7 Tips Hemat Saat Ramadan agar Keuangan Tetap Stabil hingga Lebaran

7 Tips Hemat Saat Ramadan agar Keuangan Tetap Stabil hingga Lebaran

Rika Amelia - detikSumbagsel
Kamis, 19 Feb 2026 23:01 WIB
Ilustrasi hemat
Ilustrasi hemat (Foto: Getty Images/fizkes)
Palembang -

Bulan suci ramadan identik dengan meningkatnya pengeluaran, mulai dari bahan makanan, buka puasa bersama, hingga persiapan Lebaran. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini bisa membuat keuangan menjadi tidak stabil.

Karena itu, menerapkan tips hemat saat ramadan sangat penting agar kondisi finansial tetap aman hingga Hari Raya nanti.

Pengeluaran yang cenderung meningkat sering kali terjadi tanpa disadari. Diskon besar-besaran, godaan takjil, hingga belanja kebutuhan lebaran bisa membuat anggaran membengkak. Dengan menerapkan perencanaan yang tepat, kita bisa menjalani ibadah dengan nyaman tanpa khawatir soal keuangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut tujuh tips hemat saat ramadan agar keuangan tetap stabil hingga lebaran dilansir laman BPJS Ketenagakerjaan dan laman Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznaz Dewan Da'wah).

7 Tips Hemat Saat Bulan ramadan

1. Rencanakan menu sahur dan berbuka puasa

Salah satu pengeluaran terbesar selama bulan puasa biasanya berasal dari menu sahur dan berbuka. Terutama saat waktu berbuka, banyaknya pilihan makanan di pinggir jalan maupun restoran sering membuat kita tergoda untuk membeli lebih dari yang dibutuhkan. Akhirnya, anggaran pun bisa membengkak karena semua terlihat enak dan ingin dicoba.

ADVERTISEMENT

Agar tidak boros, sebaiknya tentukan terlebih dahulu menu sahur dan buka puasa untuk beberapa hari ke depan. Dengan perencanaan yang jelas, Anda bisa berbelanja sesuai daftar kebutuhan saja, baik untuk bahan masakan maupun makanan siap saji. Cara sederhana ini efektif membantu mengontrol pengeluaran agar tetap hemat selama ramadan.

2. Membuat Anggaran Bukber yang Realistis

Undangan buka puasa bersama sering menjadi salah satu penyebab utama pengeluaran membengkak selama bulan Ramadan. Tanpa perencanaan yang jelas, biaya makan di restoran atau kafe bisa jauh melebihi perkiraan, apalagi jika tergoda menambah pesanan di luar menu utama. Karena itu, penting untuk membuat anggaran khusus untuk kegiatan bukber agar keuangan tetap terkendali.

Cara menyiasatinya bukan dengan menolak semua undangan, melainkan membatasinya pada beberapa acara yang benar-benar penting, seperti bersama keluarga besar atau sahabat terdekat. Selain itu, siapkan dana tunai sesuai anggaran yang telah ditentukan. Dengan begitu, pengeluaran lebih terkontrol dan risiko berbelanja berlebihan saat melihat daftar menu tambahan bisa dihindari.

3. Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

ramadan sering diiringi banyak promo menarik, baik makanan maupun pakaian Lebaran. Namun, penting untuk membedakan mana kebutuhan dan mana sekadar keinginan. Membeli baju baru karena tergoda diskon tentu berbeda dengan membeli karena memang sudah tidak memiliki pakaian yang layak. Sikap bijak dalam memilah pengeluaran akan membantu menjaga kondisi keuangan tetap sehat.

4. Konsisten Menabung

Meskipun pengeluaran selama bulan ramadan meningkat, kebiasaan menabung tidak boleh berhenti. Pada awal bulan, sebaiknya langsung untuk menyisihkan sebagian pemasukan untuk ditabung sebelum digunakan untuk kebutuhan lain. Cara ini akan sangat membantu menghindari godaan memakai uang tabungan untuk hal-hal yang berada diluar rencana, sehingga kondisi keuangan akan tetap aman.

5. Menyiapkan Anggaran Khusus Lebaran

Perencanaan kebutuhan lebaran sebaiknya sudah mulai disusun di awal bulan ramadan. Hitung dan tentukan dana untuk mudik, membeli kue Lebaran, pakaian, hingga THR bagi keluarga. Dengan membuat anggaran sejak awal, Anda bisa lebih disiplin dalam membelanjakan uang dan tidak kewalahan saat Hari Raya tiba.

Pada dasarnya, kunci agar tetap hemat di bulan Ramadan adalah perencanaan yang matang. Jika setiap pengeluaran sudah diatur sesuai kebutuhan, maka keuangan akan tetap stabil dan Anda pun memiliki dana yang cukup untuk menyambut Lebaran dengan tenang.

6. Strategi Belanja Bijak

Menjelang dan selama Ramadan, harga bahan pokok sering mengalami kenaikan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, persiapan bahan makanan sejak awal bisa menjadi solusi yang efektif. Membeli kebutuhan dapur lebih awal dalam jumlah secukupnya di pasar tradisional sebelum harga naik dapat membantu menghemat pengeluaran. Setelah itu, bahan makanan disimpan dengan baik di lemari pendingin agar tetap segar dan tahan lama.

Selain itu, biasakan untuk mengecek kembali barang yang sudah dimiliki sebelumnya, dan membeli barang yang diperlukan. Saat ramadan apalagi sudah mendekati Lebaran tidak sedikit orang yang belanja berlebihan padahal itu tidak diperlukan. Terapkanlah prinsip beli seperlunya akan sangat efektif untuk berhemat di bulan ramadan.

7. Evaluasi Pengeluaran di Akhir Bulan

Di akhir bulan ramadan, luangkan waktu untuk mengevaluasi pengeluaran. Periksa pos mana yang terlalu besar dan mana yang bisa ditekan. Evaluasi ini penting agar keuangan tetap stabil menjelang Lebaran dan tidak mengganggu kebutuhan setelah Hari Raya.

Menerapkan tips hemat saat ramadan bukan berarti mengurangi kebahagiaan dalam beribadah. Justru dengan pengelolaan keuangan yang baik, Anda bisa menjalani bulan suci dengan lebih tenang, fokus beribadah, dan tetap memiliki kondisi finansial yang aman hingga Lebaran tiba.

Nah itulah 7 tips hemat saat ramadan agar keuangan tetap stabil hingga lebaran tiba. Jangan lupa mencoba dan semoga bermanfaat ya!

Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads