Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tengah gencar melakukan penataan wajah kota mulai dari taman hingga jembatan ikonik. Wali Kota Palembang Ratu Dewa pun meminta rencana penataan Jembatan Menara Air Mancur dikaji ulang agar lebih menonjolkan nilai sejarah.
Dalam paparan rencana pembangunan, terdapat tiga fokus utama penataan wajah kota. Di antaranya penataan Jembatan Menara Air Mancur, Taman Kota Kambang Iwak, serta penataan jalur hijau mulai dari Bandara hingga kawasan Plaju dan Kertapati.
Ratu Dewa menegaskan, khusus untuk Jembatan Menara Air Mancur, desain yang ada saat ini dianggap belum mencerminkan jati diri Kota Palembang secara utuh. Ia meminta tim pengkaji melibatkan lebih banyak pihak agar hasilnya lebih kaya nilai historis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk paparan pertama (Menara Air Mancur) masih ada PR, saya minta dikaji ulang dan dirapatkan lagi. Saya minta dilibatkan dengan stakeholder yang lain karena semakin banyak masukan semakin memperkaya jembatan yang memang bagus dan menarik," ujarnya kepada detikSumbagsel, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, sebuah ikon kota harus mampu merangkul semua kalangan, mulai dari generasi tua hingga anak muda. Selain itu, unsur religi dan budaya harus menjadi nyawa dari setiap pembangunan infrastruktur di Palembang.
"Bisa mengakomodir terutama generasi Baby Boomer, Milenial, hingga generasi Z sehingga menarik. Ada nilai historis agama, budaya, dan juga tercermin di sana sejarah Kota Palembang. Nah, ini belum tercermin kemarin, saya minta di-review ulang," tegasnya.
Sementara itu, untuk penataan taman kota lainnya, Dewa menyebut rencana pembangunannya sudah disetujui dan siap untuk segera dikerjakan. Penataan ini akan menyebar mulai dari pintu masuk bandara hingga wilayah pinggiran kota.
"Sedangkan yang lain-lain (taman kota) sudah oke semua, tinggal jalan lagi. Ada penataan taman mulai dari bandara sampai keliling, termasuk di Plaju dan juga di Kertapati," pungkasnya.
Pemerintah Kota Palembang berharap penataan wajah kota ini tidak hanya mempercantik estetika kota, tetapi juga menjadi kebanggaan baru bagi masyarakat Palembang yang sarat akan nilai budaya dan sejarah.
Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(mjy/mjy)











































