Vaksinasi PMK di Sumsel Diintensifkan Jelang Idul Adha

Sumatera Selatan

Vaksinasi PMK di Sumsel Diintensifkan Jelang Idul Adha

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Minggu, 08 Feb 2026 07:00 WIB
Vaksinasi PMK dilakukan pada sapi yang ada di peternakan di Palembang.
Vaksinasi PMK dilakukan pada sapi yang ada di peternakan di Palembang. (Foto: Istimewa/DKPP Sumsel)
Palembang -

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Selatan, melakukan langkah antisipasi terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha yang diperkirakan akhir Mei.

Kepala DKPP Sumsel Ruzuan Efendi mengatakan upaya pencegahan ini dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Tak hanya untuk momen kurban, tapi juga memenuhi kebutuhan harian pasar.

"Vaksinasi PMK sudah mulai kita lakukan pada tahun ini, tapi kita intensifkan menjelang perayaan Idul Adha. Pada momen itu banyak hewan ternak yang akan dikonsumsi. Tapi, vaksinasi bukan hanya dilakukan pada momen itu saja, tetap kita lakukan juga setelahnya. Jadi terus-menerus," ujar Ruzuan, Sabtu (7/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Katanya, vaksinasi PMK diprioritaskan pada sentra-sentra peternakan serta wilayah dengan tingkat populasi ternak yang tinggi. Sumsel saat ini telah menerima 41 ribu dosis vaksin yang telah disebar ke 17 kabupaten/kota.

"Kita optimistis pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat berjalan aman dan ketersediaan hewan kurban tetap terjaga, baik dari segi jumlah maupun kesehatannya. Masyarakat pun diimbau untuk membeli hewan kurban yang telah memiliki surat keterangan kesehatan dari petugas berwenang," katanya.

ADVERTISEMENT

Selain memberi vaksin, pihaknya juga mengimbau peternak menjaga kebersihan kandang agar hewan terbebas dari penyakit. Dia juga meminta peternak segera melaporkan jika menemukan gejala PMK pada ternaknya, seperti luka di mulut, kaki, atau penurunan nafsu makan.

"Tapi, vaksinasi ini bukan karena ada kasus ya. Ini untuk antisipasi saja, karena PMK kan masih ada, walaupun tidak menunjukkan gejala. Kita berharap Indonesia tahun 2030 sudah bebas PMK, makanya selalu ada vaksinasi ini," ungkapnya.

Selain vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak, baik yang masuk maupun keluar wilayah Sumsel juga terus dilakukan. Sebab, pada momen hari raya kurban akan terjadi peningkatan mobilitas ternak.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads