- Doa agar Terhindar dari Penyakit Ain : Arab, Latin, dan Arti 1. Doa Pelindung dari Penyakit Ain Versi Pertama 2. Doa Pelindung dari Penyakit Ain Versi Kedua 3. Doa Malaikat Jibril untuk Kesembuhan
- Bacaan Al-Qur'an sebagai Pelindung 1. Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255) 2. Surat Yasin Ayat 9 Ayat 3. Mu'awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas)
- Amalan untuk Menghindari Penyakit Ain 1. Rutin Membaca Surah Al-Mu'awwidzatain 2. Membaca Doa Saat Merasa Kagum Melihat Seseorang 3. Menjauhi Sifat Riya
Penyakit ain adalah gangguan nyata yang bersumber dari tatapan mata penuh dengki atau kekaguman berlebihan. Rasulullah SAW sendiri menegaskan kebenarannya melalui sabda beliau:
"Ain itu benar-benar ada, andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ain itu yang bisa." (HR. Muslim).
Penyakit ini tidak mengenal usia, dari anak-anak hingga orang dewasa pun bisa terkena dampaknya. Para ulama menjelaskan bahwa ain terjadi ketika pandangan seseorang yang memiliki tabiat buruk jatuh kepada orang lain, lalu dimanfaatkan oleh setan untuk mendatangkan bahaya. Karenanya, setiap muslim perlu membentengi diri dengan doa dan amalan pelindung yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doa agar Terhindar dari Penyakit Ain : Arab, Latin, dan Arti
Dilansir dari detikHikmah, terdapat beberapa doa yang diajarkan dalam Islam untuk melindungi dari penyakit ain, kejahatan makhluk, dan untuk kesembuhannya. Berikut adalah beberapa pilihan doa yang bisa diamalkan sehari-hari sebagai bentuk perlindungan dan ikhtiar spiritual:
1. Doa Pelindung dari Penyakit Ain Versi Pertama
Berikut doa yang bersumber dari Kitab Al-Adzkar Imam Nawawi (terjemahan Ulin Nuha):
أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
"U'iidzuka bikalimatillahit taammati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli 'ainin laammah."
Artinya: "Aku memohon perlindungan kepada Allah untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala setan, binatang berbahaya, serta dari ain yang mencela." (HR. Bukhari)
Perlu diperhatikan, kata u'iidzuka digunakan untuk laki-laki. Jika doa ini ditujukan untuk perempuan, maka kata tersebut diganti menjadi u'iidzuki.
2. Doa Pelindung dari Penyakit Ain Versi Kedua
Selain doa di atas, terdapat pula doa perlindungan lainnya yang lebih singkat untuk diamalkan, sebagaimana diriwayatkan dalam HR. Muslim dan Ibnu Sinni:
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
"A'udzu bi kalimatillahit tammati min syarri maa khalaq."
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan segala ciptaan-Nya." (HR. Muslim dan Ibnu Sinni)
3. Doa Malaikat Jibril untuk Kesembuhan
سْمِ اللهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيكَ
Artinya: "Dengan nama Allah, aku bacakan ruqyah untukmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa dan mata yang iri. Semoga Allah menyembuhkanmu."
Bacaan Al-Qur'an sebagai Pelindung
Dikutip dari website resmi Yayasan Syekh Ali Jaber, Al-Qur'an merupakan syifa' atau penawar dan pelindung bagi setiap Muslim. Beberapa ayat berikut dikenal memiliki keutamaan khusus sebagai benteng dari gangguan penyakit ain:
1. Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255)
Ayat Kursi telah lama dikenal sebagai salah satu ayat yang memiliki kekuatan perlindungan dari berbagai gangguan, baik yang berasal dari makhluk kasat mata maupun yang tidak. Mengamalkannya seusai shalat atau di saat hati merasa gelisah dan terganggu diyakini mampu menjadi perisai yang kokoh bagi seorang Muslim.
2. Surat Yasin Ayat 9 Ayat
Ayat ini kerap diamalkan sebagai perlindungan dari segala bentuk ancaman dan bahaya, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi:
"Kami memasang penghalang di hadapan mereka dan di belakang mereka, lalu Kami tutup pandangan mereka sehingga mereka tidak bisa melihat."
3. Mu'awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas)
Kedua surat penutup Al-Qur'an ini mengandung permohonan perlindungan kepada Allah dari berbagai kejahatan, termasuk kedengkian manusia yang menyimpan iri hati serta pengaruh buruk sihir yang dapat mendatangkan mudharat.
Amalan untuk Menghindari Penyakit Ain
Dikutip dari buku Ihya 345 Sunnah Nabawiyah karya DR. Raghib As-Sirjani, Rasulullah SAW memiliki amalan khusus untuk menangkal ain. Buku Syarah Hisnul Muslim susunan Syaikh Majdi Abdul Wahab Al-Ahmad (terjemahan Abdul Rosyad Shiddiq) juga merinci beberapa cara yang bisa diamalkan:
1. Rutin Membaca Surah Al-Mu'awwidzatain
Membaca Surah Al-Mu'awwidzatain, yakni Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas, setiap malam sebelum tidur merupakan amalan utama penangkal ain. Rasulullah SAW menambahkan bacaan Surah Al-Ikhlas dalam amalannya ini.
Aisyah meriwayatkan bahwa setiap menjelang tidur, Rasulullah SAW meniupkan napas ke kedua telapak tangannya sambil membaca tiga surah tersebut, lalu mengusapkannya ke wajah dan seluruh tubuh yang dapat dijangkau. Saat beliau sakit, beliau meminta Aisyah untuk melakukan hal yang sama.
2. Membaca Doa Saat Merasa Kagum Melihat Seseorang
Ketika seorang Muslim merasa kagum melihat penampilan atau keadaan orang lain, dianjurkan untuk segera mengucapkan:
مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَيْهِ
"Maa syaa-allaahu laa quwwata illa billaahi, Allahumma baarik 'alaih."
Artinya: "(Inilah) apa yang dikehendaki Allah, tiada kekuatan selain dengan Allah, ya Allah berkahilah ia."
Doa ini berfungsi sebagai penghalang agar kekaguman tersebut tidak berubah menjadi ain bagi orang yang dipandang.
3. Menjauhi Sifat Riya
Riya atau pamer merupakan sifat tercela yang tidak hanya dibenci Allah SWT, tetapi juga berpotensi memancing kekaguman berlebihan dari orang lain. Kekaguman yang tidak disertai doa keberkahan inilah yang bisa berujung pada ain.
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
Baca juga: Cara Mencegah dan Menyembuhkan Penyakit Ain |
(dai/dai)











































