Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca ekstrem terjadi sepekan ke depan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. BMKG mengimbau masyarakat waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
"Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat masih akan mendominasi sebagian besar wilayah Sumsel selama sepekan ke depan," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Siswanto, Rabu (18/2/2026).
Dia menyebut, potensi hujan lebat disertai cuaca ekstrem akan terjadi pada periode 18-20 Februari di wilayah OKU Selatan, OKU Timur, OKI, Musi Rawas, Lahat, dan Muara Enim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan periode 21-24 Februari, terjadi di OKU Selatan, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, Muara Enim, dan OKI.
"Pada periode 18-24 Februari, kondisi atmosfer di wilayah Sumsel diprakirakan masih sangat dinamis dan labil. Hal ini dipicu oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase aktif di wilayah Benua Maritim, yang berkontribusi besar terhadap peningkatan suplai uap air di kawasan tersebut," katanya.
Kondisi ini, lanjutnya, diperkuat secara signifikan oleh lonjakan Indeks Monsun Australia (AUSMI) yang diprediksi mencapai nilai puncaknya (mendekati indeks 14) pada awal periode (18-19 Februari).
"Menandakan adanya seruak angin Baratan yang sangat kuat membawa massa udara basah melintasi Sumatera Bagian Selatan. Interaksi antara monsun yang kuat dengan aktivitas Gelombang Equatorial Kelvin serta anomali suhu muka laut yang hangat semakin meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif secara masif," jelasnya.
"BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem," sambungnya.
(dai/dai)
