Menu MBG Palembang Dijatah, Daging Sapi Hanya Sekali Seminggu

Sumatera Selatan

Menu MBG Palembang Dijatah, Daging Sapi Hanya Sekali Seminggu

Rika Amelia - detikSumbagsel
Selasa, 03 Feb 2026 11:00 WIB
Menu MBG Palembang Dijatah, Daging Sapi Hanya Sekali Seminggu
Foto: Statistisi Ahli Madya Statistik Distribusi, Tituk Indrawati (Dok. Istimewa)
Palembang -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan akan mengalami penyesuaian menu pada 2026 sebagai upaya pemerintah mencegah terjadinya inflasi pangan. Frekuensi penyajian protein hewani diatur ulang, daging sapi hanya akan disajikan satu kali seminggu.

Statistisi Ahli Madya Statistik Distribusi, Tituk Indrawati, mengatakan akan ada perubahan menu dalam MBG sebagai langkah awal untuk pencegahan inflasi, untuk menu daging ayam dan telur hanya akan disajikan dua kali seminggu dan dagi sapi serta ikan satu kali seminggu.

"Badan gizi nasional akan melakukan perubahan menu dalam MBG yakni untuk mencegah terjadinya inflasi, untuk daging dan telur ayam menjadi dua kali seminggu serta daging sapi dan ikan menjadi satu kali seminggu" ujarnya, Senin (2/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tituk, juga mengatakan saat ini jumlah SPPG di Sumatera Selatan masih belum memenuhi target. Dari kebutuhan sekitar 800-an dapur umum, saat ini baru tersedia sekitar 500-an. Oleh karena itu, pemerintah berencana menambah jumlah dapur umum pada tahun 2026.

"Pada tahun ini akan ada penambahan dapur umum, karena di Sumatera Selatan itu seharusnya ada sekitar 800-an SPPG, sedangkan sekarang baru ada 500-an," katanya.

ADVERTISEMENT

Tituk menjelaskan, penambahan dapur umum tersebut berpotensi berdampak pada meningkatnya permintaan komoditas pangan, terutama ayam dan telur ayam ras. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dikhawatirkan dapat mendorong kenaikan harga di pasaran dan memicu inflasi.

Sementara itu, Eman (40), salah satu wali murid SDN 4 Palembang, yang anaknya menerima manfaat program MBG, mengaku memahami kebijakan tersebut. Namun, berharap pemerintah tetap memperhatikan dan menjaga kualitas gizi meski pemberian protein daging dikurangi.

"Saya sebagai orang tua setuju saja kalau tujuannya untuk mencegah inflasi, tapi yang paling penting untuk saya gizinya tetap dijaga dan terpenuhi supaya anak-anak tetap sehat," ujarnya.

"Saya juga berharap agar kebersihan makanannya juga dijaga dan meskipun pemberian daging hewaninya di jatah setiap minggunya tapi bisa diganti dengan protein lain yang gizinya setara" tutupnya

Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com




(dai/dai)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads