Gencarkan Pasar Murah, Pemprov Sumsel Intervensi Harga Pangan

Sumatera Selatan

Gencarkan Pasar Murah, Pemprov Sumsel Intervensi Harga Pangan

Nadiya - detikSumbagsel
Kamis, 05 Mar 2026 20:40 WIB
Pasar murah Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) digelar di Kantor Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi. 10 ton beras atau 2000 kantong beras diturunkan.
Foto: Ilustrasi harga pangan murah (Rifkianto Nugroho)
Palembang -

Intervensi harga pangan besar-besaran resmi dimulai di Sumatera Selatan melalui gelaran Operasi Pasar Murah (OPM) serentak di empat lokasi strategis. Langkah strategis ini mencakup pemberian subsidi harga komoditas hingga Rp 20.000 per kilogram guna menjaga stabilitas ekonomi warga menjelang Idulfitri.

Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Pemprov Sumsel, Zulkarnain, mengatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata kolaborasi pemerintah dengan Bank Indonesia untuk menyediakan bahan pokok jauh di bawah harga pasar. Subsidi ini menyasar komoditas yang paling sering mengalami lonjakan harga selama bulan Ramadan.

"Daging beku kita berikan subsidi paling besar, yakni Rp 20.000 per kilo. Sementara untuk daging ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit kita subsidi Rp 10.000 per kilo," jelasnya, Kamis (5/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain daging dan cabai, komoditas bawang merah dan bawang putih juga mendapatkan subsidi sebesar Rp 10.000 per kilogram. Untuk kebutuhan beras, pemerintah menyediakan stok beras SPHP dengan harga Rp 56.000 per 5 kg guna menjamin kecukupan karbohidrat bagi warga.

"Daftar subsidi juga mencakup telur ayam ras sebesar Rp 4.000 per kg, minyak goreng Rp 1.700 per liter, dan gula pasir Rp 5.000 per kg. Menariknya, komoditas ikan giling dan ikan mackerel juga disubsidi antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per kilogram untuk memenuhi asupan protein," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

"Jadwal pelaksanaan OPM ini telah disusun secara bertahap, dimulai hari ini di Kompleks Ilir Barat Permai. Lokasi berikutnya mencakup Halaman UPTD Dishub Sumsel (10 Maret), Kantor Gubernur (11 Maret), dan terakhir di kawasan GPP Sukawinatan pada 17 Maret mendatang," ungkapnya.

Masyarakat juga dapat mengakses kebutuhan pangan di Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dijadwalkan pada 12 Maret di Halaman Kantor DKP Provinsi Sumsel. Program ini sengaja disebar di berbagai titik agar jangkauan pelayanan kepada masyarakat Palembang lebih merata.

Kehadiran pasar murah ini langsung diserbu warga, salah satunya Nuraini (45), seorang ibu rumah tangga yang rela datang pagi hari demi mendapatkan harga miring. Ia mengaku sangat terbantu karena harga di pasar tradisional mulai merangkak naik.

"Alhamdulillah sekali ada pasar murah ini, apalagi daging dan cabai subsidinya sampai Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu. Di pasar harga cabai sudah mulai tinggi, di sini jadi jauh lebih murah dan bisa buat stok lebaran," ujarnya di lokasi OPM Kompleks Ilir Barat Permai.

Tidak hanya kebutuhan pokok, layanan tambahan berupa pemeriksaan kesehatan gratis turut disediakan di setiap lokasi pasar murah berkat kerja sama dengan Tim Penggerak PKK dan PMI. Hal ini ditujukan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan pangan murah, tetapi juga terjaga kondisi fisiknya selama berpuasa.

Selain itu, Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Candra, turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan momentum subsidi besar-besaran ini dengan bijak. Pemerintah berkomitmen memastikan ketersediaan barang tetap aman meski diserbu pembeli menjelang hari kemenangan nanti.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads