Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar Sesuai Hadis Rasulullah SAW

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar Sesuai Hadis Rasulullah SAW

Bagus Nugroho - detikSumbagsel
Senin, 09 Mar 2026 18:00 WIB
Mengenal Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar
Foto: Ilustrasi malam Lailatul Qadar (20Detik)
Palembang -

Pada sepuluh malam terakhir Ramadan terdapat satu malam yang sangat dinantikan umat Islam, yakni Lailatul Qadar. Malam tersebut merupakan malam yang penuh kemuliaan, bahkan lebih baik dari seribu bulan.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berburu malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Namun, waktu pastinya tidak diketahui secara jelas agar umat Islam terus meningkatkan ibadah sepanjang malam-malam tersebut.

Lantas, apakah ada tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar? Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai tanda malam Lailatul Qadar sesuai hadis Rasulullah SAW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa Tanda Malam Lailatul Qadar Sesuai Hadis

Dirangkum dari detikHikmah dan berbagai sumber lainnya. Berikut beberapa tanda datangnya malam Lailatul Qadar sesuai hadis, di antaranya:

1. Malamnya Terang

Ciri pertama malam Lailatul Qadar dijelaskan dalam hadis berikut:

ADVERTISEMENT

Diriwayatkan dari 'Ubadah bin Shamit, bahwa dia bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang Lailatul-Qadar. Lalu beliau bersabda: "Dalam bulan Ramadhan inilah pada sepuluh malam terakhir, sesungguhnya malam ganjil itu pada malam 21, 23, 25, 27, dan 29, atau pada malam terakhir dalam bulan Ramadhan. Barangsiapa bangun (shalat) pada malam itu dengan iman dan ikhlas, maka akan diampuni dosa- dosanya yang telah lalu. Di antara tanda-tandanya adalah bahwa malam itu keadaannya terang, tenang, sunyi, tidak panas, dan tidak dingin, seolah-olah di situ ada bulan bercahaya, tidak ada bintang yang dilemparkan pada malam itu hingga pagi. Termasuk tanda-tandanya pula bahwa sesungguhnya pada pagi hari itu, matahari akan terbit, cahayanya tidak menyengat bagaikan bulan purnama. Pada hari itu, Allah mengharamkan Setan keluar bersamanya" (HR. Ahmad dan al-Baihaqi)

2. Tenang dan Sunyi

Hadis riwayat Ahmad dan Al-Baihaqi juga menjelaskan mengenai tanda lain dari malam Lailatul Qadar yaitu tenang dan sunyi. Bahkan keadaanya sangat tenang, sehingga tidak ada bintang yang dilemparkan di malam tersebut hingga pagi.

3. Angin Berhembus Lembut

Tanda ketiga, langit pada malam Lailatul Qadar bersinar terang dan udaranya terasa sejuk. Pada malam tersebut angin berhembus kencang dan tidak ada petir. Hal ini sesuai dengan hadis dari sahabat Jahir bin Abdullah bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya aku melihat Lailatul Qadar kemudian aku melupakannya, Lailatul Qadar turun pada 10 akhir (bulan Ramadhan) yaitu malam yang terang, tidak dingin, tidak panas, serta tidak turun hujan." (HR Ibnu Khuzaimah No 2190 dan Ibnu Hibban No 3688 dan disahihkan oleh keduanya)

4. Matahari Pagi Tak Terik

Matahari pagi terbit dalam keadaan jernih dan tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka'ab bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Subuh hari dari malam Lailatul Qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik." (HR. Muslim)

Sebagaimana dikatakan oleh Ubay bin ka'b RA pada hadis:

بِالْعَلاَمَةِ أَوْ بِالآيَةِ الَّتِي أَخْبَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, أَنَّهَا تَطْلُعُ يَوْمَئِذٍ لاَ شُعَاعَ لَهَا

Artinya: "Dengan tanda yang pernah Rasulullah kabarkan kepada kami, yaitu (matahari) terbit (pada pagi harinya) tanpa sinar (yang terik)."

5. Terjadi pada Malam Ganjil di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan

Rasulullah SAW bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. (HR Bukhari dan Muslim)

Selain itu, Rasul SAW juga menjelaskan jika malam penuh kemuliaan ini terjadi pada malam ganjil seperti 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.

Dari Ubada bin Shamit, Rasulullah SAW bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil, yaitu malam 21, 23, 25, 27, atau 29, atau pada akhir malam Ramadhan." (HR Tirmidzi)

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar

1. Mengikuti Salat Berjamaah

Menunaikan salat Isya dan Subuh secara berjamaah merupakan salah satu amalan yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar. Dengan menunaikan kedua salat tersebut di masjid, seseorang telah mendapatkan bagian dari keutamaan malam yang penuh berkah ini.

مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ وَ الصُّبْحَ لَيْلَةَ القَدْرِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا

Artinya: "Siapa yang menghadiri salat Isya dan sholat Subuh pada malam Lailatul Qadar maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut."

مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

Artinya: "Siapa yang menghadiri salat Isya berjamaah, maka baginya pahala salat separuh malam. Siapa yang melaksanakan salat Isya dan Subuh berjamaah, maka baginya pahala salat semalam penuh." (HR Muslim dan Tirmidzi)

2. Itikaf

Itikaf adalah ibadah dengan cara menetap di dalam masjid untuk fokus beribadah kepada Allah SWT. Biasanya amalan ini dilakukan pada sepuluh hari terakhir Ramadan dengan tujuan meningkatkan kedekatan kepada Allah dan berharap dapat bertemu dengan malam Lailatul Qadar. Selama i'tikaf, waktu diisi dengan berbagai ibadah seperti salat, dzikir, membaca Al-Qur'an, dan doa.

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ اْلعَشَرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ.

Artinya: "Nabi SAW melakukan i'tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i'tikaf setelah beliau wafat." (HR Muslim).

3. Mendirikan Shalat Malam (Qiyamul Lail)

Anjuran untuk mendirikan salat malam Lailatul Qadar didasarkan pada hadis berikut:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ، إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Siapa yang mengerjakan sholat pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang terdahulu diampuni." (HR Bukhari, Muslim, Nasa'i, Tirmidzi dan Ahmad, dari Abu Hurairah RA)

4. Membaca Doa Lailatul Qadar

Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai apa yang harus diucapkan jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar. Lantas, Nabi bersabda,

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ، تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin: Allahumma innala 'afuwwun kariim, tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Mulia. Engkau senang memberi maaf, maka maafkanlah aku." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

5. Tadarus Al-Quran

Mengisi malam Lailatul Qadar dengan membaca Al-Qur'an juga sangat dianjurkan. Pada bulan Ramadan, Rasulullah SAW memiliki kebiasaan bertadarus Al-Quran bersama Malaikat Jibril. Karena itu, memperbanyak tilawah menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menghidupkan malam yang penuh keutamaan tersebut.

وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

Artinya: "Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Qur'an bersamanya." (HR Bukhari)

6. Bersedekah

Selain memperbanyak ibadah pribadi, umat Islam juga dianjurkan melakukan amalan sosial seperti bersedekah. Memberikan sebagian rezeki kepada orang lain pada bulan Ramadan memiliki keutamaan yang besar. Sedekah yang dilakukan pada bulan ini bahkan disebut sebagai sedekah yang paling utama.

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ

Artinya: Nabi SAW bersabda, "Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang ditunaikan pada bulan Ramadan." (HR Tirmidzi)

Demikian informasi mengenai tanda-tanda malam Lailatul Qadar. Sebentar lagi umat Islam akan memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan. Yuk kencangkan ibadahnya, semoga artikel ini berguna, ya!

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads