Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan mengingatkan masyarakat Sumsel untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Hal ini dikarenakan seiring meningkatnya potensi hujan dalam beberapa hari ke depan.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG SMB II Palembang, Sinta Andayani, mengatakan pada saat kejadian longsor di Kecamatan Pulau Beringin, Kabupaten OKU Selatan, intensitas hujan yang terpantau berada pada kategori ringan hingga sedang.
"Di musim hujan saat ini memang perlu kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan banjir bandang," kata Sinta, Rabu (11/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sinta, daya dukung tanah saat ini sudah mulai jenuh air dan rentan longsor di perbukitan ditambah lagi penahan longsor yang minim. Jadi potensi hujan yang turun bisa menyebabkan longsor.
Dia menyebut, prakiraan cuaca untuk beberapa hari ke depan menunjukkan adanya peningkatan potensi hujan hampir di seluruh wilayah Sumsel.
"Kondisi ini dipicu oleh aktifnya gelombang ekuatorial Rossby, serta pola belokan angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan," tuturnya.
Menurut Sinta, prakiraan cuaca untuk beberapa hari ke depan terlihat adanya peningkatan potensi hujan hampir di seluruh Sumsel. Hal ini dipicu oleh aktifnya gelombang Ekuatorial Rossby, dan pola angin belokan menyebabkan pertumbuhan awan hujan yang signifikan.
"BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai banjir atau genangan, terutama di daerah tepian sungai maupun wilayah hilir yang berpotensi terdampak luapan debit sungai," imbaunya.
Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir rob. BMKG memprediksi adanya potensi pasang air laut pada periode 14 hingga 17 Februari 2026.
"Waspada banjir di tepian sungai atau di hilir akibat meluapnya debit sungai. Serta waspada banjir air pasang pada periode tanggal 14 sampai 17 Februari karena prediksi pasang air laut di muara setinggi 3,4 sampai 3,7 meter," jelasnya.
BMKG meminta masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG serta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, dan daerah pesisir.
(dai/dai)











































