Merebaknya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Tulungagung tidak berpengaruh besar terhadap harga jual hewan ternak. Dinas peternakan setempat menyebut harga sapi dan kambing masih relatif stabil.
Kelala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tulungagung, Agus Suswantoro, mengatakan hingga kini tercatat 59 kasus PMK yang terjadi di wilayahnya. Mayoritas menjangkiti sapi potong.
"Tersebar di 12 kecamatan, artinya masih ada tujuh kecamatan yang zero PMK. Tapi, dari puluhan kasus itu tidak ada yang sampai mati, semua bisa diselamatkan," kata Agus, Rabu (4/2/2026) saat sidak di Pasar Hewan Terpadu (PHT) Tulungagung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk meminimalisir dampak PMK, pihaknya kembali mengintensifkan program vaksinasi ke seluruh kecamatan dan sentra peternakan sapi dan kambing. Pada tahap awal disnakeswan menerima pasokan 17 ribu dosis vaksin PMK dari Pemprov Jatim.
"Vaksinasi kami lakukan dua bulan ke dapan, setelah itu akan ada tambahan vaksin lagi," ujarnya.
Sementara itu dari pemeriksaan mendadak di PHT Tulungagung, pihaknya memastikan sapi dan kambing yang diperdagangkan dalam kondisi sehat dan terbebas dari PMK.
"Kami juga menghimbau kepada pedagang agar memperdagangkan ternak yang benar-benar sehat," jelasnya.
Lalu lintas perdagangan antarpasar hewan sering kali menjadi pemicu merebaknya kasus PMK dan penyakit lainnya. Kepedulian dari para peternak dan pedagang diperlukan agar iklim perdangan ternak terjaga dengan baik.
"Alhamdulillah program vaksinasi yang telah dijalankan pada periode sebelumnya cukup efektif untuk menekan dampak buruk PMK. Sapi yang sudah divaksin kekebalannya jauh lebih baik dari pada yang belum," imbuhnya.
Agus menambahkan meskipun ada temuan 59 kasus tidak berdampak besar terhadap harga jual sapi dan kambing di pasar hewan. Harga jual ternak dinilai masih stabil.
"Ini tadi saya tanya ke pedagang sapi ada yang laku Rp27,5 juta, kemudian ada juga Rp22,5 juta. Sementara itu kambing juga stabil antara Rp 1,4 juga sampai Rp3,5 juta," imbuhnya.
Pihaknya berharap kondisi PMK di Tulungagung terus terkendali sehingga iklim perdagangan hewan berjalan dengan lancar. Terlebih akan menghadapi hari besar keagamaan seperti Idulfitri dan Iduladha.
(auh/abq)











































