1.230 Orang Iran Tewas Selama Perang dengan AS dan Israel

Internasional

1.230 Orang Iran Tewas Selama Perang dengan AS dan Israel

Novi Christiastuti - detikSumbagsel
Jumat, 06 Mar 2026 14:26 WIB
Foto Viral Korban Serangan di Sekolah GadiS Iran
Foto: Foto Viral Korban Serangan di Sekolah Gadis Iran (X.com/@HarmeetSinghPk)
Jakarta -

Serangan terhadap Iran terus dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Otoritas Teheran melaporkan lebih dari 1.200 orang tewas akibat rentetan serangan kedua negara itu sejak akhir pekan lalu.

Dilansir detikNews dari media Iran, Press TV, Jumat (6/3/2026), Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, sebuah badan yang berafiliasi dengan pemerintah Iran mengumumkan bahwa sedikitnya 1.230 orang tewas sebagai martir sejak Sabtu (28/2) waktu setempat, saat AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran.

Sementara Washington dan Tel Aviv mengklaim serangan mereka menargetkan sistem rudal, angkatan laut, dan lokasi komando dan kendali militer Teheran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, menurut Press TV, serangan terkoordinasi itu sebagian besar menargetkan area-area sipil di Teheran dan kota-kota lainnya di Iran.

Dalam gelombang serangan pertama, AS dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan jajaran komandan militer berpangkat tinggi. Selama kurang dari sepekan terakhir, serangan udara AS dan Israel menghantam target-target sipil di Iran, termasuk sekolah, rumah sakit, fasilitas olahraga, situs warisan budaya, dan area permukiman padat penduduk.

ADVERTISEMENT

Beberapa hari terakhir, warga Iran menggelar pemakaman untuk ratusan korban tewas di ibu kota Teheran dan kota-kota lainnya.

Para pejabat senior Iran menegaskan bahwa setiap serangan yang disengaja oleh AS dan Israel terhadap situs-situs sipil dan warisan budaya Teheran merupakan "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kemanusiaan internasional dan kejahatan perang yang tak terbantahkan".

Lalu, Iran membalas dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah mengatakan bahwa negaranya tidak punya pilihan lainnya, selain membela diri dalam menghadapi serangan militer gabungan AS dan Israel. Dalam pesan kepada para pemimpin regional, Pezeshkian menekankan penghormatan Iran terhadap kedaulatan negara-negara lain.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads