Setelah melakukan penandatanganan kerja sama pendampingan Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN), Kejati Sumsel juga memberikan sharing session di Pusri Palembang.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Dr Ketut Sumedana menekankan bahwa kinerja instansi yang baik harus didukung oleh publikasi yang mumpuni untuk membangun kepercayaan publik.
Dia menyebut ada beberapa cara optimalisasi mengenai publikasi seperti menggunakan berbagai macam platform digital media sosial, menggunakan storytelling atau narasi serta retorika untuk mempengaruhi emosi dan persepsi audiens, melibatkan tokoh masyarakat dan komunitas untuk memperluas jangkauan audiens.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Membangun citra positif, melakukan interaksi langsung dengan masyarakat untuk menciptakan kedekatan emosional dan penyampaian pesan yang lebih personal, menyampaikan pesan secara berulang-ulang (redudancy) agar mudah diingat dan menggunakan saluran media yang tepat (canalizing) untuk mencatat target audiens dan memiliki keunikan tersendiri sehingga audiens selalu ingat," kata Ketut, Kamis (12/2/2026).
Setelah publikasi, public speaking menjadi salah satu poin yang sama pentingnya yang dimana public speaking memiliki beberapa unsur penting. Di antaranya talk, audience, meeting, stage, training, presentation, communication, gestures, speech, anxiety, dan performance.
"Untuk memiliki kemampuan public speaking yang baik, maka harus mampu mengenali dan berinteraksi dengan audiens, memiliki persiapan matang, memperhatikan bahasa tubuh, beradaptasi dengan situasi yang mungkin terjadi, mampu mengatasi grogi dan kecemasan, serta berlatih secara terus-menerus," jelasnya.
Selain itu juga harus selalu cepat dalam merespon setiap permasalahan di masyarakat, menghadirkan rasa keadilan, memberikan edukasi hukum, serta solusi atas politik hukum pemerintah.
(csb/csb)











































