal lain.
"Sebaiknya realokasi saja untuk hal yang lebih memberikan manfaat bagi pelayanan publik atau kinerja," ujarnya.
Rencana Beli Meja Biliar Hilang dari SIRUP LKPP
Sekretariat DPRD Sumatera Selatan membatalkan pengadaan meja biliar untuk dua rumah dinas pimpinan dewan. Rencana pembelian alat olahraga itu tak lagi terlihat di SIRUP LKPP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah).
Sebelumnya, Setwan DPRD Sumsel merencanakan penganggaran untuk pembelian meja biliar ketua dan wakil ketua. Anggaran senilai Rp 486,9 juta yang akan dikeluarkan untuk pembelian meja biliar menimbulkan polemik.
Rencananya, meja biliar untuk Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie dianggarkan sebesar Rp 151 juta. Sedangkan meja biliar untuk wakil ketua III nilainya lebih besar dua kali lipat, yakni sebesar Rp 335,9 juta.
Dilihat detikSumbagsel, kini jumlah paket pengadaan pada laman tersebut menyisakan 25 paket per 10 Maret 2026 pukul 01.47 WIB. Padahal, sebelumnya terdapat 31 paket yang direncanakan dibeli setwan, termasuk meja biliar yang diduga menjadi usulan kedua pimpinan.
Sekretaris DPRD Sumsel Aprizal yang dikonfirmasi terkait ketiadaan paket pengadaan dua unit meja biliar pada laman SIRUP LKPP belum mau bicara banyak. Dia juga tak mau memastikan jika pengadaan meja biliar itu dibatalkan.
"Nanti tunggu kabag humas (yang akan memberi penjelasan)," ujarnya singkat ketika dihubungi detikSumbagsel, Selasa (10/3/2026).
Senada, Kabag Humas DPRD Sumsel Hadiyanto yang dikonfirmasi terkait itu juga tak memberi jawaban.
Sebelumnya, Hadiyanto menyebut rencana pembelian meja biliar itu untuk menunjang aktivitas pimpinan dewan. Padahal, pemerintah telah memastikan kebijakan efisiensi anggaran harus dilakukan. Namun, DPRD Sumsel malah menganggarkan untuk pembelian meja biliar Rp 486,9 juta.
"Alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan," ujarnya, kepada detikSumbagsel, Sabtu (7/3/2026).
(csb/csb)
