9 Kultum Ramadhan 2026 Singkat Tema Terbaru dan Menarik, Durasi 7-10 Menit

9 Kultum Ramadhan 2026 Singkat Tema Terbaru dan Menarik, Durasi 7-10 Menit

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Rabu, 25 Feb 2026 21:00 WIB
Ilustrasi kultum dan khutbah di masjid. (Gemini AI)
Ilustrasi kultum Ramadhan singkat. (Foto: Gemini AI)
Palembang -

Kultum Ramadhan adalah singkatan dari kuliah tujuh menit yaitu metode ceramah agama Islam yang disampaikan secara singkat, padat, dan jelas. Biasanya berlangsung sekitar 7 hingga 10 menit.

Di bulan Ramadhan, kegiatan kultum kerap dilakukan setelah sholat Subuh atau Tarawih. Kultum bertujuan untuk memberikan pesan keagamaan atau moral yang bermakna dalam waktu singkat. Materinya bisa berbagai topik yang berkaitan dengan Ramadhan.

Inilah 9 kultum Ramadhan 2026 yang dikutip buku Oase Ramadhan karya H. A. Rusdiana. Pilih materi yang diinginkan untuk disampaikan kepada jamaah sholat Tarawih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kultum 1: Menyikap Tiga Tingkatan Orang Berpuasa

Puasa dalam bahasa Arab puasa itu disebut "as-Shiyaam" atau "as-Shaum" yang berarti "menahan". Syeikh Al-Imam Al-'Alim Al-Allamah Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Qasim Asy-Syafi'i dalam kitabnya "Fathul Qarib" menjelaskan bahwa berpuasa adalah menahan dari segala hal yang membatalkan puasa dengan niat tertentu pada seluruh atau tiap-tiap hari yang dapat dibuat berpuasa oleh orang-orang Islam yang sehat, dan suci dari haid dan nifas.

Allah berfirman dalam al-Qur'an, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kamu berpuasa seperti juga yang telah diwajibkan kepada umat sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertakwa" (Qs. al-Baqarah ayat 183).

ADVERTISEMENT

Ayat yang diturunkan pada tahun ke 2 hijrah tersebut merupakan landasan syariah bagi puasa Ramadan. Ayat ini berisikan tentang seruan Allah SWT kepada orang-orang beriman untuk berpuasa.

Kemudian mengutip pesan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin bahwa Puasa memiliki tiga tingkat yakni:

Pertama: Shaumul 'Am (Puasa orang Biasa)

Puasa orang biasa yaitu puasa yang hanya bisa menahan lapar, dahaga dan hubungan suami istri tanpa memperhatikan dan menjaga hal-hal yang menyebabkan nilai-nilai puasa bisa hilang.

Jika seperti ini saja seorang umat Islam melaksanakan puasa, dikuatirkan akan termasuk dengan apa yang pernah disampaikan Rasulullah SAW," Kam min Shoimin laisa min shiyamihi illal Juu'l wal athsi" artinya, "Berapa banyak orang yang berpuasa tidak didapatnya dalam puasanya kecuali hanya rasa lapar dan dahaga saja. (Hr. Ahmad).

Kedua: Shaumul Khusus (Puasa orang Istimewa)

Puasa orang istimewa selain menjaga dari hal-hal yang membatalkan puasa secara zhahir mereka juga menjaga puasanya dari hal-hal yang bisa menghilangkan pahala puasa. Dijelaskan oleh Rasulullah SAW bahwa ada lima hal yang menyebabkan pahala puasa hilang.

Khamsun yufthirna Sho'im: Al-Kizbu, wal Ghibatu, Wan Namimatu, Wannazratub bisyahwat, Wal Yaminul Kaazibah. Artinya: Ada lima hal yang menyebabkan nilai-nilai puasa batal yaitu: berbohong, menyebut-nyebut kejelekan orang, mengadu domba, memandang dengan nafsu, dan bersumpah palsu. (Hr. Ahmad).

Bagi golongan yang berpuasa tingkatan istimewa ini mereka menjaga perkataan dan perbuatan dari hal-hal yang sia-sia. Karena takut perkataan dan perbuatan tersebut puasa hanya dapat lapar dan haus saja, mereka benar-benar berpuasa zhahir dan bathin.

Dari pendidikan puasa sebenarnya akan menjadikan seseorang berbudi luhur, berahlak mulia. Tidak saja saat berpuasa saja bahkan implikasinya dapat dirasakan sampai di luar Ramadan, karena sasaran terakhir dari puasa adalah menjadikan hamba yang bertakwa.

Ketiga: Shaumul Khususil Khusus (Puasa orang yang sangat istimewa)

Yaitu golongan yang hampir tidak memikirkan masalah keduniawian lagi bahkan untuk makanan berbuka puasa pun mereka tidak sempat untuk memikirkannya, yang ada dalam hati mereka selalu kedamaian berdekatan dengan Sang Khaliq, yang dalam istilah sufi "Zauq" tingkatan puasa seperti ini tentunya hanya bisa dilakukan orang shaleh, waliyullah, dan para Nabi serta Rasul.

Pertanyaannya di tingkatan manakah puasa kita saat ini? Apakah ditingkatan puasa orang Awam yang hanya dapat lapar dan haus saja dalam berpuasa, ataukah kita telah mampu meningkatkan kepada tingkatan puasa yang lebih bernilai lagi? Jawabannya tentu kita yang merasakan dan mengetahui.

Untuk saat ini walaupun tidak mampu sampai pada tingkatan puasa teristimewa, paling tidak kita telah berpuasa pada pada tingakatan puasa istimewa, dan jangan sampai berpuasa tingkatan puasa orang awam. Wallahu A'alam Bishowab.

Kultum 2: Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan dari Allah SWT. Selama bulan Ramadhan, terdapat banyak amalan yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

Namun, ada satu amalan yang dianggap sebagai amalan terbaik di bulan Ramadhan, yaitu puasa. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Amalan terbaik umatku adalah puasa."

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya amalan puasa dalam Islam dan betapa besar pahala yang bisa kita dapatkan dari amalan ini.

Pertama: Puasa bukan hanya sekedar menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa selama sehari penuh. Puasa juga harus disertai dengan amalan yang baik, seperti membaca Al-Qur'an, sholat sunnah, berinfaq dan melakukan amal kebaikan lainnya.

Kedua: Dalam hadits riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda, "Puasa dan sholat akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pelakunya." Hal ini menunjukkan betapa besar keberkahan dan pahala yang bisa kita dapatkan dari amalan puasa.

Ketiga: amalan terbaik lainnya yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan adalah berinfaq. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 261, Allah SWT berfirman: "Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."

Dalam ayat tersebut, Allah SWT menegaskan betapa besar keberkahan dan pahala yang bisa kita dapatkan dari berinfaq di jalan-Nya. Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk berinfaq dan melakukan amal kebaikan lainnya di bulan Ramadhan.

Keempat: Selain itu, selama bulan Ramadhan juga disunahkan untuk melakukan i'tikaf. I'tikaf adalah mengisolasi diri di dalam masjid untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa melakukan i'tikaf selama sepuluh hari di bulan Ramadhan, maka dia seperti orang yang melakukan ibadah di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan."

Hal ini menunjukkan betapa besar keberkahan dan pahala yang bisa kita dapatkan dari melakukan i'tikaf di bulan Ramadhan. Maka, mari kita manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk melakukan amalan terbaik di bulan Ramadhan, seperti puasa, berinfaq, dan melakukan i'tikaf. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan rahmat-Nya kepada kita semua. Aamiin. Wallahu A'alam Bishowab.

Kultum 3: Menyikap Pahala Puasa Ramadhan

Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu ibadah yang paling utama di dalam agama Islam. Selain menjadi kewajiban bagi umat Muslim, puasa Ramadhan juga memiliki banyak keutamaan dan pahala yang besar.

Rasulullah memberi kabar gembira kepada para sahabatnya, sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Ahmad: "Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya.

Fiman Allah dalam Al-Qur'an"Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain," (QS Al-Baqarah-185).

Walhasil, setelah turun ayat di atas, para sahabat yang menyaksikan hilal Ramadhan, wajib berpuasa. Tidak ada lagi keringanan berbuka selama mampu dan tidak sedang bepergian. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa keutamaan puasa di bulan Ramadhan serta dalil-dalilnya.

Pertama-tama, puasa di bulan Ramadhan adalah suatu bentuk ibadah yang paling dekat dengan Allah SWT. Dalam sebuah hadis qudsi riwayat Bukhari, Allah SWT berfirman, "Segala amal perbuatan anak Adam adalah miliknya kecuali puasa, puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya." Dalam hadis ini, terlihat betapa pentingnya puasa di bulan Ramadhan sebagai bentuk pengabdian dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Kedua, puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu cara untuk memperoleh pengampunan dari Allah SWT. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa melakukan puasa di bulan Ramadhan dengan iman dan harapan pahala dari Allah SWT, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."

Dalam hadis ini, terlihat betapa besar pahala dan keutamaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat Muslim yang menjalankan puasa di bulan Ramadhan.

Ketiga, puasa di bulan Ramadhan juga dapat membantu umat Muslim untuk mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan kesabaran dan ketahanan diri. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa."

Dalam ayat ini, terlihat bahwa tujuan dari puasa di bulan Ramadhan adalah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan mengendalikan hawa nafsu.

Keempat: puasa di bulan Ramadhan juga dapat membantu umat Muslim untuk lebih memahami dan merenungkan makna dari agama Islam. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Puasa itu adalah perisai, maka apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata-kata atau berbuat kejahatan.

Dan jika ada orang yang mencaci atau berdebat dengan kalian, katakanlah, "Saya sedang berpuasa." Dalam hadis ini, terlihat betapa pentingnya menjaga diri dan berbuat baik selama menjalankan puasa di bulan Ramadhan sebagai bentuk meningkatkan kesadaran dan penghayatan terhadap agama Islam.

Demikianlah beberapa keutamaan dan pahala puasa di bulan Ramadhan beserta dalil-dalilnya. Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT. Aamiin. Wallahu A'alam Bishowab.

Kultum 4: Menyikap Hikmah Sholat Tarawih Ramadhan

Bulan Ramadhan pada dasarnya bukan hanya sekedar bulan puasa untuk menahan lapar dan haus saja. Lebih dari itu, bulan ini juga menjadi bulan ibadah dan panen pahala. Ada banyak ibadah khusus dan keutamaan yang hanya Allah berikan pada bulan ramadhan saja. Salah satu ibadah khas yang ada pada bulan Ramadhan adalah salat tarawih.

Pada umumnya, salat tarawih ini dilakukan setelah shalat isya' dan dilakukan secara berjamaah. Ada yang melaksanakannya sebanyak 8 rakaat, namun ada juga yang melaksanakan salat tarawih sebanyak 20 rakaat. Hal itu adalah perbedaan yang wajar dan tidak perlu menjadi masalah.
Yang terpenting adalah kita mampu menghidupkan malam bulan ramadhan dengan salat tarawih. Berikut ini adalah beberapa hikmah shalat tarawih yang perlu Anda ketahui:

Pertama: Salat Sunnah Paling Utama

Ulama hanabilah atau ulama yang memegang madzhab Hambali mengatakan bahwa shalat tarawih adalah salat sunnah yang paling utama dibandingkan dengan shalat sunnah lainnya. Sementara, salat sunnah yang pelaksanaannya sangat dianjurkan untuk dilakukan berjamaah adalah salat kusuf atau salat gerhana, kemudian salat tarawih.

Kedua: Diampuni Dosanya Yang Telah Lalu

Seperti dikatakan sebelumnya, salah satu keutamaan salat tarawih adalah mendapatkan pengampunan atas dosanya yang telah lalu. Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."

An Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah sholat tarawih. Sedangkan yang dimaksudkan dengan diampuni dosanya adalah dosa yang kecil maupun dosa besar. Tentu saja jika orang tersebut shalat tarawih dengan niat yang benar, dan bukan karena riya' atau alasan-alasan lain selain Allah.

Ketiga: Shalat tarawih berjamaah seperti qiyamul lail Semalam Penuh

Sholat tarawih bisa dilakukan sendiri maupun berjamaah. Namun jika dilakukan berjamaah dan bersama imam, maka akan mendapatkan pahala sholat qiyamul lail satu malam penuh, sebagaimana dalam hadits: Dari Abu Dzar, Nabi SAW pernah mengumpul kan keluarga dan para sahabatnya, lalu bersabda "Siapa yang sholat bersama imam sampai selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh" (HR. Ahmad).

Keempat: Menyemarakkan Bulan Ramadhan

Hikmah lain yang didapat melalui salat tarawih adalah syiar islam. Adanya salat tarawih juga merupakan ibadah khusus yang hanya ada di bulan ramadhan. Dimana pada bulan tersebut Allah menurunkan keberkahan, ampunan, dan anugerah.

Kelima: Sholat tarawih Meningkatkan Silaturrahmi dan Ukhuwah Islamiyah

Ketika melaksanakan sholat tarawih kita bisa meningkatkan silaturahmi dan ukhuwah islamiyah. Dalam hadits pun "seorang yang menyambung silaturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain." (HR. Bukhari).

Keenam: Sholat tarawih bisa menyehatkan jasmani dan rohani

Kesehatan rohani adalah mempertebal keimanan dan beberapa hikmah yang telah disebutkan di atas. Sedangkan dari kesehatan jasmani, beberapa manfaatnya yaitu:

(1) Menyehatkan tulang dan persendian.
(2) Menurunkan kadar gula darah dan membakar kalori.
(3) Meningkatkan fungsi otak. Dalam sholat tarawih terdapat gerakan sujud dipercaya mampu meningkatkan peredaran darah ke otak dan menjaga suplai nutrisi yang dibutuhkan sehingga otak bisa bekerja secara optimal.
(4) Menghilangkan stres. Saat melaksanakan shalat tarawih tubuh akan melepaskan beberapa senyawa kimia yang berfungsi untuk meredakan stres. Wallahu A'alam Bishowab.

Kultum 5: Hikmah di Balik Sholat Witir

Shalat witir adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari sebagai penutup shalat malam lainnya seperti shalat tahajud maupun shalat tarawih.

Shalat witir hukumnya sunnah muakkad dan ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa shalat witir wajib hukumnya untuk menutup shalat malam yang dikerjakan sebagaimana shalat witir tidak pernah ditinggalkan oleh Rasul selama hidupnya dan dalam kondisi apapun.

Shalat witir juga disebut sebagai tambahan shalat dan beberapa hadits berikut ini bebarapa hadis menjelaskan tentang hikmah shalat witir:

Pertama: Sebagai tambahan shalat

Shalat witir sebagai shalat tambahan. Sebagaimana hadits berikut ini:

"Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberi kalian tambahan shalat, yaitu shalat Witir, maka shalat Witirlah kalian antara waktu shalat 'Isya' hingga shalat Shubuh." [HR. Ahmad].

Kedua: Witir Menyempurnakan shalat malam

Shalat witir adalah penutup dari shalat malam yang dilaksanakan baik sebelum maupun setelah bangun tidur dan tanpa shalat witir tidak akan sempurna shalat malam atau qiyamul lail seseorang.

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini:

"Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat Witir"

Ketiga: Witir Shalat yang dicintai Allah

Allah sangat menyukai sesuatu yang ganjil karena Allah adalah satu. Sebagaimana rakaat shalat witir yang ganjil, dan witir merupakan salah satu ibadah yang dicintai Allah. Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan shalat Witir, maka shalat Witirlah, wahai para ahli al-Qur-an."

Sebagai hamba Allah yang dan bertaqwa tentunya kita sebagai umatnya juga akan mencintai apa yang di cintai oleh Allah dan berusaha untuk melaksanakan segala perintahnya termasuk menjalankan shalat witir.

Keempat: Shalat yang lebih baik dari unta merah

Hadits menyebutkan bahwa "keutamaan shalat witir adalah lebih baik dari unta merah". (HR Abu dawud). Hal ini berarti bahwa shalat witir yang dikerjakan bernilai lebih besar dari nilai seekor unta merah terutama bila dikerjakan sebelum waktu shalat subuh datang.

Kelima: Shalat witir disaksikan malaikat

Sholat witir yang dilaksanakan di penghujung malam disaksikan oleh malaikat dan malaikat tentunya kana memebawa berkah dan ikut mendoakan kita kepada Allah SWT. Hal tersebut dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

".......Dan siapa yang berharap mampu bangun di akhir malam, hendaklah ia witir di akhir malam, karena shalat di akhir malam disaksikan (oleh para malaikat) dan hal itu adalah lebih afdlal (utama)." Abu Mu'awiyah berkata; "Mahdlurah (dihadiri oleh para malaikat)." (HR. Muslim).

Keenam: Shalat Witir Tidak pernah ditinggalkan Rasulullah

Ada tiga perkara yang tidak pernah ditinggalkan Rasul dalam hidupnya yakni berpuasa selama tiga hari setiap, mendirikan shalat dhuha dan melaksanakan shalat witir. Rasul tidak pernah meninggalkan shalat witir dan apabila ia meninggalkannya, beliau akan mengqadha shalat witir yang ditinggalkannya tersebut. Hal ini dikuatkan oleh hadits rasulullah berikut ini:

"Kekasihku Rasulullah memberi wasiat kepadaku agar aku berpuasa 3 hari setiap bulan, mendirikan shalat Dhuha 2 raka'at dan shalat witir sebelum aku tidur" (HR. Bukhori).

Ketujuh: Orang yang melaksanakan shalat witir akan senantiasa merasa kuat

Seseorang yang mengerjakan shola witir akan dilindungi dan dikuatkan dalam menghadapi cobaan di dunia ini dan doanya akan senantiasa di dengar oleh Allah SWT. Allah SWT senantiasa memberi petunjuk bagi umatnya yang menjalankan perintahnya serta melakukan apa yang dia cintai. Pada saat shalat witir, ada doa qunut yang bisa kita baca sebagai permohon petunjuk dan keselamatan kepada Allah SWT.

Demikian hikmah/keutamaan shalat tarawih dan shalat witir yang dapat kita ketahui dan semoga setelah mengetahui hikmah/keutamaan shalat tarawih dan shalat witir tersebut kita bisa mengamalkannya terutama di bulan Ramadhan. Wallahu A'alam Bishowab.

Kultum 6: Memburu Rahmat di 10 Hari Pertama Ramadhan

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah dan keutamaan bagi umat Islam. Ramadan juga momen yang bisa dipakai umat Islam untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Adapun bulan ini terbagi menjadi tiga fase yang masing-masing memiliki keutamaan, yaitu sepuluh hari pertama rahmat, sepuluh hari kedua adalah ampunan, dan sepuluh hari ketiga adalah terbebas dari api neraka.

Hal ini dijelaskan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang berbunyi:

وَهُوَ شَهْرُ أوله رحمة وأوسطه مَغْفِرَةً وَآخِرُهُ عِشق مِنَ النَّار

Artinya: "Awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka." (HR. Al-Baihaqi).

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, dimana ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Awal bulan Ramadan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya 'Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka)." Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu Anhu.

Diceritakan bahwa Rasulullah SAW berkhutbah menjelang Ramadan, diantara isi khutbah Baginda, "Siapa saja yang memberi berbuka kepada orang yang shaum/puasa dengan seteguk susu, sebiji kurma, atau seteguk air, dan siapa yang mengenyangkan orang shaum, maka Allah akan memberi minum dari telaga dengan satu tegukan, yang menyebabkan tidak haus sampai masuk syurga.

Lalu apa saja keistimewaan 10 hari pertama puasa di bulan Ramadan dan amalan apa saja yang harus dilakukan?

Pertama: Terbukanya pintu rahmat

Umat Islam bisa berlomba-lomba mengumpulkan pahala dan ibadah sebanyak-banyaknya karena di 10 hari pertama bulan Ramadan pintu rahmat akan terbuka lebar. Setiap kebaikan yang dilakukan di bulan ramadan pahalanya akan dilipatkan gandakan oleh Allah SWT.

Kedua: Waktu paling tepat untuk berdoa

Terdapat waktu-waktu utama yang bisa digunakan untuk melantunkan doa, yaitu saat azan berkumandang, waktu berpuasa, saat sahur, dan malam Lailatul qadr. Disebutkan bahwa 10 hari pertama bulan Ramadan merupakan waktu yang paling tepat untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Ketiga: Dibukanya pintu ampunan Allah SWT

Keistimewaan 10 hari pertama bulan Ramadan selanjutnya adalah dibukanya pintu ampunan Allah SWT. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan soleh dengan niat memperoleh pahala dan ampunan. Hal ini seperti dijelaskan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis:

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Keempat: Penuh berkah dan keberuntungan

Orang yang menjalankan puasa di 10 hari pertama bulan Ramadan akan mendapatkan berkah dan keberuntungan. la juga akan selalu dalam lindungan Allah SWT selama bulan Ramadan serta selalu berada dalam petunjuk-Nya.

Inilah bulan, yang awalnya adalah Rahmah, Pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya 'Itqun Minan nar (pembebasan dari api neraka). Perbanyaklah melakukan 4 hal dalam bulan Ramadan. Petikan wasiat tersebut yakni:

"Perbanyaklah melakukan 4 hal dalam bulan Ramadan. Dengan dua hal, kalian akan mendapatkan ridha dari Rabb kalian, dua hal lainnya sangat kalian butuhkan. Dua hal, yang dengannya kalian mendapatkan ridha Rabb kalian, adalah syahadat Laa ilaaha illallaah dan beristigfar kepada-Nya. Adapun dua hal yang sangat kalian butuhkan adalah kalian meminta surga dan memohon perlindungan dari neraka." (HR. Ibnu Khuzaemah dalam Shahih nya, dan Imam al-Mundziri dalam at-Targhib wat Tarhib mengatakan, Ibnu Khuzaemah berkata, "Khabar ini shahih"). Wallahu A'alam Bishowab.

Kultum 7: Pahala Membaca Al-Quran di Bulan Ramadan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan berkah dan ampunan dari Allah SWT. Di bulan yang mulia ini, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah untuk mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah membaca Al-Quran.

Pertama: Membaca Al-Quran di bulan Ramadhan

Memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT berfirman, "Bulan Ramadhan ialah bulan di mana diturunkan Al Quran, menjadi petunjuk bagi manusia dan menjelaskan kebenaran dan petunjuk serta keterangan yang memisahkan antara yang hak dan yang batil."

Dalam ayat ini, Allah SWT menegaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang diutamakan untuk membaca Al-Quran karena di bulan ini diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia.

Kedua: Pentingnya membaca Al-Quran di bulan Ramadhan

Rasulullah SAW juga telah mengajarkan betapa pentingnya membaca Al-Quran di bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Quran, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipatnya."

Dalam hadits ini, terlihat betapa besar pahala yang akan didapatkan oleh seseorang yang membaca Al-Quran di bulan Ramadhan.

Ketiga: Mendapatkan pahala yang besar

Membaca Al-Quran di bulan Ramadhan juga bisa membantu kita untuk mendapatkan keberkahan dan kedamaian jiwa. Dalam Surat Ar-Ra'd ayat 28, Allah SWT berfirman:

"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir kepada Allah. Ingatlah, hanya dengan zikir kepada Allah hati menjadi tenteram."

Dalam ayat ini, Allah SWT menegaskan betapa pentingnya untuk selalu mengingat Allah SWT dalam kehidupan kita. Dengan membaca Al-Quran di bulan Ramadhan, kita bisa mengingat Allah SWT lebih banyak dan merasakan kedamaian jiwa yang bisa membantu kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan bulan Ramadhan ini untuk memperbanyak membaca Al-Quran. Dengan membaca Al-Quran di bulan Ramadhan, kita bisa mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT, merasakan keberkahan dan kedamaian jiwa, serta menjadikan Al-Quran sebagai petunjuk hidup kita.

Semoga kita bisa memperbanyak membaca Al-Quran di bulan Ramadhan ini dan mendapatkan pahala serta keberkahan dari Allah SWT. Wallahu A'alam Bishowab.

Kultum 8: Ramadhan Mengajarkan Akhlak

Sebagai umat Islam, yang masih diberikan kesempatan hidup, sebaiknya memanfaatkan bulan Ramadhan untuk memperbanyak amalan, seperti shalat tarawih dan tadarus dengan membaca kitab suci Al-Qur'an. Kenapa? Karena bulan ramadhan suatu bulan yang penuh rahmat, berkah dan ampunan dari Allah SWT.

Ramadhan merupakan suatu moment super khusus disediakan Allah Swt kepada kaum muslimin. Dikatakan demikian karena bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan yang tidak dimiliki bulan lainnya.

Allah SWT menyediakan berbagai keutamaan ini kepada orang-orang yang memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan. Inilah rahmat dan nikmat Allah swt yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang memanfaatkan moment ini dengan memperbanyak ibadah.

Amal Sholeh Pahalanya Berlipat Ganda Sebagai umat Islam yang menjalankan amalan sholeh dan kewajiban seorang muslim pada bulan ramadhan akan mendapatkan balasan berlipat ganda, sampai sebagai 70 kali lipat sebagaimana terdapat dalam hadist khutbah Rasululah SAW pada akhir bulan Sa'ban:

"Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan." (HR. Bukhori-Muslim).

Akhlak yang baik merupakan hal yang sangat penting bagi umat muslim, karena akhlak baik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan di dunia dan akhirat.

Di bulan Ramadhan ini, kita harus memperbanyak amalan baik dan meningkatkan akhlak kita sebagai muslim. Berikut ini adalah beberapa keutamaan berakhlak baik beserta dalilnya:

Pertama: Dengan berakhlak baik Diampuni dosa-dosanya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam neraka selain lisan. Sesungguhnya lisan dapat memperoleh kebahagiaan (surga) dan dapat pula memperoleh kesengsaraan (neraka).

Maka hendaknya setiap orang yang beriman menyambungkan persaudaraan dan jangan memutuskan tali persaudaraan. Dan janganlah ada dendam dalam hati yang saling membenci dan janganlah saling menjengkelkan. Dan janganlah kalian memandang rendah satu sama lain, dan janganlah saling mendengki.

Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Sesungguhnya muslim itu saudara bagi muslim yang lainnya, maka janganlah menzalimi dan mempermalukan muslim yang lainnya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua: Dengan berakhlak baik Dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa kalian dan tidak melihat pada harta kalian, tetapi Allah melihat pada hati kalian dan pada amal kalian." (HR. Muslim).

Ketiga: Dengan Berakhlak karimah. Memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Dan sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk." (QS. Al-Bayyinah: 7).

Keempat: Dengan Berakhlak karimah; Mendapatkan balasan kebaikan dari orang lain Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidaklah engkau beriman sampai engkau mencintai (saudaramu) sesama manusia seperti yang engkau cintai dirimu sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari keutamaan-keutamaan tersebut, maka marilah kita memperbaiki akhlak kita dan menjadi muslim yang lebih baik di bulan Ramadhan ini.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa memberikan kita hidayah dan kesabaran dalam meningkatkan akhlak kita sebagai hamba-Nya yang taat. Aamiin. Wallahu A'alam Bishowab.

Kultum 9: Ramadhan Mengajarkan Pengendalian Hawa Nafsu

Ramadhan adalah salah satu dari lima rukun Islam yang wajib bagi setiap muslim yang sudah baligh dan mampu melakukannya.
Namun, apakah kita sudah benar-benar memahami makna dan hikmah di balik ibadah puasa ini? Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, yang artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa." (QS.Al-Baqarah:183).

Dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan bahwa puasa Ramadhan diwajibkan kepada kita sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan kita.

Salah satunya dapat dilakukan dengan mengendalikan hawa nafsu. Nabi Muhammad SAW juga bersabda, yang artinya:
"Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari hadis ini, kita bisa belajar bahwa puasa Ramadhan bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan sebuah ibadah yang memiliki nilai pahala besar dan dapat menghapus dosa-dosa kita.

Sebaliknya, jika nafsu itu dikendalikan dan dikelola, akan melahirkan manusia yang berakhlak mulia. Seperti sifat marah, jika dibiarkan, bisa mengakibatkan talak (perceraian rumah tangga), pertengkaran, bahkan pembunuhan. Namun, jika sifat marah dikendalikan, akan menjadi ketegasan dalam kebaikan.

Pengendalian sebagaimana yang dimaksud tersebut itulah yang ingin dibangun dari ibadah puasa, sesuai dengan tujuan inti puasa, yaitu al-imsak yang berarti menahan diri atau mengendalikan hawa nafsu.

Jadi dengan berpuasa, diharapkan lahir kemampuan menahan diri dan kemampuan mengelola nafsu pada diri setiap orang yang berpuasa agar yang lahir adalah kebaikan dan akhlaknya yang mulia. Untuk lebih memahami tentang Pengendalian Hawa Nafsu, ikuti paparan berikut:

Pertama: Sesungguhnya manusia diciptakan dengan potensi keinginan yang baik (takwa) dan keinginan buruk (nafsu atau fujur). Kedua keinginan tersebut menunjukkan sifat keseimbangan (at-tawazun) dan kemanusiaan (al-basyariah) dalam diri manusia.

Oleh karena itu, nafsu adalah fitrah manusia, sebagaimana takwa juga adalah fitrah. Hal ini yang ditegaskan dalam Al-quran, yang artinya, "Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya." (QS.asy-Syams: 7-8).

Kedua: Hawa Nafsu sebagai bagian dari ujian Allah SWT, setiap jiwa manusia cenderung untuk berbuat dosa dan maksiat. Jika manusia dihadapkan pada pilihan yang baik atau pilihan yang buruk, ia lebih tertarik melakukan pilihan yang buruk.

Contohnya, jika ada pilihan, bekerja keras ataupun istirahat, pilihan istirahat lebih menarik. Jika ada pilihan, shalat Tahajud atau istirahat, jiwa manusia cenderung memilih istirahat. Hal ini sesuai dengan penegasan Alquran, yang artinya:

"Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh pada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang." (QS Yusuf:53).

Ketiga: Nafsu tersebut jika dibiarkan atau tidak dikendalikan, setiap perilaku manusia akan tidak baik. Berkata tidak jujur, berbuat fitnah, mengadu domba, adalah sebagian kecil dari praktik memperturutkan nafsu.

Bisa dibayangkan, jika nafsu tersebut dibiarkan tanpa kendali, sosok manusia yang diciptakan dengan sempurna itu akan menjadi beringas, bahkan digambarkan dalam Alquran, manusia menjadi buas seperti hewan.

"Mereka mempunyai hati, tetapi tidak digunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak digunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak digunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS al-A'raf: 79).

Oleh karena itu, mari kita lakukan puasa Ramadhan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, dengan harapan agar kita bisa menjadi lebih dekat dengan Allah SWT dan meningkatkan ketakwaan serta kesabaran kita dalam menghadapi cobaan kehidupan.

Sesungguhnya Puasa Ramadhan mengajarkan kita untuk bersabar dan mengendalikan hawa nafsu, sehingga kita bisa lebih memahami makna pengorbanan dan kasih sayang kepada sesama. Wallahu A'alam Bishowab.




(mep/mep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads