Pasar Murah Ramadan Digelar di 18 Kecamatan Palembang

Sumatera Selatan

Pasar Murah Ramadan Digelar di 18 Kecamatan Palembang

Mutiara Helia Praditha - detikSumbagsel
Rabu, 18 Feb 2026 15:21 WIB
Pasar murah di Palembang
Foto: Pasar murah di Palembang (Mutiara Helia Praditha)
Palembang -

Pemerintah Kota Palembang menggelar Pasar Murah dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Rabu (18/2/2026). Program tersebut digelar di 18 kecamatan dan menyasar warga kurang mampu, dengan melibatkan Bulog, distributor, serta sejumlah mitra lainnya.

Pasar Murah perdana diadakan di Halaman Stadion Kamboja Kota Palembang, Jalan Mayor Santoso No.01, Kelurahan 20 Ilir Tiga, Kecamatan Ilir Timur I. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang, M. Sadruddin Hadjar, mengatakan Pasar Murah ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga selama Ramadan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasar Murah ini diadakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Digelar di 18 kecamatan di Kota Palembang, dan ini yang pertama di Kecamatan Ilir Timur I," ujarnya.

Menurutnya, harga bahan pokok yang dijual di Pasar Murah lebih rendah dibanding harga pasar. Selisih harga berkisar antara Rp 4.000 hingga Rp 10.000 per komoditas.

ADVERTISEMENT

"Harganya pastinya lebih murah dari harga pasar. Ada selisih Rp 4.000, ada Rp 10.000, rata-rata sampai Rp 10.000," jelasnya.

Untuk komoditas beras, Bulog menyediakan beras SPHP sebanyak 2 ton per hari dengan harga Rp 57.000 per 5 kilogram. Sementara itu, Minyak Kita disediakan sebanyak 100 dus dengan harga Rp 14.700 per liter.

Pasar Murah ini dilaksanakan secara bergilir di 18 titik yang tersebar di setiap kecamatan dan 107 kelurahan. Lokasi pelaksanaan diprioritaskan di kawasan dengan jumlah warga kurang mampu yang cukup banyak, bukan di kantor camat atau kantor lurah.

"Ini arahan dari Bapak Wali Kota, Pasar Murah harus diadakan di tempat warga yang banyak kurang mampu. Jadi benar-benar menyentuh masyarakat," katanya.

Salah seorang warga, Siti (45), mengaku terbantu dengan adanya Pasar Murah tersebut. Ia mengatakan harga beras dan minyak goreng di lokasi kegiatan jauh lebih terjangkau dibanding di pasar biasa.

"Alhamdulillah sangat terbantu. Kalau di pasar biasa harganya lebih mahal, di sini bisa selisih sampai Rp 10.000. Jadi uangnya bisa dipakai untuk beli kebutuhan lain," ujarnya.

Warga lainnya, Andi (38), juga menyampaikan hal serupa. Ia berharap kegiatan Pasar Murah dapat terus digelar hingga menjelang Idul Fitri.

"Semoga sering-sering diadakan seperti ini, apalagi menjelang Lebaran biasanya harga naik. Dengan adanya Pasar Murah, kami jadi lebih tenang," katanya.

Dengan adanya kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan dengan harga yang lebih murah sekaligus menjaga kestabilan harga di pasaran menjelang Idulfitri.

Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads