Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan tetap sesuai standar. Menu dan kemasan diawasi ketat untuk kualitas dan higienitas.
Kepala KPPG Palembang Nurya Hayati menegaskan penggantian menu dan kemasan dilakukan mengikuti instruksi Badan Gizi Nasional (BGN), dengan pengawasan ketat terhadap kualitas, higienitas, serta kesesuaian Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan plafon anggaran di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Nurya Hayati mengatakan, selama Ramadhan pihaknya melakukan pemantauan intensif untuk memastikan menu yang disalurkan kepada peserta didik tidak bersifat minimalis dan tetap memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya jadi KPPG akan terus melakukan pantauan, kemudian akan kita kawal untuk pelaksanaan MBG yang di bulan Ramadhan ini agar jangan menampilkan ataupun mendistribusikan menu yang minimalis. Harus sesuai dengan AKG dan juga plafon anggaran di masing-masing SPPG," ujarnya kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Selain menu, aspek kemasan juga menjadi perhatian serius. Nurya menilai penggunaan kantong plastik sebagai wadah makanan kurang layak dari sisi tampilan maupun higienitas, terlebih makanan tersebut dibawa pulang oleh anak-anak.
"Kalau menggunakan kantong plastik, itu memang dibawa anak-anak pulang, itu sepertinya kita lihat sudah kondisi seperti agak tidak good looking untuk makanan kemasan seperti itu. Jadi memang saya imbau ke seluruh kepala SPPG agar menggunakan packaging yang baik dan higienis," tegasnya.
Ia menjelaskan, sesuai petunjuk teknis (juknis), distribusi MBG selama ini menggunakan tote bag. Setiap siswa diwajibkan memiliki dua tote bag untuk sistem pergantian, yakni satu digunakan untuk membawa makanan hari itu dan satu lagi untuk keesokan harinya.
"Menu-menu yang disalurkan tentunya ada pengawasan. Selama ini memang dari juknis menggunakan tote bag. Jadi harus ada dua tote bag, yang dibawa pulang dan keesokan harinya ditukar dengan yang baru," jelasnya.
Meski demikian, KPPG Palembang juga tengah melakukan evaluasi terhadap sistem pengemasan makanan di dalam tote bag agar kualitas dan kebersihan tetap terjaga. Evaluasi ini dilakukan sebagai upaya penyempurnaan pelaksanaan MBG selama Ramadhan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Selatan, Supriyadi menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap tata kelola pelaksanaan MBG di daerah, termasuk di Palembang.
"Dominasi secara keseluruhan pada tata kelola. Misalnya penentuan menu seminggu ke depan itu sebetulnya bisa disusun jauh-jauh hari. Kalau sudah ada perencanaan, kebutuhan dan harga bisa lebih terkendali," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama resmi antara SPPG dan mitra penyedia bahan pangan untuk menjaga stabilitas harga dan kualitas. Dengan adanya perjanjian kerja sama, proses pengadaan dinilai lebih transparan dan kompetitif.
Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(csb/csb)











































