Cara mengatur gaji setara Upah Minimum Regional (UMR) agar cukup sebulan sering kali menjadi tantangan besar bagi banyak pekerja. Tidak sedikit yang merasa gajinya habis di awal bulan, lalu harus bertahan dengan kondisi keuangan yang serba terbatas hingga akhir bulan.
Padahal, besar atau kecilnya gaji bukan satu-satunya penentu kesejahteraan finansial. Kunci utamanya terletak pada manajemen keuangan yang disiplin dan perencanaan pengeluaran yang tepat. Dengan pengelolaan yang baik, gaji UMR pun tetap bisa mencukupi kebutuhan sebulan.
Berikut ini cara mengatur gaji agar cukup sebulan yang efektif meski pas-pasan. Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara Mengatur Gaji Bulanan Agar Cukup Sebulan
Berikut cara mengatur gaji UMR agar cukup sebulan, dilengkapi tips perencanaan keuangan setelah menerima gaji supaya lebih cermat mengelola uang dan tetap bisa menabung.
1. Terapkan Rumus 50-30-20
Dilansir laman Kementerian Keuangan, salah satu cara yang paling populer dan efektif yakni dengan menggunakan rumus alokasi gaji. Dengan metode ini,akan mempermudah mengatur dan menghitung setiap rupiah secara mendetail.
- 50% untuk kebutuhan pokok (alokasikan setengah gaji untuk biaya sewa kost/kontrakan, makan, transportasi, dan tagihan bulanan listrik/air).
- 30% untuk Keinginan(gunakan porsi ini untuk hiburan, kuota internet tambahan, atau sesekali makan di luar) namun perlu diingat, ini bukan prioritas.
- 20% untuk tabungan dan dana darurat(disisihkan di awal sebelum belanja agar masa depan lebih terjamin).
2. Catat Pengeluaran Keuangan
Banyak orang merasa gajinya cepat habis karena tidak mengetahui kemana uang mereka digunakan. Mulailah dengan mencatat semua pengeluaran, sekecil apa pun, seperti parkir atau membeli kopi saset. Dengan kebiasaan ini, kamu bisa melihat pola pengeluaran dan mengetahui mana yang bisa dikurangi.
Langkah selanjutnya yaitu membuat laporan keuangan yang sederhana dengan menyimpan struk belanja dan mencatat pengeluaran setiap hari. Cara ini cukup efektif untuk membantu memahami kemana uang mengalir selama sebulan serta memudahkan dalam menganalisis pengeluaran yang tidak perlu agar bisa dihemat pada bulan berikutnya.
3. Menyisihkan Penghasilan untuk Tabungan dan Investasi
Menyisihkan sedikit penghasilan untuk tabungan dan investasi sebaiknya dilakukan segera setelah menerima gaji, bukan dari sisa pengeluaran. Idealnya, kamu bisa mengalokasikan sekitar 30 persen dari penghasilan bulanan untuk tabungan, investasi, dan dana darurat. Dengan cara ini, keuangan menjadi lebih terarah dan kamu terbiasa memprioritaskan masa depan sejak awal.
Sebagai gambaran, dari gaji Rp 4 juta per bulan, sekitar Rp 1.2 juta bisa dibagi untuk tiga kebutuhan tersebut. Saat ini, investasi juga sudah mudah diakses dengan modal terjangkau, mulai dari ratusan ribu rupiah. Jika kamu belum menikah dan masih tinggal bersama orang tua, persentase tabungan bahkan bisa ditingkatkan karena tanggungan keuangan masih relatif ringan.
4. Membuat rencana belanja bulanan tertulis
Membuat rencana belanja bulanan secara tertulis sangat penting agar pengeluaran tidak melebihi penghasilan. Dengan mencatat sejak awal kebutuhan seperti transportasi, makan, kebutuhan keluarga, hingga hiburan, kamu jadi tahu batas pengeluaran untuk setiap pos itu maksimal berapa. Cara ini dapat membantu keuangan lebih teratur dan mencegah kebiasaan belanja tanpa perhitungan.
Adanya anggaran tertulis juga memudahkan untuk lebih mengontrol gaya hidup sehari-hari. Kuncinya adalah disiplin mengikuti rencana yang sudah dibuat. Jika anggaran untuk liburan sudah habis, sebaiknya tunda pengeluaran tersebut hingga bulan berikutnya. Dengan begitu, keuangan bisa lebih terkendali dan pendapatan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
5. Masak Sendiri dan Bawa Bekal
Memasak sendiri dan membawa bekal ke tempat kerja bisa menjadi cara paling efektif untuk menghemat gaji. Kebiasaan makan di luar atau keseringan memesan makanan lewat aplikasi online seringkali membuat pengeluaran membengkak tanpa disadari. Padahal biaya satu kali pesan makanan bis setara dengan makan seharian jika memasak di rumah.
Dengan menyiapkan nasi dan lauk sederhana dari rumah, bisa menghemat pengeluaran untuk konsumsi hingga sekitar 40-50 persen setiap bulan. Selain lebih hemat gaji juga bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih penting lain seperti tabungan dan dana darurat.
6. Evaluasi Keuangan di Akhir Bulan
Jangan lupa untuk melakukan evaluasi kondisi keuangan di akhir bulan sebelum mendapatkan gaji berikutnya. Periksa pengeluaran yang paling besar lalu bandingkan dengan rencana awal. Selanjutnya tentukan bagian mana yang harus dikurangi atau diperbaiki pada bulan selanjutnya. Dengan menerapkan evaluasi ini akan membuat sadar terhadap pola keuangan dan mencegah kesalahan yang sama terulang.
Mengatur keuangan setelah gajian bukan berarti harus hidup serba pelit, melainkan mengelola keuangan dengan baik dengan perencanaan yang tepat. Membagi uang dengan pos pengeluaran, menabung secara rutin, dan menghindari belanja yang impulsif dapat bermanfaat bagi diri sendiri baik untuk sekarang maupun dimasa depan.
Nah inilah tips efektif mengatur gaji bulanan agar cukup untuk sebulan yang telah detikSumbagsel rangkum. Semoga informasi ini bermanfaat ya!
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com
(mep/mep)











































