Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan (Sumsel) mengutuk keras serangan Amerika Serikat terhadap Iran. Tindakan tersebut dinilai tidak manusiawi, terlebih dilakukan di tengah bulan suci Ramadan.
Sekretaris MUI Sumsel Kyai Mahmudin mengatakan bahwa serangan tersebut sangat disayangkan karena terjadi saat umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa.
"Kami dari MUI Sumsel tentu sangat mengutuk keras serangan yang sangat tidak manusiawi ketika umat Islam sedang menjalankan ibadah Ramadan," katanya saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump seharusnya ikut menjaga perdamaian. Terlebih adanya inisiasi pembentukan Board of Peace (BOP) atau Dewan Perdamaian yang dibentuknya.
Mahmudin menilai tujuan awal pembentukan forum tersebut tidak sejalan dengan realitas yang terjadi di lapangan.
"Artinya memang tidak ada itikad baik untuk mewujudkan perdamaian di kawasan Timur Tengah," katanya.
Dia juga menyinggung dugaan pelanggaran komitmen perdamaian AS dan Israel. Kesepakatan yang dibuat sebelumnya tak mampu mewujudkan stabilitas kawasan Timur Tengah.
MUI Sumsel juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia. Dia juga meminta pemerintah mengambil sikap, termasuk mempertimbangkan keluar dari BOP.
"Presiden Prabowo Subianto agar mempertimbangkan untuk keluar dari keanggotaan BOP, karena dinilai tidak sesuai dengan visi dan misi awal pembentukan," ungkapnya.
Kondisi ini, disebutnya juga berdampak pada pelaksanaan umrah. Dia berharap pemerintah ikut memastikan keselamatan jemaah, terutama jika rute penerbangan tidak aman. Termasuk, menampung jemaah di Arab Saudi atau ke wilayah lebih aman jika kondisi tak memungkinkan.
(csb/csb)











































