Angka Kemiskinan, Sumsel Rancang Bansos Berbasis Pemberdayaan

Sumatera Selatan

Angka Kemiskinan, Sumsel Rancang Bansos Berbasis Pemberdayaan

Ani Safitri - detikSumbagsel
Rabu, 28 Jan 2026 22:30 WIB
Angka Kemiskinan, Sumsel Rancang Bansos Berbasis Pemberdayaan
Foto: Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel Bambang Pramono (Dok. Istimewa)
Palembang -

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) bersama Bank Indonesia (BI) memasang target ambisius untuk menekan angka kemiskinan hingga ke level single digit. Salah satu strategi yang disiapkan adalah merombak pola penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih produktif.

Saat ini, angka kemiskinan di Sumsel tercatat berada di 10,15 persen. Angka ini masih berada di atas rata-rata kemiskinan nasional yang berada di angka 9,05 persen.

"Pak Sekda tadi menyampaikan ingin agar angka kemiskinan kita ada di single digit. Artinya perlu upaya-upaya ekstra untuk membawa masyarakat berpendapatan rendah keluar dari garis kemiskinan," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel Bambang Pramono, Rabu (28/1/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengejar target tersebut, BI dan Pemda tengah merumuskan sinergi program yang mengaitkan bantuan sosial dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah. Harapannya, penerima bantuan tidak terus menerus bergantung pada negara.

"Apakah nanti bansos dikaitkan dengan pengembangan pemberdayaan ekonomi rakyatnya, ini hal-hal yang nanti bisa jadi sinergi program bersama," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Bank Indonesia menegaskan bahwa penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Di awal tahun 2026 ini, BI bersama OJK dan Pemprov Sumsel mulai memetakan program kerja yang bisa disinergikan.

Langkah nyata untuk memperkuat ekonomi masyarakat ini akan menyasar tiga sektor kunci. Pertama, pemerintah melalui TPAKD bakal mempermudah akses pembiayaan agar warga kurang mampu tak lagi kesulitan mendapatkan modal usaha. Kedua, program digitalisasi desa akan di tingkatkan habis-habisan guna meningkatkan literasi digital masyarakat, sehingga ekonomi di tingkat akar rumput bisa bergerak lebih cepat dan modern.

Tak hanya itu, kemandirian ekonomi juga akan menyentuh sektor religi melalui pengembangan ekonomi syariah di lingkungan pesantren. Lewat program ini, pesantren diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan secara mandiri sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi baru di daerah sekitarnya. Dengan sinergi ini, diharapkan ekonomi Sumsel tidak hanya kuat di kota, tapi juga merata hingga ke pelosok.

"Ini hal-hal yang bersama-sama perlu dirumuskan di awal tahun. Kalau jalan sendiri-sendiri pencapaiannya lama, tapi kalau bareng-bareng maka satu urusan beres, kita bisa kerjakan yang lain," tegas Bambang.

Meski target satu digit dianggap menantang, pihak BI mengaku optimis. Sinergi yang kuat antara Pemprov Sumsel, pemerintah kabupaten/kota, hingga instansi vertikal diharapkan menjadi penarik beban ekonomi masyarakat kelas bawah.

"Kita tetap optimis dengan komitmen sinergi bersama seluruh stakeholder untuk mencapai target tersebut," pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads