Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat 1 Ramadan 2026 di akhir bulan Syaban 1447 H. Sidang ini bertujuan untuk menentukan awal puasa untuk umat Islam.
Sidang isbat adalah metode yang dipakai pemerintah Indonesia untuk menetapkan awal bulan dalam kalender Hijriah. Metode menggabungkan antara pemantauan hilal dengan hasil hisab. Kemudian, keputusan diambil dari musyawarah dari para ahli dan ulama.
Untuk jadwal, lokasi, hingga rangkaian acara sidang isbat 1 Ramadan 2026 dapat menyimak rangkuman detikSumbagsel berikut ini. Simak selengkapnya!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan Sidang Isbat Digelar
Berdasarkan Keputusan Fatwa Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah, memutuskan awal puasa Ramadan dilakukan melalui metode rukyatul hilal dan hisab oleh pemerintah melalui Kemenag.
Sidang isbat dilakukan karena Indonesia bukan negara agama dan juga bukan negara sekuler. Indonesia tidak dapat menyerahkan urusan agama secara penuh kepada orang tertentu atau golongan.
Jadwal Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pada Kamis, 29 Januari 2026, Kemenag mengumumkan jadwal pelaksanaan sidang isbat penentu awal Ramadan 1447 H. Berdasarkan rilis tersebut, Kemenag akan menggelar sidang isbat awal Ramadan pada Selasa, 17 Februari 2026.
"Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR dan perwakilan Mahkamah Agung," terang Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Rangkaian Sidang Isbat Ramadan 2026
Pelaksanaan sidang isbat terdiri dari tiga rangkaian sidang pada 17 Februari 2026, yakni:
1. Pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi.
2. Verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan hilal di Indonesia.
3. Musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarkat.
Lokasi Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H
Sidang akan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasijidi yang dimpim langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Kemenag mengajak masyarakat menunggu hasil sidang isbat dan pengumuman resmi dari pemerintah terkait awal Ramadan 1447 H.
Untuk itu, pihaknya akan mengirimkan sejumlah ahli ke lokasi rukyah yang potensial melihat hilal jelas. Termasuk di lokasi atau tempat observasi bulan. Sebagai informasi, Masjid IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur bakal dijadikan sebagai tempat pelaksanaan rukyatul hilal.
Awal Ramadan 2026 versi Muhammadiyah
Berbeda dengan pemerintah yang masih menunggu keputusan rukyatul hilal di akhir bulan Syaban, organisasi Muhammadiyah lebih dulu menetapkan tanggal puasa. Hal ini tertuang dalam Maklumat No.01/MLM/I.1/B/2025.
PP Muhammadiyah melakukan peninjauan ulang terhadap data astronomis global dan validasi parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Hasil tersebut memutuskan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 Masehi.
Penetapan ini berbeda dari yang tercantum dalam kalender cetak Muhammadiyah versi awal, yakni 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026. Koreksi dilakukan dalam rangka menjaga akurasi ilmiah, integritas keilmuan, serta komitmen terhadap prinsip kebenaran dan konsistensi dalam penetapan waktu ibadah.
Demikian penjelasan mengenai sidang isbat 1 Ramadan 2026 mulai dari jadwal, lokasi, hingga rangkaian acaranya. Semoga berguna, ya.
(mep/mep)











































