Khamenei Tewas dalam Serangan Israel-AS, Ini Respons Presiden Iran

Internasional

Khamenei Tewas dalam Serangan Israel-AS, Ini Respons Presiden Iran

Isal Mawardi - detikSumbagsel
Minggu, 01 Mar 2026 13:20 WIB
Iranian President Masoud Pezeshkian makes a statement during a meeting with the media following talks with Armenian Prime Minister Nikol Pashinyan in Yerevan, Armenia, August 19, 2025. Hayk Baghdasaryan/Photolure via REUTERS/ File Photo Purchase Lice
Foto: Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Hayk Baghdasaryan/Photolure via REUTERS/ File Photo Purchase Licensing Rights)
Jakarta -

Presiden Iran Masoud Pezeshkian berjanji akan merespons pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Seperti diketahui, Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel di Teheran.

"Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban dan akan membuka lembaran baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah murni pemimpin berpangkat tinggi ini akan mengalir seperti mata air yang deras dan akan memberantas penindasan dan kejahatan Amerika-Zionis," ujar Pezeshkian dilansir Aljazeera, Minggu (1/3/2026).

"Kali ini juga, dengan segenap kekuatan dan tekad kami, dengan dukungan bangsa Islam dan rakyat bebas di dunia, kami akan membuat para pelaku dan komandan kejahatan besar ini menyesalinya," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia juga mengumumkan tujuh hari libur nasional selain 40 hari masa berkabung. Usai tewasnya Khamenei, Presiden hingga kepala kehakiman akan mengambil alih kepemimpinan Iran.

Dari Kantor berita resmi IRNA, dilansir Aljazeera, Minggu (1/3/2026), melaporkan dewan beranggotakan tiga orang yang terdiri dari presiden negara, kepala kehakiman, dan salah satu ahli hukum Dewan Penjaga Konstitusi untuk sementara akan mengambil alih semua tugas kepemimpinan di Iran.

ADVERTISEMENT

Diketahui, AS dan Israel melakukan serangan yang disebut Iran melanggar kedaulatan nasional dan integritas teritorial Republik Islam Iran. Iran menyebut serangan itu menghantam sejumlah fasilitas pertahanan dan sipil di berbagai kota di seluruh Iran. Pada Minggu (1/3), Iran mengkonfirmasi tewasnya pemimpin tertinggi mereka, Ali Khamenei, akibat serangan tersebut.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran mengatakan operasi ofensif paling ganas dalam sejarah Republik Islam tersebut segera dimulai. Iran dengan cepat bersumpah akan membalas kematian Khamenei.

"Operasi ofensif terberat dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera dimulai menuju wilayah dan pangkalan teroris Amerika yang diduduki," kata Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads