Cap Go Meh Palembang Siap Sambut Wisatawan, Dijamin Lebih Nyaman

Sumatera Selatan

Cap Go Meh Palembang Siap Sambut Wisatawan, Dijamin Lebih Nyaman

Nadiya - detikSumbagsel
Jumat, 27 Feb 2026 12:40 WIB
Persiapan Pulau Kemaro untuk perayaan Cap Go Meh di Palembang
Foto:Persiapan Pulau Kemaro untuk perayaan Cap Go Meh di Palembang (Nadiya)
Palembang -

Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Palembang, tahun ini tampil dengan wajah baru. Panitia melakukan perluasan area dermaga hingga ribuan meter serta memastikan seluruh fasilitas di pulau kini ramah bagi penyandang disabilitas.

Pantauan detikSumbagsel di lokasi, Kamis (26/2/2026), area kedatangan wisatawan di dermaga utama tampak jauh lebih lapang dibandingkan tahun sebelumnya. Akses jalan di dalam pulau juga telah diperbaiki dan dilapisi aspal mulus untuk kenyamanan pengunjung.

Panitia Cap Go Meh Pulau Kemaro, Susanto Wijaya mengatakan perubahan signifikan dilakukan pada sisi infrastruktur darat dan perairan. Hal ini bertujuan agar arus ribuan wisatawan yang datang setiap harinya tidak menumpuk di satu titik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun ini ada perluasan di dermaga sekitar 1.800 meter. Pelabuhannya juga sudah maju ke depan sehingga dermaga airnya lebih dalam untuk sandar kapal," ujarnya kepada wartawan.

Selain perluasan dermaga, akses jalan di dalam area pulau telah diperbaiki. Pantauan di lapangan menunjukkan jalan setapak yang sebelumnya bergelombang kini telah rata diaspal. Susanto menegaskan, renovasi ini juga mempertimbangkan akses bagi lansia dan pengguna kursi roda.

ADVERTISEMENT

"Untuk pengunjung disabilitas atau yang menggunakan kursi roda, di sini sekarang sangat friendly. Semua akses kami buat rata, tidak ada lagi tangga-tangga yang menyulitkan. Jadi orang tua yang pakai kursi roda aman berkeliling," jelasnya.

Pagoda di Pulau KemaroPagoda di Pulau Kemaro Foto: Nadiya

Tak hanya infrastruktur fisik, kemeriahan acara tahun ini juga akan didukung dengan pertunjukan seni. Dinas Pariwisata setempat dijadwalkan akan menghadirkan grup marching band juara nasional untuk menghibur wisatawan pada puncak acara.

"Nanti tanggal 1 Maret sore ada marching band juara nasional yang tampil di pagoda dan plaza depan. Ini dukungan dari Dinas Pariwisata untuk memeriahkan suasana," sambungnya.

Terkait prediksi lonjakan pengunjung, pihak panitia memperkirakan ribuan orang akan datang setiap harinya, terutama saat waktu ngabuburit karena bertepatan dengan bulan puasa. Panitia pun mengimbau pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan di area perluasan baru tersebut.

"Perkiraan per hari bisa ribuan orang. Kami minta pengunjung tetap jaga kebersihan dan hormati tempat ibadah di sini agar perayaan berjalan maksimal," ujarnya.

Selain fasilitas di Pulau Kemaro, panitia juga menyiapkan sebanyak 100 tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, demi menjaga kenyamanan pengunjung, panitia melarang keras adanya pedagang asongan atau pedagang keliling di jalur utama.

Susanto Wijaya mengatakan kapasitas lapak yang disediakan tahun ini cukup besar untuk menampung para pelaku usaha lokal. Terdapat perpaduan antara bangunan permanen dan tenda bongkar pasang.

"Lapak permanen atau los itu ada sekitar 48 unit. Kalau ditambah dengan tenda-tenda non-permanen yang ukuran 3x3 meter, totalnya bisa mencapai 100 tenant di sini," ujarnya.

Tenant yang disiapkan untuk pengunjung Cap Go Meh di Pulau KemaroTenant yang disiapkan untuk pengunjung Cap Go Meh di Pulau Kemaro Foto: Nadiya

Dia menjelaskan, para pedagang ini dijadwalkan mulai mengisi lapak dan berjualan secara serentak mulai Jumat (27/2/2026). Namun, ia memberikan catatan tegas terkait ketertiban di area pulau yang seringkali membeludak oleh wisatawan.

"Pedagang harus menetap di lapak masing-masing. Tidak boleh ada yang jualan berkeliling atau asongan, karena itu bisa mengganggu aktivitas orang jalan. Kalau jualan di tengah jalan, nanti pengunjung tidak nyaman," tegasnya.

Terkait jenis dagangan, mayoritas tenant akan menyajikan kuliner khas Palembang serta pernak-pernik khas Imlek dan Cap Go Meh. Panitia juga memastikan bahwa seluruh tenant yang berada di bawah naungan mereka tetap mengikuti standar kebersihan yang ditetapkan.

"Kapasitas kami memang bisa sampai 100-an pedagang. Kami ingin semua tertata rapi agar wisatawan bisa berbelanja dengan enak tanpa menghambat arus lalu lintas pejalan kaki," jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads