Suasana berbeda tampak di lingkungan pelayanan publik Polres Musi Banyuasin selama bulan suci Ramadan tahun ini. Para personel yang bertugas terlihat mengenakan peci bagi anggota laki-laki dan kerudung bagi personel perempuan saat melayani masyarakat.
Inisiatif tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap nilai religius sekaligus pendekatan humanis kepada warga.
Kapolres Musi Banyuasin AKBP Ruri Prastowo, mengatakan kebijakan tersebut sengaja diterapkan untuk menghadirkan nuansa pelayanan yang lebih sejuk dan penuh makna spiritual di bulan penuh ampunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penggunaan atribut religius bukan sekadar simbol seremonial, melainkan pengingat bagi anggota agar tetap menjaga sikap, etika, serta meningkatkan kualitas ibadah di tengah tugas pelayanan.
"Kami ingin Ramadan ini terasa berbeda, bukan hanya bagi anggota, tetapi juga masyarakat yang datang. Peci dan kerudung menjadi pengingat bahwa tugas pelayanan juga bagian dari ibadah," katanya kepada detikSumbagsel, Jumat (20/2/2026).
Ruri menjelaskan, penggunaan peci dan kerudung juga merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal masyarakat Musi Banyuasin yang dikenal religius dan menjunjung tinggi nilai kesopanan.
"Pendekatan budaya lokal mampu menciptakan kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat program Ramadan yang saya ciptakan ini juga agar Polri semakin dekat dengan masyarakat," ujarnya.
Menariknya, atribut tersebut tidak hanya digunakan selama Ramadan. Polres Muba berencana menjadikannya sebagai tradisi setiap hari Jumat sebagai bagian dari budaya kerja yang lebih santun dan humanis.
Meski tampil dengan nuansa religius, Ruri menegaskan seluruh layanan kepolisian tetap berjalan optimal. Mulai dari pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), pembuatan SKCK, pelayanan SIM, proses penyidikan, hingga layanan Samsat tetap beroperasi normal.
Ia menekankan kepada seluruh personel agar menghadirkan pelayanan yang ramah, cepat, dan penuh keikhlasan.
"Kami tekankan kepada anggota bahwa masyarakat datang membawa kebutuhan dan harapan. Layani dengan senyum, dengan hati, dan penuh keikhlasan," tegasnya.
Kapolres Musi Banyuasin AKBP Ruri Prastowo menggunakan peci saat mengecek pelayanan Foto: Dok. Polres Muba |
Tak hanya menghadirkan perubahan tampilan pelayanan, Polres Muba juga aktif melakukan kegiatan sosial selama Ramadan. Setiap hari, anggota kepolisian membagikan sedikitnya 100 paket takjil gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan.
"Ramadan adalah momentum berbagi. Kami ingin kehadiran polisi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ungkap Ruri.
Kemudian ada program tarawih keliling (Tarling) oleh personil Polres dan Polsek Jajaran sembari pengamanan ibadah salat tarawih, dan dai Kamtibmas oleh Bhabin menjadi khotib di masjid.
"Selain pelayanan dan kegiatan sosial, personel Polres Muba juga mengisi Ramadan dengan kegiatan keagamaan internal. Setiap hari, anggota melaksanakan tadarus Al-Qur'an usai salat tarawih dan Subuh bersama serta mengikuti tausiyah untuk meningkatkan pembinaan mental dan spiritual," jelasnya.
Kapolres berharap kegiatan tersebut mampu membentuk karakter anggota yang lebih sabar, disiplin, dan berempati dalam menjalankan tugas.
"Jika hati anggota baik, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan baik. Itu yang ingin kami bangun selama Ramadan ini," tutupnya.
(dai/dai)












































