Pemerintah mengimbau jemaah umrah menunda keberangkatan untuk sementara waktu. Hal itu menyikapi dinamika yang terjadi di kawasan Timur Tengah dan dampaknya terhadap Arab Saudi.
"Kami mengimbau seluruh jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara sampai kondisi di Timur Tengah benar-benar kondusif," ujar Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Selatan Arkan Nurwahiddin, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, penundaan keberangkatan itu untuk memastikan keamanan masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah umrah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan bagi jemaah yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci, pemerintah meminta agar mereka tetap menjalin komunikasi aktif dengan kantor urusan haji di Arab Saudi, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, dan pihak berwenang lainnya.
Sementara untuk keluarga jemaah yang berada di Tanah Air, dia meminta masyarakat tidak panik. Pemerintah memastikan fokus penuh terhadap keselamatan dan kenyamanan jemaah yang sedang beribadah.
"Bagi jemaah yang dalam waktu dekat akan kembali ke Indonesia, diminta untuk terus berkomunikasi dengan pihak travel masing-masing," katanya.
"Sementara bagi jemaah umrah mandiri, diimbau agar tetap berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia yang bertugas guna memastikan seluruh layanan dapat diperoleh dengan baik," sambungnya.
Terkait penyelenggaraan haji, Arkan menyebut bahwa proses persiapan tetap berjalan sesuai rencana. Hingga saat ini, belum ada dampak signifikan terhadap tahapan perencanaan dan persiapan haji.
"Mudah-mudahan penyelenggaraan haji 2026 dapat berjalan lancar dan tidak terdampak konflik di Timur Tengah. Kita berharap situasi segera mereda," tukasnya.
(csb/csb)











































