Kapolri Minta Kapolda Sumsel Segera Luncurkan Aplikasi Panic Button

Sumatera Selatan

Kapolri Minta Kapolda Sumsel Segera Luncurkan Aplikasi Panic Button

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Minggu, 08 Mar 2026 16:30 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel Ojol dan Buruh Kamtibmas di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Minggu (8/3/2026)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel Ojol dan Buruh Kamtibmas di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Minggu (8/3/2026) (Foto: Rio Roma Dhoni)
Palembang -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin apel ojek online (ojol) dan buruh kamtibmas bertajuk 'Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae' di Palembang, Sumatera Selatan. Dalam apel itu, Kapolri meminta Kapolda Sumsel untuk menyiapkan aplikasi panic button yang diperuntukkan bagi ojol.

Kegiatan apel itu digelar di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Sumsel, Minggu (8/3/2026). Dalam acara tersebut diikuti oleh kurang lebih 5 ribu orang yang terdiri dari pengemudi ojol dan buruh.

Kapolri mengatakan para pengemudi ojol dapat menjadi mitra kamtibmas yang strategis. Ia berharap dengan adanya kemitraan tersebut dapat menekan angka kejahatan yang terjadi di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya minta teman-teman ojol bisa menjadi mitra kamtibmas strategis, dengan memberikan informasi secara cepat ke kepolisian dengan memanfaatkan layanan 110, ketika terjadi peristiwa kejahatan di jalan atau kejadian-kejadian yang membutuhkan kehadiran Polri secara cepat dilokasi," katanya saat sambutan di acara apel Ojol dan Buruh Kamtibmas di Palembang, Minggu (8/3/2026).

"Diharapkan dengan kemitraan ini bisa menekan angka kejahatan dan meningkatkan pengungkapan kejahatan yang terjadi di lapangan," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, lanjut Sigit, buruh dan para pengemudi ojol dapat melakukan pemeriksaan maupun layanan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara. Ia sudah memerintahkan kepada para jajaran kepolisian untuk memberikan akses tersebut.

"Saya sudah memerintahkan kepada seluruh jajaran kepolisian yang memiliki akses Rumah Sakit Bhayangkara, untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan bagi rekan-rekan buruh dan ojol. Itu adalah bentuk kecintaan dari institusi Polri kepada teman-teman semua," ujarnya.

Bukan itu saja, Kapolri juga memerintahkan kepada Kapolda Sumsel maupun jajaran untuk segera meluncur aplikasi panic button, untuk memberikan perlindungan bagi rekan-rekan ojol agar tidak menjadi korban kejahatan.

"Bagaimana agar bisa mendapatkan perlindungan bagi teman-teman komunitas ojol yang potensial menjadi korban curas pada saat ngalong (bekerja malam hari). Saya minta Pak Kapolda dan seluruh jajaran untuk mempersiapkan Aplikasi Panik Button untuk melindungi dan agara rekan-rekan ojol, agar tidak menjadi korban kejahatan di jalanan," jelasnya.

Ojol dan Buruh Deklarasi Kamtibmas

Dalam apel itu, para pengemudi ojol dan buruh menyatakan komitmen bersama untuk mendukung Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam acara tersebut juga, pengemudi ojol dan buruh kamtibmas menyampaikan deklarasi yang memuat tiga poin.

1. Siap mendukung tugas dan peran Polri dalam menjaga kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.

2. Siap menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas serta mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Siap menjaga persatuan dan kesatuan serta menolak segala bentuk tindakan yang dapat memecah belah masyarakat.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads