Cuaca di Palembang Terasa Panas dan Bikin Gerah, Ini Kata BMKG

Sumatera Selatan

Cuaca di Palembang Terasa Panas dan Bikin Gerah, Ini Kata BMKG

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Minggu, 01 Mar 2026 07:30 WIB
Asian woman drying sweat in a warm summer day
Foto: Ilustrasi cuaca panas (Getty Images/iStockphoto/Pheelings Media)
Palembang -

Tiga hari belakangan ini, cuaca di Sumatera Selatan terasa panas di siang hari dan gerah di malam hari. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel pada bulan Februari secara curah hujan normalnya di seluruh Wilayah Sumsel mengalami sedikit penurunan dari bulan Januari dan Maret nanti.

"Berdasarkan Prediksi Musim Hujan di wilayah Sumatera Selatan diprediksi akan berlangsung hingga Bulan April 2026. Namun dikarenakan tipe zona musim dan letak geografis yang wilayah Sumsel miliki berbeda-beda pada Bulan Februari secara curah hujan normalnya seluruh wilayah Sumsel mengalami sedikit penurunan dari bulan Januari dan Maret nanti," jelas koordinator Pokja Analisis, Diseminasi, Informasi dan Edukasi, Nandang Pangaribowo, Sabtu (28/2/2026).

Menurut Nandang, sejak 3 hari terakhir wilayah Sumsel tidak mendapatkan curah hujan secara merata yang biasanya diakibatkan minimnya jumlah awan yang dapat membentuk hujan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini, suhu maksimum Kota Palembang pada 3 hari terakhir terpantau berkisar 33,6° Celsius," katanya.

ADVERTISEMENT

Nandang menjelaskan faktor kondisi cuaca atau iklim yang menyebabkan suhu udara terasa panas dan gerah pada akhir bulan Februari hingga bulan Maret yaitu, gerak semu matahari (Apparent Solar Motion). Posisi gerak semu matahari pada bulan Februari-Maret dan bulan September-Oktober akan bergerak berada tepat di atas wilayah Indonesia.

Khususnya saat ini, gerak semu matahari bergerak dari Lintang Selatan menuju Ekuator, sehingga puncak suhu maksimum di berbagai wilayah termasuk Sumatera Selatan terasa agak panas dan gerah pada bulan-bulan tersebut.

"Kami mencatat pada bulan Februari adalah salah satu puncak panas tahunan bagi Kota Palembang dan sekitar wilayah Sumatera Selatan karena matahari sedang berada hampir tepat di atas kepala (kulminasi utama)," katanya.

Meskipun sebagian seluruh wilayah Sumatera Selatan sudah memasuki musim hujan, pembentukan awan hujan di beberapa wilayah masih minim (jumlah awan minim atau tipis).

"Sehingga panas matahari langsung memancar ke permukaan bumi tanpa penghalang, membuat suhu terasa jauh lebih panas terutama pada siang hari," tuturnya.

Selanjutnya, kelembapan udara tinggi wilayah Kota Palembang dan sekitarnya secara geografis dikelilingi perairan sungai dan lahan gambut, menyebabkan uap air di udara sangat tinggi.

"Kelembapan yang tinggi ini membuat panas terasa lebih menyengat dan menyesakkan meskipun suhu yang diukur tidak selalu mencapai angka ekstrem," ujarnya.




(dai/dai)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads