BI Sumsel Kenalkan QRIS Tap, Percepat Transaksi UMKM di Palembang

Sumatera Selatan

BI Sumsel Kenalkan QRIS Tap, Percepat Transaksi UMKM di Palembang

Nadiya, Mutiara Helia Praditha - detikSumbagsel
Rabu, 04 Feb 2026 16:00 WIB
BI Sumsel Kenalkan QRIS Tap, Percepat Transaksi UMKM di Palembang
Foto: Suasana pembukaan event Pekan Wirausaha Sriwijaya di PIM Mall. (Mutiara Helia Praditha)
Palembang -

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Selatan resmi memperkenalkan teknologi QRIS Tap guna mempercepat proses transaksi digital bagi pelaku UMKM. Inovasi ini diperkenalkan dalam ajang Pekan Wirausaha Sriwijaya yang berlangsung di Palembang pada 4-8 Februari 2026.

Teknologi terbaru QRIS berbasis NFC (Near Field Communication) ini memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran hanya dengan menempelkan ponsel ke mesin pembayaran. Langkah ini menjadi babak baru digitalisasi ekonomi di wilayah Sumsel.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Aries Permadi, menjelaskan bahwa kehadiran QRIS Tap bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi konsumen maupun pedagang. Sumsel sendiri tercatat sebagai provinsi kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta yang mengimplementasikan fitur tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui fitur ini, pengguna cukup menempelkan ponsel ke mesin pembayaran tanpa perlu memindai kode batang.

"QRIS Tap ini berbasis NFC, jadi masyarakat cukup melakukan tap dari handphone ke mesin pembayaran. QRIS Tap ini sebenarnya lebih sederhana dan lebih cepat karena masyarakat tidak perlu lagi melakukan scan barcode. Cukup tempel saja," kata Aris kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

ADVERTISEMENT

Aries menilai, adopsi teknologi pembayaran yang cepat sangat krusial bagi resiliensi UMKM. Berdasarkan pengalaman masa pandemi, digitalisasi terbukti menjadi faktor kunci yang menjaga kelangsungan usaha kecil.

"Digitalisasi ini menjadi concern kami untuk UMKM. Kami menyadari ini penting untuk ketahanan usaha mereka di masa depan," tambahnya.

Saat ini, implementasi QRIS Tap di Sumsel sudah mulai menyasar sektor transportasi publik. Salah satu moda yang telah menerapkan teknologi ini adalah layanan bus Damri.

Penguatan sistem pembayaran digital menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tahan UMKM, terutama berdasarkan pengalaman selama masa pandemi. Digitalisasi dinilai membantu pelaku usaha bertahan dan tetap menjangkau konsumen di tengah keterbatasan aktivitas fisik.

Aries juga menyinggung peran besar UMKM terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan data yang dipaparkannya, sektor UMKM menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan menyerap hingga 97 persen tenaga kerja, sehingga adopsi teknologi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sektor tersebut.

"Dari sisi nasional, hingga Juni 2025 tercatat sekitar 47,8 juta pengguna aktif QRIS. Penggunaannya juga didominasi oleh masyarakat yang terbiasa menggunakan dompet digital di smartphone," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Palembang, Etty Rossini menyebut bahwa Pemerintah Kota Palembang mendukung berbagai inovasi yang dapat memperkuat ekosistem UMKM, termasuk pemanfaatan teknologi dalam transaksi usaha.

"Pekan Wirausaha Sriwijaya bukan sekadar pameran, tetapi menjadi ruang promosi dan pemasaran yang konkret bagi pelaku usaha lokal. Kegiatan ini menghadirkan 70 UMKM terkurasi yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal," ujarnya.

Menurutnya, modernisasi sistem pembayaran akan berbanding lurus dengan efisiensi layanan UMKM kepada pelanggan.

"Pemerintah kota sangat mendukung langkah BI ini. Dengan transaksi yang lebih cepat, kita harap perputaran ekonomi di kalangan pelaku usaha lokal juga semakin kencang," jelasnya.

Etty mengatakan pemerintah sangat mengapresiasi keterlibatan puluhan pelaku usaha dalam kegiatan ini. Ia menilai sinergi ini penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Menurut Etty, kolaborasi ini merupakan ruang promosi konkret bagi produk lokal. Ia menilai sinergi ini penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

"Dengan menghadirkan 70 tenant UMKM terkurasi, kegiatan ini diharapkan mampu memperluas akses pasar serta mendorong UMKM Kota Palembang agar semakin naik kelas," ujarnya.

Dia menuturkan, seluruh tenant yang berpartisipasi telah melalui proses kurasi ketat guna memastikan kualitas produk yang ditampilkan. Selama lima hari, para peserta diberikan panggung untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat luas.




(dai/dai)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads